• Jumat, September 09, 2011
  • Administrator

London – Berada dalam kondisi sedih telah lama dikaitkan dengan kinerja buruk pada tugas harian. Namun ilmuwan menemukan fakta mengejutkan yang menguntungkan ini.

Ilmuwan menemukan, orang yang sedang bersedih memiliki kemampuan lebih baik dalam mengenai wajah. Peneliti Peter Hills dari Anglia Ruskin University mengatakan, temuan ini bisa digunakan untuk perawatan yang lebih baik pada depresi.

“Saya terkejut. Sedih biasanya dikaitkan kinerja buruh dalam tugas kognitif,” ujarnya seperti dikutip Dailymail.

Hills dan timnya memainkan tiga jenis musik untuk membuat relawan mengalami perasaan sedih, senang dan netral.

Kemudian, relawan diminta memikirkan momen tersedih atau terbahagia dalam hidupnya atau saat di perjalanan pulang pada relawan netral.

Sebanyak 88 relawan ini kemudian diminta melihat 32 wajah netral dan mengisi quesioner sebagai pengalih perhatian.

Setelahnya relawan ditunjukkan 64 wajah dan diminta memilih 32 wajah berekspresi asli. Relawan sedih ternyata mampu memberi responnya secara akurat sedangkan relawan senang kurang akurat.

“Orang lebih memilih melihat wajah senang karena lebih menarik dibanding wajah sedih. Sederhananya, orang lebih memerhatikan wajah senang,” ujarnya. Kemungkinan, orang sedih lebih bisa menerima isyarat sosial, lanjutnya.

Namun bukti yang ada masih belum cukup mengamini klaim ini. “Meski mempelajari kesedihan itu sendiri penting, fokus utama terletak pada memahami cara mencegah dan merawat depresi,” katanya.

Hasil riset ini diterbitkan di jurnal Consciousness and Cognition.

BTemplates.com

Categories

Kamera CCTV Palembang

Popular Posts

Blog Archive