• Jumat, Mei 15, 2009
  • Administrator

Jika anda akan menjual komputer bekas, Harddisk, Flashdisk, Memory serta media penyimpanan data lainnya, sebaiknya data di harddisknya di hapus terlebih dahulu, karena khawatir data tersebut di buka orang lain untuk kemudian di salah gunakan. Contoh kasus dalah penyebaran foto mesum dan lain sebagainya yang hanya berawal dari keengganan kita menghapus file yang ada di media penyimpanan tersebut.

Namun, menghapus file dengan cara konvensional belum cukup aman, karena masih ada software recovery untuk mengembalikan file-file yang sudah terhapus. Software recovery, terbukti mampu mengangkat kembali file yang sudah terhapus sekian lama, jika proses penghapusannya menggunakan cara manual dengan mengetik petintah Delete di Dos Command atau dengan perintah Fdisk serta Format.

Sebuah solusi penghapusan file secara permanent bisa di temukan pada sebuah piranti bernama Active KillDisk milik LSoft Techologies. Dari namanya saja sudah bisa di tebak, yakni membunuh Disk. Software ini mampu menghapus file dalam media penympanan secara permanent dan tidak bisa di recovery lagi baik oleh software recovery maupun yang lainnya.

Cara menjalankan Killdisk :

1. Pasang Kill bootable Floppy Disk di drive A
2. Tekan Ctrl + Alt + Delete untuk me-restart komputer
3. Gunakan panah atas atau bawah untuk memilih drive
4. Tekan tombol Enter untuk menghapus drive satu persatu
5. Waktu penghapusan, tergantung ukuran disk dan jumlah file
6. Keluar dari utilitas
8. Untuk memastikan hasil penghapusan, rebooting komputer
9. Jika sukses, komputer tidak akan bisa loading.

Untuk mendowloadnya Active KillDisk v 3.1, klik di sini.

“Pak…pak… Ben 10 pak…”pinta si kecil, begitu melihat film komedi Mr. Bean selesai. Maksudnya meminta saya agat memindahkan channel ke saluran yang memutar film Ben 10. Setiap sore menjelang malam merupakan kebiasaaan anak pertama saya yang masih berusia 2 tahun melihat acara film favoritnya di salah satu channel TV, mulai dari Mr Bean kartun yang dilanjutkan Mr.Bean yang beneran dan terakhir Ben 10. Ben 10 sendiri adalah film yang mengisahkan tentang seorang bocah yang dapat mengubah dirinya menjadi alien untuk memerangi kejahatan. Pada saat melihat 3 film tersebut anak saya sering menirukan gaya dari tokoh idolanya tersebut…yang jelas bikin saya bahagia (lucu dan menggemaskan….). Begitu juga kalau lagi jalan ke Mall, si kecil juga akan melakukan hal yang sama begitu ada counter/toko yang memajang foto/gambar/patung salah satu tokoh favoritnya.

Kembali ke dampak Ben 10 terhadap anak, hasil survey yang dilakukan oleh The Baby Website ini melibatkan 3.000 orang tua, dan 70% yang memiliki anak di bawah 7 tahun mengatakan bahwa anak-anak itu sering bermimpi seram gara-gara nonton Ben 10 dan Power Rangers. Lebih dari separuh responden juga menyampaikan bahwa acara-acara anak tersebut mendorong perilaku yang kurang baik. Masih dari hasil survey tersebut juga membuktikan 9 film lain yang tidak cocok ditonton anak-anak usia di bawah 7 tahun, yaitu Primeval, Doctor Who, Power Rangers, Teenage Mutant Ninja Turtles, Britannia High, Grizzly Tales for Gruesome Kids, Robin Hood, Hannah Montana, dan Horrid Henry.

Beberapa film anak memang dianggap terlalu menggambarkan kekerasan, dan inilah yang membuat anak-anak mengalami mimpi buruk. Masih menurut survei tersebut, film-film yang dimaksud juga memaksa anak untuk tumbuh terlalu cepat, dan mendorong perilaku yang buruk. Para orangtua menuduh stasiun TV telah membiarkan terlalu banyak kekerasan dan sikap agresif dalam acara-acara yang dikategorikan sebagai hiburan anak atau keluarga.

Akibat berbagai tayangan tersebut, sekitar 2/3 orangtua mengaku kebingungan saat memutuskan, program apa yang pantas ditonton anak-anak. Para orangtua ini berharap ada sertifikasi usia disebutkan sebelum acara dimulai. Mereka juga mendesak agar stasiun TV yang menayangkan Doctor Who, Robin Hood, dan Primeval, serial fiksi ilmiah yang menampilkan mahluk-mahluk futuristik yang mengejar manusia, memindahkan jam tayangnya setelah pukul 21.00.

Masih dalam survey tersebut, Kathryn Crawford editor The Baby Website mengatakan, "Semua anak menderita akibat mimpi buruk tersebut. Tidak perlu diragukan lagi bahwa menonton kekerasan dan permusuhan yang tidak perlu di televisi telah memberikan kontribusi terhadap fenomena ini."

Nah kalau sudah begini gimana nich…?, padahal anak saya dan bahkan mungkin anak-anak yang lain juga menyukai film tersebut. Sekarang jadi bingung apakah hasil survey tersebut bisa mewakili seluruh anak-anak di dunia atau hanya sebagian saja. Jika hal tersebut dapat mewakili, gimana cara mengubah perilaku agar anak tidak menonton tayang tersebut?
[yahoo news/kompas]

BTemplates.com

Categories

Kamera CCTV Palembang

Popular Posts

Blog Archive