Beth Williams dan Chris Wiliiams, dua orang warga Negara Amerika Serikat kemarin diterima Bupati Lamongan Masfuk di ruang kerjanya. Suami Isteri itu adalah sebagai bagian dari School to School Partnership Program Kabupaten Lamongan dan Indianapolis (AS). Sebelumnya, keduanya juga telah mengunjungi SMPN 1 Lamongan sebagai sasaran program tersebut.

Dalam kunjungannya itu, mereka didampingi R Chusnu Yuli Setyo (pengajar di SMPN 2 Lamongan), Kasubdin Pendidikan Menengah dan Kejuruan DInas Pendidikan Lamongan Muad dan sejumlah pengajar dan siswa di SMPN 1 Lamongan. Chusnu sendiri sebelumnya saat dalam Program Kemitraan Sekolah, Pertukaran Guru dan Kunjungan Studi Banding (Partnership for School, Profesional, Exchange and School Visit Program) di AS tinggal di rumah keluarga Willliams. “Program kerjasama ini adalah respon dari proposal yang sebelumnya kami kirimkan, “ ujar Chusnu yang juga bertindak sebagai penterjemah dalam pertemuan itu.

Disampaikan Chusnu, Beth Williams di Indianapolis adalah seorang School Pshychologist (semacam guru Bimbingan Konseling) di Lawrence Township School. Menurut Chusnu, Lawrence Township School ini adalah semacam Dinas Pendidikan namun dengan cakupan yang lebih kecil, yakni hanya membawahi tingkatan SD, SMP dan SMA. Sementara Chris Wiliiams adalah pelatih Baseball dan American Football.
“Sebenarnya harapan kami adalah terbentuknya program sister city lamongan_Indianapolis. Namun sister city ini agak rumit prosedurnya sehingga di tahapan awal ini yang diwujudkan adalah School to School Partnership Program. Kabupaten Lamongan nampaknya menjadi yang pertama menerima program ini. Diharapkan program ini akan meningkatkan mutu pendidikan di Lamongan, terutama dalam hal meningkatkan mutu yang disejajarkan dengan negara-negara lain yang sudah maju,“ tambahnya.

Selain ke SMPN 1 Lamongan, Beth dan Chris Williams juga telah mengunjungi Pasar di Desa Made. Mereka juga dijadwalkan akan kunjungi Desa Balun/Turi. Di desa ini Chusnu akan menunjukkan kerukunan umat beragama berlangsung harmonis di Lamongan. Karena di desa ini semua agama ada dan semuanya memiliki tempat ibadah serta hidup rukun. Mereka berdua akan berada di Lamongan hingga 15 Januari mendatang.

Beth yang saat tiba di Indonesia melalui Bali, merasa cukup terkesan dengan keramahan masyarakat Indonesia. Dia juga melihat Indonesia sangat aman tanpa ada pengamanan berlebihan seperti di negaranya. Hal itu berdasar pengalamannya saat tiba di Bandara Ngurah Rai Denpasar Bali yang tanpa melewati pemeriksaan yang berlebihan. Atau ketika masuk ke Ruang Kerja Bupati juga tidak ada pemeriksaan berlebihan. Sementara di negaranya, jika ingin masuk ke kantor instansi, akan ada pemeriksaan ketat. Bahkan sepatu harus dilepas untuk diperiksa.

Beth juga menyampaikan apa yang dilihatnya di Indonesia, terutama di Lamongan akan di ekspose di Indianapolis. Terutama tentang keramahan masyarakatnya, keamanan wilayahnya dan kemajuan yang telah dicapai Lamongan. Keduanya juga mengaku telah mencicipi sejumlah masakan khas Lamongan seperti soto. Dan keduanya tidak merasa ada masalah dengan perbedaan menu timur dan barat.

Sedangkan Masfuk kepada keduanya menyampaikan tidak salah jika memilih Lamongan sebagai tujuan program. Karena selain pelajarnya berprestasi, Pemkab Lamongan juga memiliki kepedulian pada dunia pendidikan. Salah satunya adalah pemberian beasiswa untuk sekitar 1000 mahasiswa dari keluarga miskin. “Tidak hanya bidang pendidikan, kedepan juga saya harap bidang lain seperti wisata dan industri bisa diwujudkan dalam bentuk kerjasama dua Negara, “ ujarnya dalam Bahasa Indonesia yang sesekali diselingi Bahasa Inggris.

BTemplates.com

Categories

Kamera CCTV Palembang

Popular Posts

Blog Archive