Kadang-kadang aku bosan dengan keadaanku. Aku bosan dengan kehidupan sekolah, bosan dengan kehidupan sekitarku, bahkan bosan dengan diriku sendiri. Aku seperti sedang menonton film tentang diriku sendiri yang alurnya begitu lamban dan ceritanya sangat monoton. Ingin rasanya aku berteriak pada seisi dunia, kenapa hidup ini begitu membosankan?

Kata temanku, Emma, ada 2 hal yang membuatku cepat bosan.Pertama, katanya aku ini orangnya terlalu sibuk dan serius dalam pelajaran.Ah, tidak juga. Malah kadang menurutku aku ini masih lumayan santai dibandingin murid-murid yang lain. Prestasiku memang baik di semua mata pelajaran, tapi aku benar-benar bukan kutu buku.

Lalu kedua, kata Emma karena aku belum punya pacar. Yaa...aku memang belum pernah pacaran selama ini. Bukannya aku tidak mau atau tidak tertarik, tapi sebenarnya karena aku belum siap. Atau lebih tepatnya lagi.......karena aku belum bisa melupakan seseorang yang tidak boleh aku cintai.

  • Sabtu, April 23, 2011
  • Administrator
Bung Karno, adalah salah satu proklamator yang namanya hingga saat ini masih tetap kontroversial. Untuk mengetahui lebih jelas apa dan siapa Bung Karno, termasuk pemikiran-pemikirannya, saya ajak anda untuk membaca autobiografi Bung Karno yang ditulis oleh seorang wartawati Amerika, Cindy Adams. Judulnya: Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat.

“Terjemahan karya Cindy Adams mengenai otobiografi Bung Karno ini telah mengalami cetak ulang berkali-kali sejak diterbitkan pertama pada tahun 1966. Tetapi di kemudian hari baru diketahui ternyata terdapat banyak kesalahan-kesalahan dalam terjemahan, bahkan ada juga selipan-selipan isi yang tidak ada pada naskah aslinya. Hal ini sempat menimbulkan kesalahpahaman pada beberapa tokoh nasional kita. Karena itu saya menyambut baik penerbitan edisi revisi ini. Semoga buku ini dapat menghilangkan kesalahpahaman tersebut di atas dan mampu memberi pengertian yang lebih baik mengenai Bung Karno.” 
Yang tertarik untuk membacanya silahkan download melalui link di bawah ini.


Dee : Cinta, Impian dan Kejujuran

Judul Buku : Perahu Kertas
Penulis : Dewi “Dee” Lestari
Penerbit : Bentang Pustaka, 2009
Tebal : 444 hal.
Harga : Rp.69,000,- (Gratis)




Novel ini, bergenre populer, khas gaya tutur anak muda perkotaan, terutama nampak dalam dialog-dialog di dalamnya. Begitu juga kisah seputar kuliah, buku dan pesta ada dalam cerita. Agak berbeda misalnya dengan “Filosofi Kopi” yang cenderung serius, naratif dan jarang melibatkan kelucuan serta kekoyolan. Entahlah, mungkin ini semacam terobosan untuk lebih dekat dengan pembaca. Orang Indonesia, khususnya anak-anak muda itu sudah bersyukur mau membaca, tak bijak membebani pembaca dengan hal-hal yang berat. Mungkin, itu alasannya. Mungkin.

Selengkapnya Silahkan Download Novel Perahu Kertas ini di link di bawah ini. 





  • Sabtu, April 23, 2011
  • Administrator
Nenek 70 Tahun Dikucilkan di HutanOcimnet - Tidak semua orang beruntung bisa menikmati sisa hidupnya pada masa tua dengan tenang. Di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Kindo Kali, seorang nenek berumur 70 tahun, harus hidup terkucil di tengah hutan seorang diri lantaran pernah mengidap penyakit kusta.
Kindo Kali memilih mengasingkan diri dari lingkungan sosialnya karena tidak semua warga di desanya bersedia menerima kehadirannya. Alasannya, penyakitnya bisa kambuh dan menulari masyarakat lain. Anak-anak dan cucu yang seharusnya menjadi teman di masa tuanya malah meninggalkan Kindo seorang diri.

Sudah lebih dari tujuh tahun Kindo Kali atau yang akrab disapa Sayang hidup menyendiri di sebuah gubuk berukuran tidak lebih dari 1,5 x 2 meter persegi, persis di tengah hutan dan jauh dari lingkungan sosial masyarakat di sekitarnya. Warga Dusun Tosondeng, Desa Luyo, Kecamatan Luyo, Polewali Mandar, ini kini sudah tak mampu lagi bekerja mencari nafkah.

Sejak tiga tahun lalu Kindo tak lagi bisa bepergian dari rumahnya. Jangankan bekerja mencari nafkah, berdiri dan meninggalkan gubuk tuanya saja tak mampu lagi. Selain karena faktor usia tua, juga karena sebagian sarafnya tak lagi berfungsi normal setelah sembuh dari penyakit kusta yang mendera tubuhnya selama hampir enam tahun.

Untuk bisa bertahan hidup di rumahnya, Kindo hanya berharap uluran tangan pemerintah dan warga kampung yang bersimpati dengannya. Kindo mengaku sedih, sejumlah anak dan cucunya yang dulu pernah serumah sebelum Kindo terserang penyakit kusta hingga kini tak kunjung datang menjenguknya.

Menurut Kindo, dirinya diasingkan keluarganya di tengah hutan sejak terserang penyakit kusta tujuh tahun yang lalu lantaran tidak semua warga di desanya bersedia menerima kehadirannya. "Saya sedih, Nak, orang menolak saya tinggal di kampung," kata Kindo. Beruntung petugas kesehatan setempat menemukan Kindo dan merawatnya hingga sembuh.

Abdul Kasim, petugas pemberantasan penyakit kusta Dinas Kesehatan Polewali, menyebutkan, diperlukan waktu hampir tiga tahun untuk mengobati Kindo secara rutin di tengah hutan hingga sembuh dari penyakit kusta yang dideritanya. Tak jelas asal-usulnya, Kindo tiba-tiba saja ditemukan warga Desa Luyo tinggal di tengah hutan. Kindo yang hanya mahir berbahasa Mandar ini mengaku tak tahu dirinya berasal dari desa apa.

Camat Luyo Andi Bebas Manggazali dan Kepala Desa Luyo Darmawati mengaku heran, Kindo tiba-tiba ditemukan warga tinggal di tengah hutan dalam keadaan sakit. Meski telah sembuh, Kindo kini malu bergaul dengan masyarakat sekitarnya. Cacat fisik yang diderita akibat badannya digerogoti penyakit kusta bertahun-tahun membuat Kindo kehilangan percaya diri untuk bergaul dengan masyarakat sekitarnya.

Pemerintah setempat kini berupaya mengembalikan Kindo ke tengah lingkungan sosialnya agar bisa berbaur kembali di tengah masyarakat sekitarnya.

[via - kompas]
Teman-teman yang baru saja melaksanakan Ujian Nasional, bentar lagi kan Insya'alloh lulus neh. Sudah punya rencana belum buat kedepannya tuh mau nglanjutin kuliah atau mau langsung kerja? Kalau mau nglanjutin kuliah mungkin juga masih bingung mau kuliah dimana. Kalau boleh aku saranin, sebaiknya teman-teman tuh cari Perguruan Tinggi Kedinasan, yang mana Perguruan Tinggi tersebut memiliki ikatan dinas dengan suatu lembaga atau instansi pemerintahan. Selain setelah lulus nanti langsung dapat kerja, sebagian ada juga lho yang selama menimba ilmu tuh tidak dipungut biaya perkuliahan.

Berikut adalah daftar Perguruan Tinggi Kedinasan di Indonesia, disusun berdasarkan nama kementerian/LPNK yang membawahi.

Kementerian Dalam Negeri

Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral

Kementrian Hukum Dan Hak Asasi Manusia

Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata

Kementrian Keuangan

Kementerian Kelautan dan Perikanan

Kementrian Komunikasi dan Informasi

Kementrian Kesehatan

Kementrian Perhubungan

Kementerian Perindustrian RI

Kementrian Pertahanan Nasional

Kementrian Pertanian ; Perkebunan ; Kehutanan

Kementrian Sosial

 

~PERGURUAN TINGGI KEDINASAN DI BAWAH LEMBAGA NON KEMENTRIAN~

Badan Intelijen Negara

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Badan Pertanahan Nasional

Badan Pusat Statistik

Badan Tenaga Nuklir Nasional

Lembaga Administrasi Negara

Lembaga Sandi Negara Republik Indonesia


~PERGURUAN TINGGI KEDINASAN DI BAWAH KEPOLISIAN NEGARA RI~

Kepolisian Negara RI

BTemplates.com

Categories

Kamera CCTV Palembang

Popular Posts

Blog Archive