• Jumat, Juli 16, 2010
  • Administrator
Mabes Polri telah menangkap penyebar pertama video porno Ariel, pria berinisial RJ tersebut ditangkap polisi tadi pagi dan kini sudah ditahan di Polwiltabes Bandung.

Hal tersebut diungkapkan Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Poliri Edward Aritonang dalam jumpa persnya di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat (16/7/2010).

Edward mengungkapkan RJ adalah seseorang teknisi editing rekaman yang sering melakukan pengeditan lagu-lagu band Peterpan. Akan tetapi, polisi tidak mau menyebutkan identitasnya.

Dalam kesempatan itu, Edward mengaku tidak mengetahui apakah RJ memiliki hubungan dengan K, yang juga diduga menyebarkan video Ariel. "RJ serahkan (video) ke K? (penyelidikan) belum sampai ke situ," katanya.

Dalam kesempatan itu, polisi telah memeriksa 10 orang yang diduga penyebarkan video Ariel. Sebelumnya, polisi menduga video pertama diedarkan oleh K dan didapatkan dari A.

Akan tetapi, siang ini penyidik meyakini bahwa RJ adalah pelaku pertama yang menyebarkan video tersebut. okezone.com
  • Jumat, Juli 16, 2010
  • Administrator


Dengan keterampilan dan keahliannya, Fatah Mahendra (28 Tahun,) Warga Desa Nguling, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan Jawa Timur, kulit keong dan kerang laut di sulap menjadi berbagai karya boneka cantik yang memiliki cita rasa tinggi.

Tak hanya itu, boneka dari kulit keong dan kerang, hasil karya pemuda pengangguran tersebut, kini sudah menjadi sebuah lapangan pekerjaan baru yang dapat menghasilkan pundi-pundi Rupiah.

Ia mengaku, ide pembuatan boneka berbahan kulit keong dan kerang laut ini, tercetus saat pergi ke laut dan menjumpai kulit keong dan kerang banyak yang berserakan di pantai.

Menurutnya, dari pada berserakan menjadi sampah laut, kulit keong dan kerang itu lebih berharga dibentuk menjadi sebuah kerajinan tangan yang menarik.

Untuk membuat boneka kulit kerang, sebesanrnya mudah. Awalnya, kulit keong dan kerang dicuci dengan pembersih, kemudian dijemur diterik matahari.

Setelah kering, kulit-kulit keong dan kerang dibentuk menjadi sebuah boneka sesuai ukuran yang diinginkan, dengan menggunakan lem perekat khusus.

Usai pembentukan tubuh dan wajah, kulit kerang dirangkai menjadi sebuah boneka utuh. Selanjutnya, boneka yang lucu-lucu ini pun dipacking dan siap dipasarkan.

Masalah harga, boneka kulit kerang ini dijual sangat murah, yakni hanya 2500 hingga 5000 rupiah, tergantung ukuran kecil atau besar. ”Memang harganya sangat murah agar terjangkau kalangan bawah”, ujar Mahendra.

Meski baru setahun menekuni pekerjaan barunya ini, namun, omzetnya pun cukup lumayan. Dalam satu bulan, mampu meraup antara 2 hingga 3 juta.

Meski baru hanya di pasarkan di pasar lokal Jawa Timur saja, namun ia berharap suatu saat usahanya mampu berkembang dan menembus pasar nasional.
Sebuah video yang diunggah ke YouTube memperlihatkan armada pesawat tak dikenal melayang di atas langit Kemang, Jakarta Selatan. Mungkinkah itu sebuah aliens. Tapi sepertinya itu hanya sebuah rekayasa saja, dengan edit video ini bisa dilakuka. Terlepas dari itu semua lumayanlah editannya, ini dia videonya.
  • Jumat, Juli 16, 2010
  • Administrator
 Galaksi terjauh berhasil diungkap oleh teleskop Hubble

Setelah beberapa waktu yang lalu duniakita telah memposting tentang keberhasilan Teleskop Hubble dalam menangkap ledakan bintang yang berbentuk mutiara,Teleskop Hubble yang bulan telah berusia 20 tahun berhasil memperluas penglihatan kita terhadap alam semesta dan menimbulkan misteri baru.

Bagi pihak yang pengetahuannya tentang sains didapat sedikit demi sedikit dari media, astronomi tampak sedang naik daun. Dan memang benar.

Kita berhasil membuat satu konsensus tentang bagaimana alam semesta raya kita yang terus meluas menciptakan berbagai galaksi, bintang dan planet -melalui panas yang padat yang dimulai 14 miliar tahun lalu.

Kita bisa meletakkan keseluruhan sistem tata surya ke dalam satu skenario besar yang terus berkembang hingga ke saat terjadi Big Bang -satu era ketika semua lebih panas dari pusat bintang dan menambah skala waktu selama beberapa detik.

Hanya dalam waktu sepuluh tahun terakhir kita bisa mengetahui bahwa sejumlah besar "dunia" ternyata ada pada orbit bintang-bintang lain.
Butterfly Nebula

Foto Hubble "butterfly nebula" memperlihatkan tahap akhir satu bintang


Foto Hubble "butterfly nebula" 
memperlihatkan tahap akhir satu bintang

Teknik yang kini ada tidak cukup sensitif untuk menemukan satu planet yang sama dengan bumi, namun planet-planet yang berhasil diketahui sejauh ini -kebanyakan memiliki ukuran seperti Jupiter atau Saturnus yang merupakan planet raksasa dalam sistem tata surya kita- bisa jadi merupakan yang terbesar dalam sistem planet lain yang sama menariknya dengan sistem planet kita.

Jika ada kehidupan di Mars, kehidupan itu pasti akan sangat primitif.

Tetapi apakah planet-planet yang mengorbit bintang-bintang yang baru ditemukan itu bisa mengandung biosfir yang sama rumitnya dengan biosfir Bumi, dan mungkin juga ditempati oleh mahluk hidup yang intelijen?

Pertanyaan ini sekarang bisa dijawab dengan serius.

Saat ini terdapat upaya pencarian transmisi yang mungkin merupakan "hasil produk satu mahluk".

Proyek-proyek ini dibiayai secara swadaya: mereka kesulitan mendapat dana dari pemerintah karena topiknya terbebani oleh hubungan "berbelit" dengan UFO dan sebagainya.


Peta 3 dimensi Hubble zat pembentuk bintang dan galaksi

Bahkan jika kita kemudian tidak bisa mengerti hasil penelitian itu, kita akan bisa belajar bahwa "intelejensia" bukan semata-mata dimiliki dan berada di dalam tengkorak manusia, tetapi ada juga di tempat lain.

Melihat ke masa lalu

Sekarang kita perluas lagi pandangan terhadap alam semesta kita. Galaksi kita, dengan ratusan miliar bintang, sama dengan jutaan galaksi lain yang tertangkap oleh teleskop besar.

Andromeda, galaksi besar yang paling dekat dengan kita berjarak dua juta tahun cahaya jauhnya. Bintang-bintangnya mengorbit dalam satu potongan miring.

Beberapa ratus galaksi terdekat lain -yang berjarang sekitar 300 juta tahun cahaya- telah dipetakan secara rinci.

Dan disaat kita menjelajahi ruang angkasa lebih jauh, kita semakin jauh menjelajah ke masa lalu (karena cahaya yang kini menyinari kita dipancarkan sejak lama sekali): yang kita rasakan adalah bahwa alam semesta sekarang sama seperti saat masih berusia muda dan lebih saling berdekatan.

Sekarang kita bisa melihat lebih jauh lagi ke belakang.
Hubble nasa

Peta 3 dimensi Hubble zat pembentuk bintang dan galaksi

Diantara gambar-gambar yang diambil oleh teleskop ruang angkasa Hubble yang paling mengesankan adalah foto yang memperlihatkan satu kumpulan awan kecil, berukuran kurang dari seperseratus wilayah yang bisa dijangkau bulan purnama.

Jika dilihat dengan teleskop berukuran sedang, kumpulan ini akan tampak benar-benar kosong.

Namun teleskop jarak jauh yang sangat sensitif ini berhasil memperlihatkan ratusan sinar cahaya redup -satu miliar lebih rdup dari bintang yang bisa dilihat dengan mata biasa.

Namun setiap sinar cahaya redup itu adalah satu galaksi, dengan luas ratusan tahun cahaya, yang tampak kecil dan redup karena jaraknya yang sangat jauh dari bumi.

Ada satu rentangan waktu yang besar yang memisahkan kita dengan galaksi-galaksi terpencil itu.

Mereka dilihat ketika mereka baru saja terbentuk: kita melihat ke masa lalu, lebih dari 90% dari waktu ke Big Bang.

Masa awal

Galaksi-galaksi terpencil ini belum menjejakkan diri pada "baling-baling" yang berputar dengan stabil seperti Andromeda.

Sebagian terutama terdiri dari gas bercahaya yang tersebar yang belum menyatu menjadi bintang.

Jika kita amati Andomeda, kadang kita bertanya-tanya apakah ada mahluk lain yang juga sedang memperhatikan kita.

Mungkin memang ada.

Tetapi pasti tidak ada mahluk hidup di galaksi terpencil. Bintang mereka tidak mempunyai cukup waktu untuk mengubah hidrogen murni menjadi karbon, oxygen dan silikon -jenis atom yang diperlukan oleh planet dan kehidupan.

Tetapi bagaimana dengan di masa depan? Enam juta tahun dari sekarang, saat matahari tidak lagi bersinar, galaksi-galaksi akan semakin lebih menyebar, dan lebih redup karena populasinya pun menua, dan gas yang diproduksi yang penting untuk membentuk bintang baru pun berkurang.

Tetapi apa yang akan terjadi setelah itu?

Satu penemuan mengejutkan yang dibantu oleh teleskop Hubble menunjukkan bahwa galaksi-galaksi itu menyebar dalam kecepatan yang meningkat, akibat pengaruh satu tenaga misterius.

Oleh karena itu perkiraan situasi di masa depan yang paling jitu adalah alam semesta akan terus berkembang, dan menjadi lebih kosong, lebih gelap dan lebih dingin.

Kita bisa perkirakan nasib kehidupan nanti: kehidupan bisa punah; tetapi di sisi lain kehidupan bisa mencapai satu tingkat dominasi yang bisa mempengaruhi keseluruhan alam semesta.

Kemungkinan kedua adalah satu kisah fiksi ilmiah, tetapi tidak bisa dianggap sebagai satu khayalan semata karena hanya diperlukan waktu kurang dari satu miliar tahun untuk membuat seleksi alam menentukan perubahan dari organisme multi selular pertama menjadi biosfir Bumi saat ini (termasuk manusia).

Lalu bagaimana dengan awalnya?

Satu bagian kecil awal sejarah kedua alam semesta masih terselubung misteri, karena kondisi saat itu -kepadatan, suhu dan sebagainya- sangat sulit dipecahkan lewat simulasi di laboratorium.

Di sinilah kita memasuki satu situasi dimana para pembuat teori hanya bisa berspekulasi.

Salah satu sampul majalah kesukaan saya memperlihatkan satu lingkaran merah dengan penjelasan berbunyi "Bumi saat berusia bermilyar milyar milyar detik -- ukuran sebenarnya".

Teori populer mengatakan bahwa alam semesta kita "dibesarkan" dari satu lingkaran kecil yang sangat padat, dan karena pengaruh tenaga perpecahan alam semesta yang lebih kuat dari kekuatan yang membuat galaksi semakin berpencar saat ini.

Dalam dua dekade ini, teleskop Hubble berhasil memperluas penglihatan terhadap alam semesta kita - setelah, seperti biasa dalam sains, kemajuan ini menimbulkan satu misteri baru yang akan menjadi tantangan bagi pakar astronomi di masa depan dan membuat pihak yang tertarik dengan alam semesta semakin ingin tahu.

sumber info

BTemplates.com

Categories

Kamera CCTV Palembang

Popular Posts

Blog Archive