• Senin, November 07, 2011
  • Administrator

Bambu, identik dengan pagar anyam atau bangunan rumah rumah di pedesaan. Namun tidak bagi seorang pengrajin di Temanggung, Jawa Tengah. Bambu yang berharga murah disulap menjadi barang seni yang mempunyai nilai lebih dan cocok untuk hiasan rumah. Bahkan kerajinan miniatur bambu ini telah merambah pasar ekspor.


Tidak ada barang yang tidak berguna. Mungkin itulah pepatah yang ada di benak Darmawan, warga Kelurahan Suronatan, Temanggung. Dengan keterampilan yang di milikinya serta peralatan yang sederhana, seperti gergaji, gunting, cutter serta lem kayu, Darmawan merubah sisa potongan bambu menjadi barang hiasan yang mempunyai nilai tinggi.

Berbagai kerajinan dari hasil karyanya diantaranya miniatur kursi, tempat handphone, kapal, rumah adat minang dan berbagai bentuk lainnya. Keuletan dan kesabaran adalah modal penting dalam mengembangkan usahanya tersebut.

Untuk pembuatan kerajinan dari bahan serba bambu tersebut, dalam sehari dirinya dapat membuat sedikitnya 10 buah untuk jenis miniatur kursi handphone dan bedug. Sementara untuk kerajinan seperti miniatur kapal dan rumah gadang, harus membutuhkan waktu paling tidak selama 3 hari.

Harga miniatur bambu ini, dijual dengan harga bervarisasi mulai dari 25 Ribu hingga 250 Ribu Rupiah. Selain menggelar dagangannya di pinggir jalan alun-alun kota Temanggung, pemasaran produk rumahan ini juga merambah ke berbagai kota di Indonesia bahkan ke luar negeri, Prancis, Australia, Jepang dan negara-negara lain. Selain itu juga sering menerima pesanan untuk keperluan resepsi pernikahan berupa souvenir.

Dalam setiap bulannya rata-rata dapat dihasilkan kerajinan sebanyak 100 buah. Namun jika ada pesanan khusus, ia dibantu oleh empat orang tenaga lainnya untuk mengejar target sesuai dengan pemesanan. Namun produksinya akan terhambat jika pada musim hujan, sebab akan terkendala dalam proses pengeringan bahan baku.

 GO
  • Senin, November 07, 2011
  • Administrator
Nama besar pulau Komodo di manggarai Barat Nusa Tenggara Timur, tak bisa dilepaskan dari keberadaan kampung Komodo yang berdekatan dengan Portal Loh Liang Pulau Komodo dengan pekerjaan pokok warganya adalah nelayan. Setelah adanya regulasi Balai Taman Nasional Komodo yang melarang mereka menangkap ikan diperairan Taman Nasional Komodo, ratusan nelayan di kampung ini pun bertumpu pada pembuatan patung Komodo.

Untuk menuju kampong Komodo, perlu menempuh perjalanan laut dari labuan bajo menuju kampung Komodo selama empat jam. Kampung tua yang dihuni sekitar 1500 jiwa tersebut, selain suku Komodo yang mendominasi, terdapat tiga suku lain yang di dalam kampung yang luasnya kurang lebih 2.000 meter tersebut, yakni suku Bugis, Bima dan Manggarai dengan mayoritas penduduknya beragama Islam.

Tipe rumah tradisional di Kampung Komodo adalah “rumah panggung” yang terbuat dari kayu. Biasanya, kolong rumah dijadikan sebagai tempat untuk duduk santai di atas “dipan” kayu yang sengaja dibuat untuk tuan rumah beristirahat di sore hari bersama keluarga.

Pasca adanya regulasi Balai Taman Nasional Komodo sepuluh tahun lalu yang melarang nelayan menangkap ikan di perairan taman nasional Komodo, menjadikan warganya kembali menggeluti usaha warisan pembuatan patung Komodo sebagai pekerjaan pokok menggantikan profesi asli mereka sebagai nelayan.


Kampung Komodo tidak memiliki seni kerajinan lain selain usaha pembuatan patung Komodo yang terbuat dari kayu waru tersebut. Patung Komodo merupakan sumber kehidupan warga yang di jual di pintu masuk loh liang.

Di Loh Liang (Pulau Komodo) memang disediakan area khusus bagi masyarakat Kampung Komodo yang ingin menjual patung hasil karyanya. Banyak wisatawan yang berkunjung ke Loh Liang membeli patung-patung komodo yang tersedia dalam berbagai ukuran sebagai suvenir atau buah tangan untuk keluarga dan teman di negara asal.

Penghasilan yang diraup, tergantung dari ramai tidaknya kunjungan wisatawan yang datang. Harga terendah patung Komodo dijual dengan harga 25 Ribu Rupiah, hingga Tiga Juta Rupiah tergantung bentuk dan ukurannya.

 GO

BTemplates.com

Categories

Kamera CCTV Palembang

Popular Posts

Blog Archive