Tampilkan postingan dengan label Pemda Lamongan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemda Lamongan. Tampilkan semua postingan




Beragam cara dilakukan untuk melestarikan tradisi dan budaya. Menjelang lebaran serta mengisi acara kemerdekaan Pemerintah Daerah menggelar lomba musik patrol. Lomba yang berlangsung di depan Pendopo Lokatantra setempat ini diikuti sebanyak 45 orang. Yang menarik, diantara peserta tersebut Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan yang notabene adalah ibu-ibu ikut berpartisipasi dan rela untuk begadang, selasa (23/8).



Peserta loba kali ini nampaknya cukup antusias karena selain akan memeperebutkan Piala Bupati Lamongan, juga piala Kapolres dan Dandim 0812. Tercatat ada dua peserta dari luar kota Lamongan. Yakni grup Dot Net Percussion dari Kota Surabaya dan Opo Jare dari Plumpung Kabupaten Tuban.



Seperti disebutkan Plt Sekkab Yuhronur Effendi, peserta akan dinilai berdasar kriteria kekompakan tim. Yakni yang meliputi unsur koreografi, lagu yang dinyanyikan dan daya pikat. Juga akan dinilai aspek akselerasi yang meliputi instrumen patrol dan musik pendukung serta penilaian tata busana.



Lomba Patrol dibuka dengan penampilan di atas panggung oleh tim Budoyo Sejati dari Desa Moronyamplung. Selanjutnya semua peserta berkeliling Kota Lamongan sepanjang dua kilometer dengan kendaraan.



“Ini adalah keberhasilan panitia dalam merangakai acara. Namun saya harapa harus bijak membagi waktu agar jangan sampai menjelang shubuh acara baru selesai, ujar Fadeli saat memebri sambutan. Lomba itu sendiri baru dimulai pada pukul 21.30.



Kedepan, dia berharap event serupa agar terus diselenggarakan karena musik patrol sudah melekat dan menjadi bagian dari ibadah puasa warga setiap Ramadhan. “Bahkan tanpa dikomando, setiap waktu sahur tiba tiap-tiap kelompok musik patrol dari RT dan RW turun ke jalan untuk membangunkan warga dilingkungan masing-masing,” tandasnya. Tampak hadir dalam kesempatan itu jajaran muspida, Kepala SKPD dan Camat.



Pelataran Jalan A Yani yang berada di antara pasar di pusat Kota Lamongan Jawa Timur sejak awal Ramdahan kemarin disulap mejadi pasar dadakan. Disana sekitar 68 pedagang kaki lima menggelar dagangannya. Mereka menjual berbagai barang kebutuhan selama berpuasa.

Siang itu yang menyengat menjelang waktu Dzuhur, Anshori, salah seorang pedagang di Pasar Ramadhan terlihat melayani dua orang ibu-ibu pembeli. Terjadi tawar menawar harga antara Anshori dan ibu-ibu itu yang kemudian di susul dengan ditebusnya dua bungkus kurma dagangannnya. Tak berapa lama kemudian seorang bapak-bapak datang. Tanpa menawar harga, dia langsung membawa pulang kurma seharga Rp 13 ribu dalam kemasan seperempat kilogram.

Dia bersama saudaranya menggelar dagangan buah kurma. Buah yang seolah sudah menjadi menu wajib selama bulan puasa umat Islam tersebut.

Berbagai jenis buah kurma digelar dalam lapaknya. Mulai kurma termurah yang dijual Rp 6 ribu perseperempat kilogram hingga yang termahal Rp 25 ribu perseperempat kilogramnya. Menurut dia, pembeli memang lebih suka membeli kurma dalam kemasan seperempat kilogram.

Untuk kurma jenis Nagil dijual oleh Anshori Rp 6 ribu perseperempat kilogram dan jenis Golden Fail dijualnya Rp 7.500 perseperempat kilogram. Kemudian ada juga jenis Rabbi yang harganya Rp 13 ribu perseperempat kilogram. Sementara yang termahal adalah jenis Palem Fail dengan harga Rp 25 ribu perseperempat kilogram.

Pasar yang dikoordinatori PD Pasar Lamongan bersama paguyuban PKL pasar tersebut akan digelar selama bulan puasa berlangsung. Selain buah kurma, banyak juga pedagang yang menjual kembang api dan kue-kue kering.


Selambatnya pada 31 Desember 2011, semua personal computer (PC) milik instansi pemerintah diharuskan sudah menggunakan perangkat lunak (software) legal. Untuk memenuhi target tersebut, Pemkab Lamongan kini mengebut migrasi semua PC miliknya agar menggunakan perangkat lunak legal tak berbayar.

Disebutkan oleh Kepala Kantor Pengolahan data Elektronik (KPDE) Lamongan Hurip Tjahyono, saat ini ada sekitar 600 unit PC di (Pemkab) Lamongan. Jumlah itupun menurut dia belum termasuk unit notebook. Sementara yang sudah dimigrasi menggunakan Open Source Software (OSS) ubuntu dengan basis Linux mencapai 180 unit.

“Jika semua unit PC harus menggunakan operating system (OS) maupun perangkat lunak perkantoran legal berbayar, diperkirakan akan butuh dana sekitar Rp 3 miliar.

Sementara OSS ubuntu yang sudah kami instalkan di 180 unit PC tersebut tak berbayar dan legal. Bahkan di dalam perangkat lunak ubuntu dengan kode karmic koala itu sudah termasuk aplikasi perkantoran semacam word dan excel, “ ujarnya saat membuka Bimtek instalasi dan pengoperasian OS, Senin (18/7) di Ruang Sabha Nirbawa Pemkab Lamongan.

Karena itu, lanjut dia, selama empat hari kedepan diadakan Bimtek bagi semua SKPD termasuk kecamatan. Selama Bimtek, staf yang dikirim akan dilatih tata cara penginstalan Linux ubuntu, pengenalan program office linux dan penggunaan e mail. Di kesempatan itu dia juga mewanti-wanti agar PC milik SKPD yang sudah terinstal OSS agar tidak di instal ulang dengan OS lain, kecuali dengan perangkat lunak legal.

Seperti diketahui, 31 Desember 2011 adalah batas akhir migrasi sesuai peraturan dalam Surat Edaran Menkominfo Nomor 5/2005 tentang Pemakaian dan Pemanfaatan Penggunaan Piranti Lunak Legal di Lingkungan Instansi Pemerintah. Serta Surat Edaran Menkominfo nomor 01/2009 tentang Pemanfaatan Perangkat Lunak Legal dan Open Source Software (OSS). (Humas Pemda Lamongan)


Neno Warisman, artis yang kini juga menjadi praktisi home schooling dan pendidikan alternatif mengkritisi paradigma orang tua kini dalam mendidik anaknya yang cenderung materialistik, hanya untuk materi. Dia menyebut dunia pendidikan Indonesia dan orang tua kini hanya percaya dengan angka untuk mengukur kecerdasan anak.

Orang tua cenderung berfikir bagaimana pendidikan ankanya setelah SD kemudian SMP, SMA hingga mencari kerja untuk menumpuk materi. “Kita orang tua menyerahkan pendidikan anak kita di sekolah. Sementara di sekolah, kecerdasan anak-anak kita hanya diukur dari angka-angka ujian. Ini adalah kesalahan besar yang sudah berlangsung sejak tahun 1905 ketika diciptakan konsep bahwa kecerdasan bisa diukur secara obyektif melalui angka IQ, intelegence qoutient, “ tegasnya saat menjadi pembicara seminar kecerdasan anak di Auditorium Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan, Rabu (13/7).

“Tidak adil dan tidak islami jika anak dilihat kelemahannya dulu baru kemudian diakui kecerdasannya, “ imbuh dia. Dia menyebut paradigma materialistiklah yang melahirkan generasi Indonesia yang sekarang. Generasi sama yang saat ini duduk di gedung dewan dan melakukan korupsi, bahkan oleh mereka yang berasal dari partai berlabel Islam sekalipun.

Dia kemudian mencontohkan seorang siswa yang tidak dinaikkan kelas karena nilai matematikanya jelek. Padahal dia siswa itu memiliki kecerdsan visual sehingga bis amnghasilkan karya visual yang sangat berkualitas. Hal itu disampaikannya agar ibu tidak serta merta menilai anak hanya dari kecerdasan logika saja.

Disebutkannya, selain kecerdasan logika, ada tujuh kecerdasan lain. “Tugas orang tua untuk mengawal anak agar tumbuh berkembang sesuai potensi kecerdasan yang dimiliki. Bukan atas penilaian angka semata, “ ucap dia dalam seminar yang dibuka Ketua Tim Penggerak PKK Lamongan Mahdumah Fadeli tersebut.

Itu disampaikannya berdasar teori kecerdasan majemuk atau multiple intellligence yang dikemukakan Howard Gardner. Delapan kecerdasan itu diantaranya adalah kecerdasan verbal/bahasa, logika/matematika, spasial/visual, tubuh/kinestetik, musical/ritmik dan kecerdasan spiritual. Sementara sejak awal 2010 mulai dikenalkan lagi teori kecedasan berdasar ajaran Rasulullah.

Neno Warisman yang juga salah satu deklarator dan pendiri Asosiasi Sekolah Rumah dan Pendidikan Alternatif Indonesia itu berharap mulai sekarang, dimulai dari ibu, untuk merubah paradigma tersebut. “Ibu bertanggung jawab menghadirkan ke dunia putra putri akherat. Dan itu hanya bisa terjadi jika kita mau kembali pada metode Rasul mendidik generasi di masanya dulu, “ ujarnya.

Ditegaskan olehnya, dalam mendidik anak harus selalui diingat empat pilar karakteristik manusia utama. Yakni Shiddiq (tidak berdusta), Amanah (dapat dipercaya), Fathonah (tajam akal) dan Tabligh (memulai dari sendiri dan memberi keteladanan). “Anak sejak dini harus diajarkan tentang kejujuran. Karena kejujuran inilah yang akan melandasi semuanya, “ kata dia.

Terkait tumbuh kembang anak, Mahdumah Fadeli menyebutkan saat ini PKK sedang gencar mengambangkan posyandu plus. Yakni posyandu yang dipadukan dengan kegiatan pendidikan anak usia dini (PAUD). Bahkan kini jumlah PAUD di Lamongan berkembang hingga mencapai 1.016 lembaga. (arf, Humas Pemda Lamongan)


Ada yang berbeda dalam Lomba Blog Interaktif Guru dalam rangka Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-442 tahun ini. Pesertanya kali ini diharuskan membuat desain web blog (blog) di hadapan panitia. Hal tersebut untuk mengantisipasi peserta yang blognya dibuatkan orang lain.

Di prediksi, Puluhan guru kembali akan berkompetisi dalam Lomba Blog Interaktif Guru dalam rangka HJL. Kegiatan itu adalah bagian dari kampanye pemanfaatan teknologi informasi (TI) sebagai media pembelajaran.

“Siswa kini sudah tidak awam dengan dunia maya. Karena itu diharapkan pengajar juga bisa menyesuaikan dengan kecepatan perkembangan siswanya. Salah satunya bisa dengan memanfaatkan blog sebagai media pengajaran yang selaian efektif juga lebih efisien, “ ujar Kepala Kantor Pengolahan Data Elektronik (KPDE) Hurip Tjahyono melalui Kabag Humas dan Infokom Anang Taufik, Senin (23/5).

Dijelaskan pula olehnya, mulai tahun ini peserta lomba diharuskan membuat desain blognya langsung di hadapan panitia. “Ini hanya sebagai penegas saja bahwa blog yang didesain benar-benar milik guru bersangkutan. Tahun lalu peserta tinggal mengirim alamat blognya ke panitia via email. Semoga dengan aturan baru ini akan bisa semakin meningkatkan mutu media ajar yang dibuat guru di blognya,“ imbuhnya.

Selain Lomba Blog Interaktif Guru, KPDE tahun ini juga Menggelar Kompetisi Film Pendek Tingkat Pelajar. kompetisi film pendek tersebut diharapkan bisa menjadi wadah pelajar untuk menyalurkan bakat kreatif siswa dalam pembuatan film tentang wisata, kuliner dan produk ungulan di Lamongan. Kompetisi ini dikususkan untuk pelajar SMP dan SMA sederajat.

Film yang dikirimkan ke panitia haruslah film dengan ide yang orisinal dan belum pernah diikutsertakan dalam lomba sejenis. Sementara penggunaan bahasa, panitia tidak akan membatasi penggunaan bahasa dalam film pendek tersebut. Selama tidak mengandung unsur SARA, peserta dibebaskan memilih bahasa yang digunakan. Baik itu bahasa daerah maupun asing. Tentunya dengan konsekuensi harus menyertakan terjemahannya dalam Bahasa Indonesia.


Dalam Hari Jadi Lamongan ke-442 tahun ini, Pemda Lamongan menggelar lomba Film Pendek (Tour Short Film) bagi pelajar. Program ini merupakan media bagi pelajar yang memiliki ketertarikan dalam dunia film.

“Kabupaten Lamongan beberapa tahun ini telah mengalami perkembangan pesat, terutama industri wisatanya. Sementara di sisi lain, kini banyak sekolah kejuruan yang membuka program multimedia. Sehingga lewat kompetisi film pendek yang kami adakan ini diharapkan bisa menjadi wadah pelajar untuk menyalurkan bakat kreatifnya dalam pembuatan film tentang wisata, kuliner dan produk ungulan di Lamongan, “ ungkap Kepala Kantor Pengolahan Data Elektronik (KPDE) Hurip Tjahyono melalui Kabag Humas dan Infokom Anang Taufik.

Menurut dia, masih banyak potensi wisata di Lamongan yang bisa diangkat selain WBL dan Mazoola wilayah pantura. Lamongan juga kaya akan kuliner yang bisa dimunculkan selain nasi boran dan soto. “Kami berharap akan muncul ide-ide kreatif yang memunculkan potensi dari berbagai penjuru Lamongan. Sehingga bisa dijadikan ide segar untuk pengembangan potensi Lamongan kedepan, “imbuhnya.

Dia berharap bagi peserta pelajar SMP dan SMA agar mengirimkan film dengan ide yang orisinal dan belum pernah diikutsertakan dalam lomba sejenis. Dia juga mengatakan panitia tidak akan membatasi penggunaan bahasa dalam film pendek tersebut. “Selama tidak mengandung unsure SARA, peserta dibebaskan memilih bahasa yang digunakan. Baik itu bahasa daerah maupun asing. Tentunya dengan konsekuensi harus menyertakan terjemahannya dalam Bahasa Indonesia, “ ujarnya.

Pendaftaran peserta sudah dimulai sejak 27 April lalu dan ditutup 19 Mei. Sedangkan pengumuman pemenang akan dilakukan pada 25 Mei di email resmi Pemkab Lamongan. Pendaftarannya sendiri dilakukan secara online di kpde@lamongan.go.id atau di kantorpde@yahoo.com. Detail persyaratn lomba juga bisa dilihat di website resmi Pemkab Lamongan www.lamongankab.go.id.




Maharani Zoo and Gua Lamongan (MZL) punya atraksi baru untuk menarik pengunjung salah satu ikon wisata di Jatim tersebut. Atraksi yang atraktif itu adalah feeding bird atau memberi makan burung di dalam habitatnya.

Sejak diresmikan pada tahun 2009 lalu, MZL kini telah memiliki koleksi 350 hewan eksotis dunia dari 115 jenis spesies. Termasuk dalam koleksi MZL adalah sejumlah hewan albina (berpigmen kulit putih). Dan yang paling langka adalah jenis Singa Putih Afrika. “Bahkan Singapoore Zoo tidak memiliki singa putih ini, “ ungkap Kabag Humas dan Infokom Anang Taufik.

MZL kini juga memiliki atraksi memberi makan burung parkit Sun Conure di dalam kandang besarnya. Atraksi ini menjadi salah satu unggulan MZL karena sangat atraktif. Atraksi ini memberikan sensasi pada pengunjung seolah memberi makan burung paruh bengkok dari Amerika Selatan ini din habitat aslinya.

Karena atraksinya dilakukan dalam kandang yang sangat luas lengkap dengan pepohonan yang rindang. Burung ini sendiri masuk dalam daftar sepuluh burung parkit tercantik oleh sejumlah pengamat, “ ujarnya.

Selain atraksi memberi makan burung, di MZL kini juga jangan heran jika melihat ada orang utan yang bebas berjalan-jalan di areal seluas 2,7 hektar tersebut. Karena orang utan bernama Soni itu juga bagian dari atraksi di sana. Pengunjung bisa dengan bebas berfoto dengan hewan enndemik Pulau Kalimantan itu.

MZL memiliki sejumlah hewan eksotis dari Negara Afrika Selatan, Amerika dan Republik Ceko Diantara binatang yang menjadi pusat perhatian adalah Singa Putih, Caracal dan Serval Cats dari Afrika Selatan serta hewan Coatimundi dari Republik Ceko.Pengunjung Mazoola, terutama dari kalangan pelajar akan bisa mendapatkan pengalaman dan pengetahuan tentang dunia hewan yang tidak bisa ditemui di tempat lain. Karena hewan-hewan yang ada adalah hewan langka dan eksotis. Ini sesuai dengan konsep entertaintment and education yang disusung MZL.

Dia mencontohkan dua ekor Singa Putih (Panthera Leo) dari Afrika Selatan adalah singa albino. Kemudian dua ekor Caracal (Caracal caracal) yang juga sering disebut Kucing Lynx karena memiliki kemiripan dengan Kucing Lynx yang memiliki telinga unik berantena. Sementara Serval Cats (Leptallutus Serval) juga memiliki keunikan tersendiri. Karena jika tidak cermat, pasti akan mengira hewan ini Cheetah. ”Serval jika dilihat seksama memiliki pola binitk-bintik seperti Cheetah namun dengan ukuran tubuh lebih kecil dari Cheetah, ” trang dia.

Beberapa hewan baru tersebut yang berasal dari Afrika Selatan diantaranya Kudu, Blesbuck, Impala, Gemsbuck, Nyala dan Springbuck. Sementara yang berasal dari Benua Amerika seperti Lama, Ferret, Racoon, Zebra, Mini Horse dan Nilgai. Dari Republik Ceko hanya dua jenis binatang, yakni masing-masing tiga ekor Bennet Wallabies dan Coatimundi. Mazoola sendiri menempati areal seluas 2, 7 hektar yang berada tepat di seberang WBL.

Sementara Gua Maharani tetap dipertahankan kekesotisannya. Bahkan, untuk menambah daya tariknya, seusai keluar dari mulut gua, pengunjung Mazoola kini bisa menikmati wahana Geological. Wahana ini berisi koleksi bebatuan eksotis dari berbagai penjuru dunia.

Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (Dishub LLAJ) Provinsi Jawa Timur berencana akan mengembangkan jalur angkutan pemadu moda (port shuttle service) dengan asal dan tujuan Bandara Juanda, Surabaya. Salah satu jalur baru tersebut adalah dari Bandara Juanda-Gresik-Lamongan (Paciran) Pulang Pergi (PP).

“Berdasar suarat dari Dishub dan LLAJ Jatim pertengahan Januari lalu, memang dipertimbangkan akan ada pembukaan angkutan pemadu moda baru dari Bandara Juanda menuju Paciran. Tepatnya di Terminal Terpadu yang berada di lokasi pelabuhan ASDP Paciran, “ ungkap Kepala Dinas Perhubungan Lamongan Bambang Hadjar Purwono melalui Kabag Humas dan Infokom Anang Taufik.

Angkutan pemadu moda itu, lanjut dia, direncanakan sebagai angkutan pelayanan untuk TKI, pariwisata dan umum. Di Paciran sendiri terdapat wisata maritim yang menjadi andalan Lamongan dan Jatim, yakni Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan Maharani Zoo and Gua Lamongan (MZL). “Saat ini rencana ini sudah sampai tahapan untuk melakukan survey shelter. Yakni terkait lokasi-lokasi yang digunakan sebagai tempat pemberhentian angkutan di sepanjang jalur Juanda-Gresik-Lamongan, “ ujarnya.

Seperti tertuang dalam surat Dishub LLAJ Jatim perihal pertimbangan angkutan pemadu moda, sarana yang akan digunakan adalah kendaraan bus dengan kapasitas tempat duduk 27 seats sampai dengan bus 40 seats. Kendaraan itu akan dilengkapi fasilitas penyejuk udara serta tempat duduk untuk menaruh bagasi di ruang kabin.

“Kami dari Dishub Lamongan dimintai pertimbangan terkait lokasi tempat pemberhentian untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Tentunya lokasinya harus mengutamakan keamanan dan kemudahan serta tidak harus di terminal. Sehingga jika belum ada fasilitas shelter akan dibuatkan yang baru. Dishub LLAJ Jatim juga mensyaratkan agar angkuta yang baru tersebut tidak menimbulkan gesekan dengan moda lainnya yang sudah ada, kata dia.

Nantinya, kata dia, akan dibuat pengaturan operasional angkutan pemadu moda agar tidak diperbolehkan menaikkan penumpang di sepanjang jalur trayeknya, kecuali di Bandara Juanda. “Namun angkutan pemadu moda ini dapat menurunkan penumpang di tempat pemberhentian yang ditentukan, “ tuturnya. “Berdasar rapat terakhir 20 Januari lalu, untuk mencegah terjadinya persaingan dengan bus regular antar kota dalam propinsi (AKDP), dipersyaratkan tarifnya lebih tinggi dari tarif bus non ekonomi (patas) namun lebih rendah dari taxi, “ imbuh dia.

Dalam surat bernomor 551.21/176/104/2011 tersebut, disebutkan akan ada delapan trayek baru lainnya selain tujuan Paciran/Lamongan. Yakni Bandara Juanda-Malang-Blitar PP, Juanda-Batu PP, Juanda-Pasuruan-Probolinggo-Jember-Kediri-Tulungagung-Trenggalek PP. Selain itu juga ada trayek Juanda-Madiun-Ponorogo PP, Juanda-Bangkalan PP dan Juanda-Bungurasih (Surabaya) PP.


Sepanjang tahun 2010 ini, ada 11 pegawai di Pemkab Lamongan yang menerima sanksi hukuman disiplin. Derajat hukumannya beragam, mulai dari sanksi disiplin ringan, sedang hingga hukuman disiplin berat.

Data tersebut diungkapkan Inspektorat Lamongan Ismunawan saat Gelar Pengawasan Daerah tahun 2010 di aula pertemuan sebuah hotel setempat, Kamis (30/12). Dengan rincian, satu orang menerima hukuman disiplin ringan berupa pernyataan tidak puas secara tertulis dan lima orang menerima hukuman disiplin sedang. Jenis hukuman disiplin sedang yang dijatuhkan ini mulai dari penundaan kenaikan gaji berkala selama satu tahun hingga pemberhentian pembayaran gaji.

Sementara lima orang pegawai lainnya dijatuhi hukuman disiplin berat. Rinciannya, dua orang dihukum pembebasan dari jabatan, satu orang pemberhentian tidak dengan hormat sebagai CPNS dan dua orang menerima hukuman pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS.

Dari hasil pemeriksaan insidentil Inspektorat sepanjang tahun 2010 itu, penyebab terbesar dari adanya temuan adalah akibat kelemahan administrasi, yakni di tataran ketatausahaan dan akuntansi. Yakni mencapai 437 item dari total 529 temuan.
Karena itu Inspektorat merekomendasikan agar dalam rekrutmen CPNS kedepan agar Badan Kepegawaian Daerah (BKD) memprioritaskan pada lulusan akuntansi. “Tenaga akuntansi ini nantinya terutama untuk diperbantukan di kecamatan yang sangat membutuhkan tenaga ahli administrasi keuangan, “ ujarnya.

Sementara Plt sekkab Nurroso berharap agar hasil temuan Inspektorat menjadi perhatian bagi masing-masing Kepala SKPD agar tidak kembali terulang di tahun depan. Dikatakan olehnya, pengawasan dilakukan untuk mendorong terwujudnya good governance melalui pengawasan internal.

“Pengawasan yang dilakukan oleh Inspektorat bukan untuk mencari-cari kesalahan semata. Tapi untuk menghindari penyimpangan secara dini serta memberikan solusi. Pengawasan tersbeut juga menjaga agar semuanya berjalan sesuai aturan formal yang berlaku demi mewujudkan akuntabiltas, “ kata dia.

Ada lima jenis pemeriksaan yang dilaksanakan Inspektorat. Yakni pengawasan reguler sebanyak 40 obyek yang diperiksa (obrik), pemeriksaan insidentil 89 obrik, pemantauan pelayanan publik 60 objek pantau (obtau), pengawasan pembangunan daerah atau proyek sebayak 600 kegiatan dan penanganan pengaduan kasus yang masuk sebanyak 44 kasus.


Di Jawa Timur, sekitar 500 ibu hamil meninggal setiap tahunnya. Sehingga setiap hari ada 1 atau 2 ibu yang meninggal. Kematian itu sebagian besar karena pendarahan, infeksi, maupun keracunan saat kehamilan. Karena itu diperlukan langkah nyata untuk pencegahan komplikasi kehamilan, terutama di wilayah pedesaan.

“Satu dari enam ibu hamil mengalami komplikasi. Setiap ibu hamil mempunyai resiko mengalami komplikasi, walaupun telah mendapat intensitas dan perawatan yang baik selama masa kehamilan. Jika ibu hamil yang komplikasi sampai kekurangan darah, akan rentan mengalami kematian, “ papar Kepala Seksi Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Jatim Dian Islami saat menjadi pembicara dalam Seminar Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) di Pendopo Lokatantra Lamongan, Kamis (11/10).

Disampaikan Dian, ibu hamil yang mengalami komplikasi dapat diselamatkan nyawanya asala mendapat pertolongan yang memadai dan tepat waktu. Dilanjutkan olehnya, pemeriksaan kehamilan dan persalinan oleh tenaga kesehatan terampil dapat mencegah kematian ibu hamil. “Pelayanan gawat darurat yang sesuai juga bisa mencegah kematian pada ibu hamil, “ ucap dia dalam seminar yang diadakan Tim Penggerak PKK setempat tersebut.

Di kesempatan yang sama, untuk mencegah kematian ibu hamil akibat komplikasi, juga disosialisasikan gerakan P4K. Dengan gerakan ini, diharapkan meningkatkan peran suami, keluarga dan masyarakat yang difasilitasi bidan dalam perencanaan persalinan yang aman dan pencegahan komplikasi.

“Secara bertahap akan dibentuk kelompok kerja P4K di desa-desa. Kader P4K nantinya melakukan pendataan ibu hamil disertai data perkiraan waktu melahirkan, golongan darah dan rencana persalinan. Kader juga bertugas menyiapkan kelompok donor darah yang sewaktu-waktu dibutuhkan ibu hamil. Terkait donor darah ini bisa bekerja sama dengan puskesmas atau PMI, “ ujar Ketua TP PKK Lamongan Mahdumah Fadeli.
Data lengkap ibu hamil itu akan dicatat pula dalam sticker P4K yang ditempel di rumah bersangkutan. Dengan harapan, masyarakat sekitar juga bisa ikut berperan serta ketika seorang ibu hamil memerlukan pertolongan segera.


Guru SMPN 2 Babat, Nurhadi sukses meraih juara ketiga kompetisi e-learning (pembelajaran secara elektronik) melalui media weblog (blog) yang diselenggarakan Kementrian Pendidikan Nasional. Dalam Festtival Pendidikan 2010 tersebut, Nurhadi sukses melalui hadangan 2.500 peserta dari seluruh Indonesia.

Guru mata pelajaran Matematika tersebut sebelumnya sukses lolos ke babak grand final bersama 25 peserta lainnya. Grand finalnya sendiri digelar di Hotel Atlit Century Park Senayan, Jakarta pada 29 Oktober lalu.

“Dalam babak grand final tersebut dinagi dalam dua bidang lomba. Yakni media presentasi pembelajaran (MPP) dan e-learning. Kemudian bidang e-learning sendiri dibagi lagi menjadi tiga sub bidang. Yakni e-learning untuk perguruan tinggi, e-learning sekolah dan e-learning blog guru. Alhamdulillah saya berhasil meraih juara tiga bidang e-learning blog guru, “ kata dia.

Diungkapkan olehnya, para finalis di babak grand final harus melakukan presentasi di hadapan tim juri yang terdiri dari sejumlah dosen dari kampus terkemuka. Yakni dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Gajah Mada (UGM) dan Universitas Indonesia (UI). “Tampilan blog saya dapat dilihat di alamat http://kelaspaknurhadi.blogspot.com, “ imbuhnya.

Nurhadi sebelumnya sukses menjadi juara pertama kompetisi serupa di tingkat kabupaten yang diadakan Kantor Pengolahan Data Elektronik (KPDE) Lamongan. Menang di tingkat kabupaten mengilhami Nurhadi untuk membuat blog khusus kegiatan belajar mengajar. “Ternyata karya saya sukses masuk grand final tingkat nasional Festival Pendidikan 2010, “ pungkas dia.(arf, Humas Pemkab Lamongan)


Kunjungan kerja Perdana Menteri Republik Demokratik Timor Leste (Timor Leste) Kai Ralai Xanana Gusmao ke Lamongan Shorebase (LS) di Kecamatan Paciran/Lamongan ternyata untuk belajar mengembangkan industri perminyakan di negaranya. Dia tertarik dengan LS karena sesuai dengan konsep industri perminyakan yang akan dikembangkan di negaranya.

Dalam sesi jumpa pers, Xanana mengatakan pilihannya untuk belajar ke LS karena memiliki shorebase yang tidak terlalu besar tapi efektif. “Kami (Timor Leste) bukan negara yang besar. Karena itu shorebase yang ingin kami kembangkan tidak perlu besar. Yang penting efektif, seperti yang dimiliki Lamongan Shorebase ini, “ ujarnya saat di Board Room Perkantoran LS, Rabu (27/10).

Selain melakukan kunjungan kerja, saat di LS Xanana juga menyaksikan penyerahan sertifikat kelulusan delapan orang teknisi Timor Leste yang belajar di LS. Sebelumnya, Xanana bersama rombongan juga dipertontonkan demo sea safety training oleh delapan orang dari Timor Leste tersebut di dermaga LS. Mereka mempertontonkan prosedur teknis penyelamatan saat di perairan laut.

“Indonesia (LS) adalah negara pertama tempat kami mengirimkan teknisi untuk belajar terkait pengelolaan shorebase. Selain itu, kami juga telah memberikan beasiswa bidang geologi kepada sejumlah warga kami ke sejumlah negara. Termasuk beberapa diantara mereka kami kirim belajar di Indonesia. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk mengembangkan industri minyak di Timor Leste. Karena ini (perminyakan) penting untuk perekonomian Timor Leste, “ kata dia dengan Bahasa Indonesia yang tidak terlalu lancar.

Di kesempatan itu Xanana juga sempat menyampaikan belasungkawanya terkait sejumlah bencana yang terjadi di Indonesia. Yakni bencana letusan Gunung Merapu dan Gempa serta Tsunami di Kepulauan Mentawai. “Saya selaku Perdana Menteri dan mewakili rakyat Timor Leste menyampaikan belasungkawa pada Indonesia terkait bencana yang terjadi di (gunung) Merapi dan Mentawai, “ tutur dia.

Dalam kunjungan kerjanya itu Xanana didampingi Bupati Lamongan Fadeli, Gubenrur Jatim Soekarwo dan CEO PT Eastern Logistic (operator pelabuhan LS) David Lim. Selain itu Pangdam V Brawijaya juga Mayjend TNI Gatot Normantyo. Tingkat pengamanan di LS saat kunjungan Xanana juga diperketat. Selain pengamanan standar dari LS, juga ada pengamanan dari kepolisian serta TNI. Termasuk satu unit kapal perang TNI AL yang mengamankan perairan di dermaga LS.(arf, Humas Pemkab Lamongan)


Bayi Kembar Siam asal Lamongan, Mohammad Rafa Dinilla dan Mohammad Rafi Kaunilla sukses dipisahkan di RSUD dr Soetomo Surabaya. Kedua bayi pasangan Afifah (27) dan Dian Pitoyo (29) tersebut lahir dengan kondisi Abdomunopagus atau dempet perut dan liver menjadi satu.

Penyerahan dua bayi kembar siam itu, Senin pagi (18/10) dilakukan di RSUD dr Soetomo oleh direktur rumah sakit pelat merah tersebut, Slamet Yuwono Riyadi kepada Wakil Bupati Lamongan Amar Saifuddin, mewakili Pemkab Lamongan. Turut hadir saat itu, dekan Fakultas Kedokteran Unair Agung Pranoto serta Ketua Tim Pelayanan Bayi Kembar Siam RSUD dr Soetomo Agus Hariyanto. Juga hadir Ketua Tim Penggerak PKK Lamongan Ny. Mahdumah Fadeli dan Ny. Nurul Hidayati Amar Saifudin.

Menurut Agus Haryanto, kedua bayi pasangan yang tinggal di Jalan Veteran Kelurahan Jetis tersebut lahir pada 18 juni 2010 di RSUD Ibnu Sina Gresik melalui operasi Cesar. Kelainan yang dialami bayi itu adalah omphalocele, yakni dinding perut tidak normal dan tipis yang bisa pecah jika tidak ditangani serius. Kemudian juga mengalami hipospodia, atau suatau keadaan dimana lubang uretra terdapat di penis bagian bawah, bukannya di ujung penis.

“Hipospodia ini akan mengganggu kegiatan reproduksi di masa endatang. Karena itu keduanya masih perlu kontrol lagi di (RSUD) dr Soetomo, “ ujarnya. “Operasi yang dilaksanakan cukup singkat, hanya setengah jam, sementara persiapan operasinya satu setengah jam. Sehingga total waktu operasi yang dipimpin dr Poerwadi ini sukses berlangsung dalam dua jam pada 29 September lalu. Kondisi pasca operasi sekarang sudah stabil dan bekas luka cukup baik. Rafa saat lahir beratnya 5,6 kilogram dan Rafi beratnya 5,7 kilogram, keduanya bayi laki-laki, “ papar dia. Proses operasi itu sendiri menggunakan Harmonic Scalpel (sinar laser).

Sementara Slamet Yuwono Riyadi menyebut kesuksesan pemisahan bayi kedua dan ketiga pitri Afifah yang berprofesi sebagai bidan di Puskesmas Lamongan itu karena kerja tim dan bantuan teknologi. “Maksud kami bayi ini dikembalikan ke daerah, agar pasca operasi nantinya kedua bayi ini mendapat perhatian dari Pemkab Lamongan. Saran saya, agar rumah sakit daerah memantau terus kesehatan kedua bayi dan Dinas Kesehatan agar memantau kondisi kesehatan lingkungannya, “ kata dia. Dia menyebut, kasus Rafa Rafi ini adlah kasus kembar siam yang ditangani RSUD dr Soetomo.

Amar Saifudin sendiri menyebut Pemkab Lamongan siap membantu penanganan pasca operasi kedua bayi kembar siam yang menurut Wabup adalah yang pertama kali terjadi di Lamongan itu. “Bahkan seusai dari Suarabaya ini, PKK dipimpin Ibu Mahdumah Fadeli dan Nurul Hidayati akan langsung meninjau rumah kedua bayi ini. Saya mengucapkan terima kasih saya pada semua pihak yang telah membantu operasi Rafa dan Rafi. Insya Allah para dokter sekalian adalah ahli surga karena telah bekerja dengan hati demi kemanusiaan, “ ujar dia.

General Manager PT Askes Regional VII Mohammad Edison di kesempatan itu menyebut semua biaya operasi telah dibantu oleh PT Askes. Termasuk untuk sekitar Rp 17 juta biaya obat yang tidak masuk dalam daftar obat yang bisa dibiayai PT Askes. “Biaya operasi yang menjadi tanggungan PT Askes sebesar sekitar 50 juta. Sementara sekitar Rp 17 juta yang sebenarnya tidak menjadi tanggungan Askes juga sudah disetujui untuk dibiayai lewat Askes, “ ungkapnya.(arf, Humas Pemkab Lamongan)


Di minggu ketiga Bulan Agustus atau memasuki minnggu kedua Bulan Ramadhan 1431 Hijriyah, harga 15 komoditi di tingkat eceran mengalami penurunan. Berbeda dengan awal Ramadhan lalu ketika sejumlah harga kebutuhan pokok mengalami peningkatan harga. Data tersebut berdasar pantauan di empat kecamatan, yakni Pasar Sidoharj/Lamongan, Pasar Babat/Babat, Pasar Blimbing/Paciran dan Pasar Mantup/Mantup.

Diantara komoditi yang mengalami penurunan cukup besar adalah cabe rawit. Di pasar Sidoharjo, harganya turun Rp 10 ribu perkilogram dibanding harga jual minggu lalu yang sebesar Rp 40 ribu perkilogram. Demikian pula cabe merah besar juga turun Rp 7 ribu perkilogram dibanding harga jual minggu lalu yang sebesar Rp 25 ribu perkilogram di Pasar Mantup. “Nampaknya mulai terjadi penurunan permintaan sejumah komoditi. Ditambah melimpahnya stok sehingga harga mulai terkoreksi turun, “ ujar Kadinas Koperasi Industri dan Perdagangan (Diskopindag) Mursyid melalui Plt Kabag Humas dan Infokom Aris Wibawa.

Harga komoditi beras jenis IR64 kwalitas Dolog juga mengalami penurunan merata di empat pasar pantauan Diskopindag. Seperti di Pasar Babat, harga beras jenis ini turun Rp 200 perkilogram, dari harga minggu lalu Rp 5.400 perkilogram menjadi Rp 5.200 perkilogram di minggu ini. Sedangkan di Pasar Mantup turun Rp 100 perkilogram dari harga jual Rp 5.300 perkilogram di minggu lalu.

Komoditi lain yang banyak dikonsumsi masyarakat dan mengalami penurunan adalah telor ayam ras. Sempat menyentuh harga Rp 15 ribu perkilogram pada penjualan minggu lalu di Pasar Mantup, mingu ini dijual Rp 14 ribu perkilogram atau turun Rp 1000 perkilogram. Telur puyuh juga turun Rp 1000 perkilogram di Pasar Blimbing. Di minggu lalu, telur burung ini masih dijual dengan harga Rp 20 ribu perkilogram.

Meski ada 15 komoditi yang mengalami penurunan harga, masih ada dua komoditi yang harganya naik. Yakni tepung terigu dan telur bebek. Untuk tepung terigu dengan merk dagang Semar, secara merata naik Rp 200 perkilogram di empat pasar lokasi pantauan. Yakni dari Rp 4.800 perkilogram di minggu lalu menjadi Rp 5.000 perkilogram pada minggu ini. Kemudian telur bebek kenaikan harga hanya terjadi di Pasar Sidoharjo. Yakni dari Rp 1.300 perbutir menjadi Rp 1.500 perbutir.


Sampai dengan awal bulan ini, dari total kapasitas normal Waduk Gondang yang mencapai 23 juta m3, masih terisi 75 persen. Jumlah tersebut setara dengan 17.458.400 m3. Kapsitas terisi tersebut tergolong tinggi jika dibandingkan dengan kapasitas terisi pada periode yang sama di tahun 2009 yang mencapai sekitar 10 jutaan m3.

Tingginya kapasitas waduk yang diresmikan mendiang Mantan Presiden Suharto pada 1987 itu, seperti disampaikan Kepala Dinas PU Pengairan Heru Sanjoto melalui Plt Kabag Humas dan Infokom Aris Wibawa, dipengaruhi masih tingginya curah hujan yang terjadi di Lamongan. “Dengan tingginya kapasitas terisi di (waduk) Gondang, berarti akan ada lebih banyak lagi areal persawahan di sekitarnya yang bisa diairi, “ ungkapnya kemarin.

Ketika terisi penuh, lanjut dia, Waduk Gondang bisa mengairi lahan pertanian hingga 8.412 hekatar. Namun selama ini dengan pengaturan distribusi irigasi yang baik, selama ini waduk di Kecamatan Sugio ini bisa dimanfaatkan untuk sekitar 10 ribu hektar lahan pertanian.

Tingginya curah hujan juga berpengaruh pada melimpahnya kapasitas terisi di waduk besar kedua di Lamongan, yakni Waduk Prijetan. Dari kapasitas maksimalnya yang mampu menampung hingga 9 juta m3, sampai saat ini masih terisi 5.471.475 m3. Di periode yang sama tahun lalu, kapasitas terisi waduk ini hanya sekitar 4 jutaan m3. Selama ini waduk Prijetan digunakan untuk mengairi sejumlah 4 ribu lahan pertanian di sekitarnya.

Selain dua waduk besar tersebut, Lamongan memiliki sejumlah 44 tandon air untuk memenuhi kebutuhan pertanian. Dengan rincian, 33 unit waduk dan 11 unit rawa-rawa seperti Rawa Semando, Cungkup dan Rawa Bulu. Keseluruhan kapasitas maksimal waduk dan rawa di Lamongan mencapai 107 juta juta m3¬.

Sementara data Dinas Pertanian Kehutanan Lamongan menyebutkan, dari sasaran produksi padi pada musim tanam 2009/2010 yang ditetapkan sebesar 834.368 ton dengan perkiraan produktivitas rata-rata 63,59 kwintal perhektar, sampai dengan Juni lalu produksi padi Lamongan sudah mencapai 545.287 ton dengan rata-rata produktivitas mencapai 66,82 kwintal perhektar. Sementara dari sasaran tanam (target) 135.290 hektar, sampai dengan Juni realisasi tanamnya sudah mencapai 129.287 hektar. Dari realisasi tanam tersebut, sampai Juni lalu sudah ada 81.602 hektar lahan padi yang dipanen. Sehingga masih ada lebih dari 40 ribu hektar yang belum dipanen.

Sementara komoditi kedelai malah sudah melampaui sasaran tanam yang ditetapkan. Dari 18.367 hektar yang ditetapkan, realisasi tanamnya mencapai 20.348 hektar. Sedangkan dari sasaran produksi yang ditetapkan 25.548 ton, sampai Juni lalu sudah tercapai produksi kedelai mencapai 21.738. Padahal masih ada kesempatan panen hingga Desember nanti.


Pengembangan kawasan pantura menjadi industri maritim terus berlanjut. Kali ini Pemkab Lamongan berencana membangun Pelabuhan Brondong di Desa Sedayulawas/Brondong. Di pelabuhan yang baru ini, kapal besar hingga berbobot mati 1000 Death Weight Ton (DWT) akan sanggup bersandar.

Seperti diungkapkan Kepala Badan Lingkungan Hidup (KaBLH) Lamongan Aris Wibawa, rencana pembangunan Pelabuhan Brondong menjadi pelabuhan maritim adalah bagian dari pengembangan pelabuhan lama yang sebelumnya berstatus pelabuhan rakyat. “Pelabuhan Brondong ini nantinya akan sanggup dijadikan lokasi sandar kapal barang atau cargo ship dengan berat antara 200 hingga 1000 DWT, “ ujarnya saat membuka Sosialisasi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Pembangunan Pelabuhan Brondong di Ruang Sabha Dyaksa komplek perkantoran Pemkab setempat, Kamis (12/8).

Sosialisasi tersebut, sambung Aris, dilaksanakan sebagai wadah konsultasi dengan masyarakat yang terkena dampak di wilayah lokasi pembangunan Pelabuhan Brondong. “Masukan serta usulan dari masyarakat terkait pembangunan pelabuhan ini akan sangat penting bagi pemrakarsa pembangunan Pelabuhan Brondong. Dari situ bisa disiapkan langkah antisipasi terhadap dampak negatifnya. Seperti sedimentasi, perubahan arus laut, polusi dan dampak ekonomi serta sosialnya. Sementara dampak positifnya akan terus dikembangkan“, urai dia.

Pelabuhan Brondong itu sendiri memerlukan lahan darat seluas 8,47 hektar dengan panjang 358 meter dan lebar 220 meter. Dengan prasarana fisik utama yang akan dibangun adalah dermaga dengan panjang 300 meter dan lebar 11 meter. Sementara kolam pelabuhan direncanakan berkedalaman hingga 4 meter LWS (low water sea atau surut terendah). Di kolam tersebut, dimater kolam putarnya (turning basin) direncanakan sebesar 192 meter.

Kemudian pada areal fasilitas darat yang berupa lahan reklamasi akan disediakan bangunan Kantor Administrasi Pelabuhan , Gudang Barang dan Lapangan Penumpukan atau stock yard. Data tersebut seperti disampaikan Titin dari PT Aka Adya Prakarsa, Surabaya, konsultan Amdal Pembangunan Pelabuhan Brondong. Sejumlah tokoh masyarakat Kecamatan Bondong diundang dalam sosialisasi itu. Diantaranya Camat Brondong beserta muspika setempat, Kades Sedayulawas dan pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lamongan. Sementara dari Pemprov Jatim diwakili Kurniawan dari Dinas Perhubungan dan LLAJ serta Sunarta, Kabid Pengawasan dan Pengendalian pada BLH Jatim.


Selama bulan suci Ramadhan 1431 Hijriyah tahun ini jam kerja PNS di lingkungan Pemkab Lamongan dikurangi. Hal tersebut seperti tercantum dalam surat edaran perihal Jam Kerja Bulan Ramadhan tahun 2010 yang ditandatangani Plt Sekkab Supardi.

Sebagaimana keterangan yang disampaikan Plt Kabag Humas dan Infokom Aris Wibawa, Untuk hari Senin s/d Kamis, jam kerja mulai pukul 7.30 WIB s/d 14.30 WIB dan jam istirahat mulai pukul 12.00 s/d 13.00 WIB. Sedangkan di hari Jum’at, mulai masuk jam 8.00 hingga 11.00 WIB dan jadwal senam kesegaran jasmani (SKJ) masih seperti biasanya, jam 06.00 WIB.

”Surat edaran tersebut untuk menindaklanjuti surat serupa dari Gubernur Jatim. Jadwal tersebut disesuaikan untuk memberikan kesempatan bagi pegawai menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Jadwal ini berlaku untuk semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Lamongan, ” urai dia.

”Sementara jam kerja bagi unit kerja/satuan organisasi yang berfungsi memberikan pelayanan langsung pada masyarakat atau yang mencakup kepentingan masyarakat luas seperti rumah sakit, Puskesmas, PDAM, pemadam kebakaran, Perhubungan dan unit pelayanan sejenis, pengaturan penugasan karyawannya diserahkan kepada unit kerja masing-masing, ” imbuhnya. ”Untuk jam kerja lembaga pendidikan diatur oleh Dinas Pendidikan, ” katanya menambahkan.

Dikonfirmasi terpisah, Kasubdin Pendidikan Menengah dan Kejuruan (Dikmenumjur) pada Dinas Pendidikan, Muad mengungkapkan jadwal sekolah selama Ramadhan tetap mengacu pada Kalender pendidikan tahun ajar 2010/2011. Yakni libur permulaan puasa selama tiga hari mulai tanggal 10 hingga 13 Agustus. Kemudian libur sekitar hari raya Idul Fitri mulai tanggal 6 hingga 18 September.

Ditambahkannya, pengaturan jam masuk dan pulang maupun jam pelajaran bersifat fakultatif, yakni diatur oleh lembaga pendidikan masing-masing. Kepala Sekolah dapat menetapkan hari-hari libur dalam Ramadhan selain yang sudah sebagai hari libur atau hari belajar dengan persetujuan Komite Sekolah dan harus dilaporkan ke dinas Pendidikan.

Selain itu, lanjut dia, sekolah dianjurkan untuk mengisi liburan selain yang sudah diatur tadi dengan berbagai kegiatan yang diarahkan pada peningkatan akhlak mulia, pemahaman, pendalaman dan amaliah agama. ”Hal ini juga berlaku bagi berbagai kegiatan ekstrakulikuler lainnya yang bernuansa moral keagamaan, ” kata dia.


Ribuan pegawai di Pemkab Lamongan pada Jum’at pagi (6/8) memadati Pendopo Lokatantra setempat. Mereka yang berjubel itu bahkan tidak mampu ditampung oleh kapasitas pendopo sehingga banyak yang duduk di bawah terop di halaman pendopo. Pagi itu Masfuk bersama Tsalits Fahami berpamitan pada pegawai Pemkab Lamongan, mulai dari PNS, pegawai kontrak, pejabat hingga yang pegawai biasa.

Sejak pelantikan Bupati dan Wakil Bupati baru Lamongan dipastikan pada 9 agustus mendatang, praktis memang hari kerja bagi Masfuk dan Tsalit Fahami tinggal pada Jum’at pagi tersebut. Acara pagi itu benar-benar dimanfaatkan keduanya untuk berpamitan pada bawahannya. Mereka berdua ditemani isteri masing-masing sebelum memasuki pendopo untuk memulai ceremonial acara, mendahulukan berkeliling di halaman pendopo dan menyalami semua pegawai yang kebanyakan staf tersebut.

Acara pamitan itu dikemas sederhana. Diawali lantunan lagu karya penyanyi lokal yang mengisahkan kiprah Masfuk selama jadi bupati memandu kedatangannya dan Tsalits Fahami memasuki pendopo. Dilanjutkan dengan selingan penayangan video rekam jejak perjalanan 10 tahun Masfuk memimpin Lamongan sejak tahun 2000 lalu. Lima tahun pertama bersama Wabup Soetarto (alm) dan lima tahun selanjutnya bersama Tsalits Fahami.

Plt Sekkab Supardi dalam sambutannya menyebut Bupati Masfuk telah mewariskan kepercayaan diri baik pada pegawai Pemkab maupun masyarakat Lamongan. Kepercayaan diri yang berawal dari etos kewirausahaan Masfuk itulah, ujar Supardi, yang ditularkan sehingga membawa kemajuan Lamongan. Bahkan ketika Lamongan dalam masa-masa sulit saat warganya, Amrozi tersangkut kasus terorisme.

Sedangkan Tsalits mengaku mendapat begitu banyak pengalaman dan pelajaran berharga selama dalam lingkungan birokrasi. Diantaranya kebiasaan pegawai yang sering tepat waktu untuk melaksankan Sholat Dhuhur. “Teladan ini menular pada saya sehingga yang sebelumnya sering telat (sholat) dhuhur dan ashar, jadi lebih tepat waktu saat menjadi Wakil Bupati. Terakhir, saya menyampaikan pamit pada semua pegawai. Jika ada hal baik yang telah dilakukan, itu karena rahmat Allah semata. Sementara jika ada kesalahan itu adalah kebodohan dan kelemahan pribadi saya sebagai manusia, “ urai Tsalits.

Masfuk sendiri menyebut sejumlah keberhasilan dan prestasi yang diraih Lamongan selama ini adalah milik staf dan para pejabat di masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD). “ Saya hanya mengantarkan keberhasilan itu, “ ujar dia. “Selama lima tahun bersama almarhum Pakde Tarto (wabup Soetarto) dan lima tahun selanjutnya bersama Pak Tsalits telah melakukan yang terbaik. Tapi tentu masih ada kekurangan dan kelemahan. Saya berharap Lamonga kedepan akan semakin jaya dan berkembang lagi, “ imbuh sumai Endang Rijanti Masfuk itu.

Dia kemudian menutup pamitannya dengan menyanyikan penggalan syair lagu yang dipopulerkan Rhoma Irama berjudul Menunggu. Lagu ini paling sering dilantunkannya dalam sejumlah kesempatan. Penggalan syair itu adalah “selain dirimu kasih, tiada yang lain lagi”.


Job Market Fair (JMF) atau bursa kerja 2010, kemarin (3/8), diselenggarakan di gedung pemuda dan olah raga (GOR) Kabupaten Lamongan. Kegiatan JMF itu diikuti kurang lebih 40 Perusahaan dan sebanyak 6.800 lowongan kerja menanti para pencari kerja.

Acara itu sendiri di buka oleh Supardi, Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lamongan. “Dalam event ini saya berharap lebih dari 2.000 formasi lowongan yang disediakan bisa terisi. Sehingga pengangguran yang ada di Lamongan, khususnya dari lulusan S1 bisa berkurang lewat JMF kali ini, “ ujar dia.

“Kami dengan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Transmigrasi (Dinsosnakertrans) sudah berupaya sedemikian rupa untuk meminta kepada perusahaan maupun kepada lembaga-lembaga penyedia tenaga kerja untuk menyiapkan formasi kerja,” katanya. Supardi juga berharap agar event JMF bisa dilakukan tidak hanya setahun sekali. Melainkan dua tahun sekali sehingga semakin menambah peluang kerja.

“Kepada pencari kerja, saya berharap agar menyesuaikan kemampuan anda dalam memilih dan memilah jenis pakerjaan. Sehingga anda tidak kecewa dan pihak perusahaan bisa lebih fair dalam memberikan penilaian,” pintanya.

Pada acara tersebut hadir jajaran Muspida, Kepala Dinas Kantor Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan Drs. Soni Harsono, dan para pimpinan perusahaan peserta JMF 2010.


Setelah menemukan 12 ribu tabung elpiji (LPG/Liquified Petroleum Gas) 3 kilogram dalam kondisi rusak saat sidak di dua Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Lamongan beberapa waktu lalu, kemarin giliran toko penjual aksesoris elpiji yang disidak. Namun dalam sidak tersebut masih belum ditemukan produk aksesoris elpiji yang tidak berstandar nasional Indonesia (SNI).

Menurut Kabag Perekonomian Mochammad Faiz Juanidi, sidak tersebut dilakukan bersama tim gabungan dari Bagian Perekonomian, Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan, PD Pasar, Kantor Perijinan dan Satpol PP. “Ada lima lokasi berbeda yang kemarin menjadi sasaran sidak tim gabungan terkait penjualan produk aksesoris elpiji. Dari sejumlah toko tersebut, tidak ditemukan penjualan produk aksesoris elipiji yang tidak berSNI, “ ungkap dia.

Meski menemukan semua produk aksesoris elpiji yang dijual sudah berlogo SNI, lanjut dia, tim gabungan tetap menekankan pada pemilik toko agar tidak tergiur menjual produk tanpa SNI. Meski produk tersebut biasanya lebih murah dibanding yang berSNI. “Konsumen juga diharapkan selektif ketika membeli produk aksesoris elpiji, jangan sampai tergiur harga yang lebih murah namun mengorbankan keselamatan, “
“Kami tekankan pada pemilik toko bahwa ada sanksi berat jika ditemukan toko yang ketahuan menjual produk aksesoris elpiji tidak berSNI.

Pelanggarnya, sesuai dengan UU nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen bisa dikenai sanksi administratif hingga pidana. Secara administratif, pelanggarnya bisa dikenai penarikan barang dari peredaran hingga pencabutan izin usaha. Sanksi pidana juga sudah menanti pelanggarnya dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2 miliar, “ tegas dia.

Tim gabungan dalam sidaknya juga melakukan pengecekan terhadap tabung elpiji di agen dan pangkalan. Di salah satu pangkalan, ditemukan gudang penyimpanan elpiji yang tidak lanyak. Karena tidak berlantai semen dengan ventilasi yang buruk. “Kami sarankan kepada pemilik pangkalan untuk memperbaikai gudang penyimpanannya, terutama untuk memperbanyak ventilasi. Karena jika tidak, akan rawan menimbulkan akumulai gas jika terjadi kebocoran tabung.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian RI nomor 85/M-IND/PER/11/2008 tentang Pemberlakuakn SNI, ada lima produk industry terkait elpiji yang wajib mencantumkan label SNI. Yakni tabung baja LPG dengan kode SNI 145:2007 dan kompor gas bahan bakar LPG satu tungku dengan sistem pemantik mekanik kode SNI 7368:2007. Kemudian katup tabaung baja dengan kode SNI 1591:2008, regulator tekanan rendah kode SNI 7369:2008 dan selang karet untuk kompor dengan kode SNI 06-7213-2006.

BTemplates.com

Categories

Kamera CCTV Palembang

Popular Posts

Blog Archive