• Minggu, Juni 14, 2009
  • Administrator


Tim Kampanye Sby-Budiono Cabang Lamongan Minggu siang (14/06/2009)di deklarasikan di gedung pemuda dan olah raga, Lamongan Jawa Timur. Tim kampanye yang terdiri dari berbagai unsur dari partai pengusung pasangan SBY-Budiono itu, menargetkan meraup 60 persen suara pemilih di Lamongan.

Lebih dari 600 simpatisan dari berbagai partai politik pengusung pasangan SBY-Budiono, mengikuti deklarasi tim kampanye SBY-Budiono Cabang Lamongan.

Pimpinan partai politik para pemenang Pemilu Legislatif April lalu juga tampak dalam deklarasi ini. Mereka juga menjadi bagian dari tim kampanye SBY-Budiono pada Pemilihan Presiden 8 Juli mendatang.

Di banding dengan beberapa daerah lainnya, deklarasi tersebut tergolong lambat, karena H-24 baru terdeklarasi.

Meski demikiian, tim sukses ini optimis bias meraih suara mayoritas dalam Pilpres mendatang.

Fatkhur, Ketua DPC Partai Demokrat Lamongan mengatakan, tim kampanye SBY-Budiono di Lamongan menargetkan perolehan suara pada pemilu mendatang sebesar 60 persen. Jumlah tersebut didasarkan pada perolehan suara partai politik pada pemilihan legislatif April lalu.

Namun jumlah tersebut bisa tercapai, jika masing-masing partai pengusung SBY-Budiono yang terdiri dari lebih dari 12 Partai Politik tersebut bisa konsisten dan bekerja secara optimal.

  • Minggu, Juni 14, 2009
  • Administrator


Sekitar 50 ribu umat hadiri Dzikir dan Haul Akbar dalam peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-440 di alun-alun setempat, Minggu (14/6). Pendiri Jamaah Al Khidmah, KH Akhmad Asrori Al-Ishaqi pimpin doa penutup pada kegiatan yang menampilkan Habib Taufiq Assegaf dari Pasuruan sebagai penceramah tersebut.

Selain itu, Dzikir dan Haul Akbar itu juga diikuti Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Mohammad Nuh, Ketua Jamaah Al Khidmah Jatim KH AGus Adib Fanani, KH Akhmad Fatkhur Arifin (Surabaya), KH Hilmi Akhmad (Surabaya) dan Habib Salim Bahrun (Gresik) serta Abdullah Al Hadad (Surabaya). Sementara dari Lamongan, Bupati Masfuk, bersama Wabup Tsalits Fahami dan Sekkab Fadeli serta sejumlah muspida dan ulama setempat terlihat hadir.

Dalam sambutannya, Menkominfo sampaikan esensi kegiatan yang dilangsungkan dalam rangka sambut HJL 440 tersebut. Dikatakannya, apa yang sedang dilakukan itu adalah bagian dari keinginan pribadi, masyarakat dan komunitas untuk menjadi orang-orang, masyarakat dan komunitas yang sholeh.

Terkait HJL ke-440, disampaikan Menkominfo, ada tiga hal yang harus diperhatikan, yakni reflektif, introspektif dan perspektif. Dengan melakukan refleksi diri, lanjut dia, berarti mengambil teladan apa yang pernah dilakukan para pendahulu. Kemudian introspektif adalah kegiatan evaluatif di masa sekarang dan perspektif adalah bagaimana berfikir apa yang akan dilakukan dimasa mendatang. “Kalau ini dilakukan InsyaAllah akan memberi faedah (manfaat). Tidak boleh putus asa, serta mewujudkan manfaat itu dalam bentuk ilmu, “ pesan dia.

Sementara Masfuk dalam sambutannya berharap kalimat istighfar dan do’a yang baru saja dilafalkan dibarengi dengan perjuangan. “Tanpa perjuangan, kalimat istighfar dan do’a tidak akan cukup, “ ujar dia. Dilanjutkannya, seperti halnya yang telah dilakukan adipati pertama Lamongan Rangga Hadi yang dilantik pada 10 Dzulhijah 440 tahun lalu, pembangunan di Lamongan saat ini adalah implementasi dari do’a dan perjuangan.

“Sejarah Lamongan adalah sejarah sejarah religius. Sejarah religius itu diawali dengan dilantiknya Rangga Hadi pada 10 Dzulhijah yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha oleh Sunan Giri. Rangga Hadi sendiri yang bergelar Tumenggung Surajaya juga dalam membangun Lamongan diiringi dengan perjuangan dan do’a, “ kata dia. (arf, Humas Pemkab Lamongan)

BTemplates.com

Categories

Kamera CCTV Palembang

Popular Posts

Blog Archive