• Selasa, Maret 10, 2009
  • Administrator

Ada yang berbeda di Masjid Al Innabah. Siang itu, Selasa (10/3) dari dalam masjid yang berdiri di lingkungan Pemkab Gresik ini terdengar suara tawa yang sambung-menyambung. Ternyata timbulnya suara tawa itu kerena joke yang disampaikan oleh KH. Imam Hambali dalam memberikan ceramah Maulid. Gaya ceramah Imam Hambali memang khas. Dia yang selama ini menjadi host pada ceramah agama komedi di salah satu TV Swasta tak henti-hentinya mengocok perut sekitar 1000 orang PNS yang hadir.

Keberadaan Kyai yang humoris memang disengaja, menurut kabag Humas M Hari Syawaluddin, agar ada yang berbeda. Seperti yang disampaikan Bupati Gresik, Dr. KH. Robach Ma’sum, Drs, MM saat memberikan pidato pengantar, katanya”tentu gaya pak Kyai Imam Hambali ini berbeda dengan yang lain. Maka kami ingin gaya ceramah agama kali ini seperti gaya pak Kyai saat mengisi acara cangkrua’an. Mungkin dengan gaya cangkru’an ini bisa lebih mengena dari pada yang resmi-resmi” ujar Bupati.


Seperti yang dilaporkan Sekda Gresik, Dr. Husnul Khuluq, Drs, MM sebelumnya bahwa peringatan Maulid Nabi ini salah satu upaya untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Salah satu upaya untuk membangun karakter building dan moral building. “Selain menambah syiar juga meningkatkan kinerja dan kesejahteraan rakyat” Ujarnya.

Ceramah Imam mengungkap tentang kisah seorang Pemuda yang buruk rupa dan jujur. Karena kejujuran Pemuda tersebut, maka sang Kyai yang menjadi juragannya tertarik dan mengambil menantu si buruk rupa. Kendati tanpa konfirmasi dengan putrinya, namun tak dinyana tak diduga, si perempuan anak pak kyai yang cantik jelita tersebut tidak menolak. Jadilah dia sepasang suami isteri. Tentu kisah itu hanya sekelumit dari kisah lengkapnya. Tentu dengan bumbu yang lucu khas gaya Imam Hambali. Jadilah Ceramah agama saat itu seperti penampilan seorang pelawak. Tentu Imam masih tetap menjaga ritme ceramahnya tersebut sehingga pesan yang disampaikan tetap mengena sesuai koridor agama.(sdm, Humas Pemkab Gresik)

  • Selasa, Maret 10, 2009
  • Administrator


Meski pemilihan umum legislatif akan di laksanakan 1 bulan kedepan. namun berbagai logistik kelengkapan pemungutan suara di Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lamongan Jawa Timur, banyak yang rusak, sperti ribuan kotak dan kertas suara.

Sesuai jumlah hak pilih, kebutuhan kertas suara di Lamongan mencapai 4.300.000 lebih. Saat ini, pelipatan kertas suara masih dalam proses pelipatan. Rencananya, pihak KPUD Lamongan akan menuntaskan pelipatan tersebut pada hari Jumat mendatang.


Namun, pihak KPUD menemukan 3.000 kertas diantaranya dalam kondisi rusak. Jenis kerusakan beragam, mulai dari sobek hingga salah potong dan lain sebagainya.

Selain kertas suara, KPUD Lamongan juga mengalami kekurangan kotak suara sebanyak 6000 unit dari total kebutuhan yang mencapai 13 ribu unit lebih untuk 3.400 TPS. Hal ini disebabkan banyaknya kotak suara yang rusak.

kotak suara yang digunakan sejak pemilu 2004 lalu ini mengalami kerusakan serius. mulai dari kerusakan kunci hingga kotak suara yang bentuknya tidak utuh.

Jika kondisi ini tidak segera di atasi, pihak KPUD Lamongan memperkirakan pemilu legislatif, bisa berjalan tidak sempurna. Apalagi, sejumlah kawasan di Lamongan, masih di landa banjir luapan sungai bengawan solo, yang beberapa desa di antaranya, terisolir.

“Untuk itu, kita segera meminta KPU Propinsi mengusahakan penyelesaian sesegera mungkin” ujar Iskandar, salah seorang anggota KPUD Lamongan.

Iskandar menambahkan, saat ini pihaknya tengah mengumpulkan berbagai informasi untuk mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi, jika persoalan di atas tidak segera di atasi.

“Sampai saat ini, kami masih belum mendapatkan kepastian dari KPUD Propinsi, tentang jadwal penyelesaiannya” tambah Iskandar.

  • Selasa, Maret 10, 2009
  • Administrator


Masyarakat juga bisa diberikan pelatihan tanggap bencana. Sehingga ketika bencana datang, tanpa menunggu ditolong sudah bisa melakukan tindakan-tindakan darurat. Terutama untuk masyarakat yang berada di daerah yang berpotensi besar terlanda bencana. Seperti desa-desa di Kabupaten Lamongan sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo yang sering kena luapan air.
Hal tersebut disampaikan Abdul Azizi Ketua Bidang Organisasi Pengurus Pusat Palang Merah Indonesia (PMI) saat menghadiri Pencanangan Pelaksanaan Awal Operasional Pengurus Ranting Kecamatan PMI se Kabupaten Lamongan di Gedung Korpri setempat, Selasa (10/3). Menurutnya, Ranting PMI yang berada di setiap kecamatan adalah garda terdepan penanganan bencana. “Ketika bencana terjadi, yang pertama bergerak adalah PMI yang berada di ranting-ranting ini, “ kata dia.


Kalau bisa, lanjut dia, nanti bisa dibentuk anak ranting PMI di pedesaan. Terutama untuk desa yang sering terkena bencana. “Dengan adanya anak ranting PMI di sebuah desa, masyarakatnya bisa diberikan pelatihan tanggap penganggulangan bencana. Sehingga ketika bencana datang, sebelum pertolongan lebih lanjut dari pemerintah datang, masyarakat sudah bisa melakukan tindakan-tindakan awal, “ papar dia.

Pada kesempatan itu Abdul Aziz juga sampaikan ditiadakannya bantuan alat reagen dari pemerintah pusat melalui Departemen Kesehatan. Alat ini sendiri berfungsi untuk melakukan pemeriksaan kemungkinan penyakit yang terkandung dalam darah seperti HIV, Sipilis, maupun hepatitis A dan B. Sehingga akan ada penambahan ongkos pengolahan darah.

Sementara Bupati Lamongan Masfuk dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas dioperasionalkannya ranting PMI di kecamatan. Namun pada kesempatan itu dia juga berharap agar PMI yang baru diresmikan ini jangan hanya sebatas formalitas saja. “Bekerja di PMI adalah kerja sosial, kerja untuk akherat. Jadi jangan sampai PMI ini hanya sekedar formalitas saja. Kalau terjadi bencana jarus menjadi yang pertama bergerak. Selain itu juga harus bisa back up Pak Wabup (Tsalits Fahami) selaku Ketua Pelaksana Harian Satlak PB Lamongan dengan memberi laporan ke sana, “ tutur dia.


Pencanangan Pelaksanaan Awal Operasional Pengurus Ranting Kecamatan PMI se Kabupaten Lamongan ditandai dengan penyematan rompi PMI kepada pelindung PMI di ranting, yakni camat setempat oleh Masfuk yang juga pelindung PMI Cabang Lamongan. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua PMI Cabang Lamongan Sudjiman dan Sekkab Fadeli.

Sesuai dengan PP no 18 tahun 1980, darah memang tidak diperjualbelikan. Sementara biaya yang selama ini dikeluarkan oleh masyarakat untuk mendapatkan darah tersebut adalah ongkos untuk pengolahan darah, bukan untuk darah itu sendiri. Sejak Februari 2009, ongkos pengambilan darah di PMI Lamongan yang merupakan jejaring untuk tiga kabupaten yakni Lamongan, Bojonegoro dan Tuban, sudah mengalami kenaikan seiring ditiadakannya subsidi reagen oleh pemerintah pusat. Untuk kantong darah bagi rumah sakit negeri dan puskesmas yang sebelumnya Rp 120 ribu perkantong, ongkosnya kini naik menjadi Rp 200 ribu perkantong. Sementara untuk rumah sakit swasta dari sebelumnya Rp 170 ribu perkantong naik menjadi Rp 250 ribu perkantong.

Seperti disampaikan Sudjiman, kebutuhan kantong darah di Lamongan berkisar 600 kantong sebelumnya. Sementara kemampuan supply oleh PMI Lamongan sekitar 300 kantong setiap bulannya. Sehingga untuk menutupi kekurangan itu sering diambilkan dari Unit Transfusi Darah Surabaya. Sampai dengan Selasa siang, stok darah di PMI untuk golongan B kosong, sementara untuk darah golongan A tinggal 1 kantong dan darah golongan 0 masih ada 19 kantong.

Sumber : Humas Pemkab Lamongan

  • Selasa, Maret 10, 2009
  • Administrator

Pada pidato kenegaraan peringatan hari Proklamasi 17 Agustus 1966, Presiden Soekarno menegaskan, Surat Perintah 11 Maret yang menjadi awal peralihan kekuasaan ke pemerintahan Soeharto, bukanlah penyerahaan kekuasaan, melainkan perintah pengamanan jalannya pemerintahan, pengamanan ajaran Presiden serta perintah pengamanan pribadi presiden..

Menurut Soekarno, mandat yang di terima dari MPRS ialah membangun bangsa dari kemerosotan jaman kolonial untuk menjadi bangsa yang merdeka dan maju di abad ke-20. Dan mandat tersebut, hingga saat berpidato tersebut, masih terus di emban dan MPRS belum mencabut mandat.


Presiden Soekarno juga mengutuk Gestok atau G 30 S/PKI yang membunuh 6 Jenderal sebagai gerakan merongrong kewibaan Negara. Untuk itu, Presiden telah mendirikan Mahkamah Militer untuk mengadili pihak-pihak yang bersalah.

Meski tersirat perasaan kecewa kepada Mayjend Soeharto, namun, Soekarno berterima kasih karena Soeharto bisa melaksanakan tugas dengan baik. Berikut ini Pidato Presiden Soekarno selengkapnya :



BTemplates.com

Categories

Kamera CCTV Palembang

Popular Posts

Blog Archive