• Senin, Agustus 10, 2009
  • Administrator


Dimulai pada 14 Agustus hingga 18 Agustus kedepan, diharapkan semua komponen masyarakat untuk kibarkan bendera merah putuh satu tiang penuh. Himbauan pengibaran bendera merah putih selama satu hari penuh ini disampaikan Ketua Umum panitia penringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-64 RI Lamongan Fadeli.

Dikatakannya, himbauan ini bukan hanya berlaku untuk lembaga atau instansi pemerintah saja. Namun juga berlaku untuk lembaga atau instansi swasta, tempat ibadah, rumah-rumah penduduk dan berbagai fasilitas umum lainnya. “Masyarakat diharapkan mulai memasang satu bendera penuh mulai 14 Agustus nanti. Ini hanya bagian kecil dari sumbangsih kita untuk merah putih yang telah diperjuangkan dengan taruhan nyawa oleh para pahlawan. Ini juga diupayakan sebagai partisipasi untuk menghargai dan mengisi kemerdekaan yang kini telah kita nikmati, “ kata Fadeli.

Fadeli juga sampaikan berbagai kegiatan menyambut HUT RI ke-64 sudah mulai digelar sejak bulan Juli lalu. Sementara kedepan mulai dari gerak jalan dari berbagai tingkatan, Sholat Hajat, Apel Perenungan Suci, hingga pengukuhan anggota pasukan pengibar bendera (paskibra) akan diadakan minggu ini hingga menjelang pelaksanaan upacara detik-detik proklamasi pada 17 Agustus mendatang di Alun-alun Kota Lamongan.

Untuk gerak jalan berbagai tingkatan akan digelar secara beruruntun mulai besok (Selasa, 11/7). Dikatakannya, untuk tingkat SD/MI dilaksankan Selasa (11/7), tingkat SMP/SMA pada hari Rabu dan gerak jalan karyawan pada hari Kamis. Semuanya mengambil start dan finish di depan Pendopo Lokatantra setempat. Demikian pula lomba lari kemerdekaan 10 kilometer juga akan digelar pada minggu ini.

“Sementara sebelum dilakukannya upacara detik-detik proklamasi kemerdekaan RI pada 17 Agustus pagi, akan dilakukan Sholat Hajat di Masjid Agung Lamongan dan pengukuhan anggota paskibra kabupaten di Pendopo Lokatantra pada 16 Agutus malam harinya. Selanjutnya pada tengah malam 16 Agutus akan dilakukan Apel Kehormatan dan Perenungan Suci di Taman Makam Pahlawan (TMP), “ ujar dia.

Masih dalam rangkaian peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-64, lanjut Fadeli, seusai upacara detik-detik proklamasi berbagai kegiatan masih akan digelar. Seperti ziarah nasional di TMP setempat, pemberian santunan tali asih pada janda pahlawan dan veterang perang serta santunan untuk anak yatim piatu. “Sedangkan karnaval kemerdekaan mulai dilaksanakan sejak 18 Agustus mendatang. Hiburan rakyat juga dijadwalkan dilaksanakan pada tangal yang sama di malam harinya, “ kata Fadeli.

  • Senin, Agustus 10, 2009
  • Administrator


Sebagian besar pasien Puskesmas di Gresik mengeluhkan antrian pendaftaran diloket yang terlalu lama. Selain lamanya antrian. Kenyataan ini didapati oleh tim surveyor yang mendatangi 2 lokasi Puskesmas yaitu, Puskesmas Duduksampeyan dan Puskesmas Sukomulya, pada Akhir Juli dan Awal Agustus 2009.

Selama seminggu, tim Surveyor yang beranggotakan tokoh masyarakat, LSM dan pihak Dinas Kesehatan ini langsung turun ke kerumunan pasien di 2 Puskesmas yaitu Puskesmas Duduksampeyan dan Puskesmas Sukomulyo. Beberapa temuan lapangan yang dilaporkan pihak Surveyor ke Bagian Organisasi, Setda Gresik antara lain, Banyak pasien perempuan menginginkan adanya dokter Spesialis kandungan dan anak. Pasien didua Puskesmas ini juga mengeluhkan tentang dokter jaga yang tidak ada serta jam layanan yang tidak on time.”loket belum buka padahal pasien sudah banyak yang antri” ujar Aris salah seorang pasien.

Beda tempat, tentu beda pula pengaduan yang disampaikan pasien. Di Puskesmas Sukomulyo misalnya. Pasien Puskesmas yang terletak di Areal Pemukiman Gresik Kota Baru (GKB) sebelah utara ini banyak mengeluhkan tentang petugas Puskesmas yang kurang ramah dan minimnya penjelasan diagnosa terhadap pasien. Bahkan banyak diantara pasien di Puskesmas ini menyatakan bahwa petugas obat kurang cepat dan obat yang diterima kurang manjur.

Sedangkan Pasien di Puskesmas Duduksampeyan banyak mengeluhkan fasilitas umum di Puskesmas tersebut kurang memadai. Hal ini seperti disampaikan oleh seorang pasien yang bernama M. Zainuddin.” Kalau hari Senin seperti sekarang ini sulit untuk memarkir kendaraan. Terpaksa saya harus menunggu di tepi jalan. Mestinya Puskesmas ini menyediakan tempat parkir yang lebih luas karena letaknya di tepi jalan raya” ujarnya.

Tentang kegiatan survey yang telah dilaksanakan di 2 Puskesmas tersebut, Kepala Bagian Organisasi Setda Gresik, Malahatul Fardah menjelaskan, Survey dilaksanakan sejak Selasa (28/7) dan berakhir hingga Selasa (11/8). Kegiatan survey ini sebagai program dari Tahun peningkatan pelayanan Publik 2009 yang terlah dicanangkan oleh Bupati Gresik beberapa saat yang lalu.

Program ini merupakan kerjasama antara Pemkab Gresik, Kementerian Negara dan Pendayagunaan Aparatur Negara serta didukung oleh Pemerintah Federasi Jerman melalui Deutsche Gesellschaft feur Technische Zusammenarbeit (GTZ). ”sampai Sabtu (8/8) kami telah melaksanakan survey kepada 2246 orang masing-masing 1157 pasien Puskesmas Sukomulyo dengan 3748 pengaduan yang kami kelompokkan menjadi 24 macam jenis keluhan. Sedangkan di Puskesmas Duduksampeyan ada 1089 orang pasien responden dengan 5996 pengaduan, pengaduan tersebut kami kelompokkan menjadi 31 jenis.

Dari survey tersebut kami mendapat pengaduan Survey yang kami lakukan ini merupakan satu tahapan penerapan manual praktis peningkatan pelayanan public berbasis partisipasi masyarakat. Output dari program ini yaitu janji layanan dan rekomendasi perbaikan. (sdm, Humas Pemkab Gresik)

BTemplates.com

Categories

Kamera CCTV Palembang

Popular Posts

Blog Archive