• Senin, Juni 15, 2009
  • Administrator


Ini ada satu berita mengejutkan dari www.detiknews.com, tentang Dana BLT yang ternyata berasal dari pinjaman luar negeri :

Jakarta - Pernyataan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution di DPR awal pekan lalu bikin kejutan. Usai rapat kerja di DPR (9/6/2009), Anwar mengatakan, program bantuan lansung tunai (BLT), berasal dari pinjaman luar negeri yang bunganya tinggi.

Pernyataan Anwar ini langsung mendapat respon banyak kalangan. Sampai-sampai, esok harinya, Rabu 10 Juni, Tim sukses pasangan SBY-Boediono langsung menggelar jumpa pers di Bravo Media Center (BMC), markas pemenangan SBY-Boediono. Kubu pasangan itu cukup terganggu dengan pernyataan sang ketua BPK. Pasalnya, program itu merupakan besutan SBY yang dibangga-banggakan.

Kabar dana BLT berasal dari utang bukan tidak mungkin bisa membuat citra pasangan SBY-Boediono melorot. Apalagi BLT pada kampanye Pileg yang lalu, sempat menjadi jualan partai bentukan SBY, Partai Demokrat (PD).

Kubu SBY kemudian menunjuk Chatib Basri, pengamat ekonomi yang kini jadi tim ekonomi SBY-Boediono. Pria berkacamata ini kemudian membantah kalau sumber dana BLT berasal dari utang negara. BLT ditegaskannya, berasal dari alokasi subsidi BBM.

Untuk memastikan BLT bukan berasal dari utang negara, Chatib kemudian menyarankan agar mengecek pada daftar Development Policy Loan. Besarnya BLT yang diperoleh dari subsidi BBM itu, terang Chatib, sebesar Rp 14,1 triliun yang diberikan kepada 19,1 juta kepala keluarga miskin.

Namun keterangan Chatib tidak lantas diterima sejumlah kalangan. Direktur Central Banking Crisis (CBC) Deni Danuri mengatakan, pernyataan Chatib soal BLT berasal dari alokasi subsidi BBM hanyalah istilah rekayasa APBN saja.

Sebab kenyataannya, kata Deni, anggaran untuk BLT itu diambil dari APBN, yang merupakan hasil pinjaman luar negeri maupun Surat Utang Negara (SUN). Akibatnya beban APBN menjadi semakin berat.

"BLT adalah salah satu penyebab defisitnya APBN. Karena BLT dibiayai dari pinjaman dan SUN dengan bunga yang tinggi. Sehingga memperberat APBN," jelas Deni.

Ironisnya, utang untuk pembiayaan BLT termasuk utang komersial karena bunganya mencapai 12%-13%. Bukan pinjaman lunak dari lembaga internasional, yang rata-rata bunganya hanya sekitar 4%-6%.

Sekjen Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Yuna Farhan juga sepakat dengan Deni. Menurut Yuna, dari hasil pembicaraan Fitra dengan Panitia Anggaran DPR, terungkap kalau dana BLT itu berasal dari utang luar negeri.

"Jadi mau tidak mau negara harus bayar utang dalam jangka waktu panjang dengan bunga yang tidak sedikit. Ini namanya mengatasi masalah dengan memunculkan masalah baru," tegas Yuna.

Yuna berpendapat, seharusnya dana BLT diambil dari anggaran stimulus fiskal yang telah ditetapkan pemerintah untuk mengatasi kebijakan menaikan harga BBM. Tapi kenyataannya dana stimulus yang dikeluarkan pemerintah tahun 2009 saja, justru 80% diambil orang kaya ketimbang rakyat miskin.

Yuna memaparkan, tahun 2009 pemerintah telah mengalokasikan dana Rp 71,3 triliyun untuk stimulus fiskal. Namun mayoritas anggaran justru untuk kepentingan para pemilik modal, seperti penurunan pajak PPh Badan dan Pribadi dan subsidi Pajak barang Mewah dan dunia usaha.

Alhasil, dana untuk rakyat miskin melalui BLT hanya dialokasikan Rp 14,1 triliun. Dari anggaran tersebut yang disalurkan ke 19,1 juta keluarga miskin Rp l3,370 triliun. Adapun sisanya, sebesar Rp 806 miliar dipakai untuk biaya penyaluran, yaitu Departemen Sosial, Bappenas, Kementerian Kesejahteraan Rakyat, PT Pos, dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Sementara pakar ekonomi dari Universitas Gajah Mada (UGM) Revrisond Baswir, sejatinya BLT itu diadakan pemerintah untuk mengatasi dampak kenaikan harga BBM tahun 2005 silam.

Program Kompensasi Pengurangan Subsidi (PKPS) BBM itu diatur dalam Inpres Nomor 12 Tahun 2005, yang dikeluarkan pada 10 September 2005.Tapi kenyataannya, ujar Revrisond, sekalipun BBM sudah mengalami penurunan sebanyak 3 kali pada pertengahan 2008, BLT tetap saja disalurkan.

"Penyaluran BLT di saat pemerintah sudah menurunkan harga BBM jelas melanggar Inpres. Jadi wajar kalau banyak yang mencurigai pembagian BLT punya muatan politik. Terutama untuk mendongkrak citra SBY," pungkas Revrisond.
(ddg/iy)


  • Senin, Juni 15, 2009
  • Administrator


Senyum Mengembang saat selepas donor darah, Faried Agung salah seorang anggota Satpol PP mendapat hadiah. Nomer Undian yang diambil sesudah donor darah pada Senin (15/6) yang dilaksanakan di Loby Kantor Pemkab Gresik, telah memenangkan hadiah handuk mandi.”lumayan” ujarnya tersenyum sambil menggondol hadiahnya. Hal yang sama juga dialami Solikah salah seorang guru yang kebetulan ada keperluan kekantor Pemkab Gresik dan ikut donor darah. Dia mendapatkan hadiah rantang”nggak saya kira ternyata donor darahpun dapat hadiah” ujarnya.

Memang donor darah dalam rangka hari Donor darah Sukarela, pihak PMI Gresik menyediakan beberapa doorprize. Kegiatan donor darah sukarela oleh PMI Gresik digelar di 2 tempat. Gelaran pertama dilaksanakan di Lobby Kantor Pemkab Gresik, sedangkan gelaran yang lain dilaksanakan di Pendopo Bupati, Sekitar Alun-alun Gresik. Menurut Sekretaris PMI Gresik, Sonhadji, dari 2 tempat donor darah tersebut kami mentargetkan sekitar 300 pendonor akan hadir. Di dua tempat tersebut kami menyiapkan 50 hadiah yang kami bagikan kepada pendonor dengan sistim undian.

Hari donor darah sukarela sebenarnya jatuh pada Minggu (14/6) namun karena bertepatan dengan hari libur maka kami undur pada Senin. Sebelum Donor darah saat ini, kami juga banyak menerima sumbangan darah dari beberapa institusi. Dalam seminggu terakhir setidaknya ada 3 institusi yang telah mengadakan kegiatan donor darah, masing-masing Indosping Gresik (13/6) dari 2 kali kegiatan donor darah menghasilkan 260 kantong, Donor darah anggota Marinir Armatim TNI AL (11/6) menghasilkan 104 kantong, dan di Petrokimia Gresik pada tanggal 9 dan 10 Juni menghasilkan 260 kantong.

Sementara Wakil ketua PMI Cabang Gresik, Drs, Ida Komang Niasa kepada Kabag Humas Pemkab Gresik, M. Hari Syawaludin, menjelaskan Bahwa stok darah di Gresik masih aman. Saat ini, ada 74 kantong untuk darah golongan A, 132 kantong untuk darah golongan B, 43 kantong untuk darah golongan AB dan 108 kantong untuk darah golongan O. Adapun jumlah darah tersalur setiap hari rata-rata 50 kantong. Hampir seluruh rumah sakit di Gresik mengambil darah dari PMI Gresik. Selain itu, PMI Gresik juga melayani kebutuhan darah untuk beberapa rumah sakit di Lamongan, Tuban, Bojonegoro dan beberapa kota terdekat lainnya.

Masih menurut Komang, Kami di Unit Transfusi Darah selalu jemput bola, karena kalo hanya menunggu donor yang dating paling banyak hanya 10 pendonor. Jadi 75 % darah yang ada di PMI Gresik berasal dari beberapa event kegiatan dari beberapa organisasi, baik dari organisasi instansi Pemerintah, swasta atau organisasi masyarakat yang lain. Adapun batas kadaluarsa darah di penyimpanan bisa mencapai 1 bulan bahkan lebih. Itu kalau penyimpanannya baik dan tidak ada gangguan listrik. Namun kejadian itu jarang. Kalaupun ada langsung kami musnahkan di incinerator milik RS Ibnu Sina” pungkas Komang. (sdm, Humas Pemkab Gresik)

  • Senin, Juni 15, 2009
  • Administrator


Pertanggungjawaban APBD Kabupaten Lamongan Tahun Anggaran (TA) 2008 diterima secara bulat oleh semua fraksi DPRD setempat saat Rapat Paripurna pembahasan Pertanggungjawaban APBD TA 2008. Yakni oleh Fraksi PAN, Fraksi Partai Golkar, Fraksi PKBdan Fraksi PDIP. Meski demikian, masih ada sejumlah saran dari masing-masing fraksi dan panitia anggaran (Panggar).

Pendapat Panggar yang disampaikan Sekretaris Panggar Sutardjo Syafi’ie dalam sarannya minta agar sistem seleksi penerima beasiswa bagai mahasiswa keluarga miskin benar-benar dilaksanakan secara transparan dan hasilnya diumumkan terbuka. Selain itu,dengan semakin banyaknya berdiri perusahaan besar di Lamongan, Panggar berharap Pemda mengambil langkah-langkah bijak pada perusahaan-perusahaan tersebut agar turut memberi kontribusi sosial berupa beasiswa untuk mahasiswa atau pelajar berprestasi.

Sementara FPAN meminta Pemda untuk memeberi perhatian serius bagi infrastruktur pertanian. FPAN terutama minta untuk lakukan perbaikan sarana irigasi, normalisasi waduk dan embung desa, perbaikan pintu air waduk dan mengusahakan adanya program Jalan Usaha Tani untuk memperlancar transportasi produksi pertanian. ”Dengan masih banyaknya kualitas proyek yang dibawah standar, FPAN minta agar lebih meningkatkan fungsi dan peran Inspektorat dalam melakukan pengawasan proyek baik yang kontraktual maupun swakelola, ” kata juru bicara FPAN Basuki, Senin (15/6).

Juru bicara FPDIP Sugiarsih dalam pandangan akhir fraksinya mengingatkan agar jangan pernah mengerahkan segala sumberdaya dan aparatur daerah hanya untuk memenuhi indikator-indikator penilaian suatu penghargaan. Dilanjutkannya, perolehan pendapatan asli daerah (PAD) ditengah kampanye efisiensi dan efektifitas bagi peningkatan manajemen perusahaan daerah, ternyata laba PD Aneka Usaha masih belum berikan kontribusi signifikan.”Fraksi kami berpendapat BUMD telah dalam kategori mismanajemen, ” ungkap dia.

Hal senada disampaikan juru bicara FPKB Ningsih Musyafaah. Dikatakannya, diharapkan peusahaan-perusahaan daerah mampu dan terus meningkatkan kinerjanya secara professional sehingga mampu meraih laba yang besar. Sedang FPartai Golkar lewat juru bicaranya Purwanto berharap agar berbagai penghargaan yang diperoleh Kabupaten Lamongan dapat menjadi motivasi aparatur untuk memacu kinerja demi kesejahteraan masyarakat.

Bupati Lamongan Masfuk dalam sambutannya tuturkan berbagai capaian prestasi yang diraih Pemkab Lamongan tunjukkan kinerja Pemerintah Daerah. Prestasi itu juga, lanjut dia, capaian prestasi itu adalah hasil kerja pemerintah bersama DPRD serta partisipasi seluruh masyarakat Lamongan. ”Pada akhirnya ini semua untuk tingkatkan kesejahteraan masyarakat Lamongan, ” ujar dia. (arf, Humas Pemkab Lamongan)

Bahasa Indonesia…sudah berapa lama kita mengenal dan mempelajari Bahasa indonesia? Dari kecil donk,. Tetapi apa kenyataannya? Banyak diantara kita yang masih belum bisa meng-apliksikannya dengan baik (Termasuk saya juga…hehehe). Ini merupakan suatu dilema, mengingat sejak tercetus “Sumpah Pemuda” bahasa Indonesia sudah dianggap sebagai Bahasa Persatuan dari Bangsa kita Ini. Boleh sahabat perhatikan sekitar atau merenung sebentar…Apakah sudah berbahasa Indonesia dengan Baik dan benar (tulisan dan Ucapan). Merenungnya jangan kelamaan…Lewat Goceng's Blog ini saya mencoba untuk belajar menulis, siapa tahu lewat tulisan yang saya sadur ataupun yang saya tulis sendiri dapat memperlancar penggunaan Bahasa Indonesia saya. Bagaimana dengan sahabat blogger semua?

Yuk ramai-ramai pergunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar dalam bentuk tulisan dan Ucapan. Sudah selayaknya kita bangga akan Bahasa Persatuan kita ini, jangan sampai pintar Bahasa Asing tapi melupakan Bahasa sendiri.

Kita wajib bangga juga karena Pemerintah Daerah Ho Chi Minh City, Vietnam, mengumumkan Bahasa Indonesia menjadi bahasa kedua secara resmi pada bulan Desember 2007, kata seorang diplomat Indonesia. "Bahasa Indonesia sejajar dengan Bahasa Inggris, Prancis dan Jepang sebagai bahasa kedua yang diprioritaskan," kata Konsul Jenderal RI di Ho Chi Minh City untuk periode 2007-2008, Irdamis Ahmad di Jakarta. Guna mengembangkan dan memperlancar studi Bahasa Indonesia, pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia di kota itu membantu berbagai sarana yang diperlukan beberapa universitas, kata Irdamis.

Sarana yang dibantu antara lain peralatan komputer, alat peraga, bantuan dosen dan bantuan keuangan bagi setiap kegiatan yang berkaitan dengan upaya promosi Bahasa Indonesia di wilayah kerja universitas masing-masing. Perguruan tinggi itu juga mengadakan lomba pidato dalam Bahasa Indonesia, lomba esei tentang Indonesia dan pameran kebudayaan. Universitas Hong Bang, Universitas Nasional HCMC dan Universitas Sosial dan Humaniora membuka studi Bahasa Indonesia.

"Jumlah mahasiswa yang terdaftar sampai Nopember 2008 sebanyak 63 orang dan menurut universitas-universitas itu, minat untuk mempelajari Bahasa Indonesia cenderung meningkat," kata Irdamis. Ia berpendapat sebagian pemuda Vietnam melihat adanya keperluan untuk mempelajari Bahasa Indonesia, mengingat kemungkinan meningkatnya hubungan bilateral kedua negara yang berpenduduk terbesar di ASEAN di masa depan.

Setelah membaca tulisan diatas, Bagaimana dengan Artikel Goceng (Mata Sebagai Jendela Dunia, Perlukah keramas Setiap Hari, Ketika Kentut Bikin Masalah, Awas Virus Baru, Selingkuh Bikin Ketagihan, dan masih ada beberapa lagi..pegel juga nulis ulang judulnya cari aja sendiri)… ????
Satu lagi, jangan lupa sama iklannya ya...jangan dicuekin aja, tahukan yang saya mau.... (Kompas Online)
  • Senin, Juni 15, 2009
  • Administrator


Pada prinsipnya, semua file bisa di hapus (delete) semua. Namun, ada juga yang susah di hapus (undeletable) karena sedang di gunakan oleh program lain atau virus. Ada 3 cara menghapus file yang susah di hapus :

1. Menggunakan sebuah program bernama Unlocker yang bisa di download di sini. Cara kerjanya sangat gampang, karena tinggal mengarahkan ke folder tempat file bandel tersebut di simpan. Apalagi, Unlocker versi 1.8.7 tersedia dalam bahasa Indonesia.

2. Menggunakan jendela Command Prompt. Caranya :
a. Tutup semua program.
b. Klik Start, Run dan masukkan TASKMGR.EXE
c. Masuk ke tab Processes dan End Proses pada Explorer.exe. Biarkan Task Manager terbuka.
d. Kembali ke jendela Command Prompt dan masuk ke direktori/folder tempat file undeletable tersimpan.
e. Pada command prompt ketik DEL
f. Kembali ke Task Manager, klik File, New Task dan masukkan EXPLORER.EXE
g. Restart GUI shell.
h. Tutup Task Manager.

3. Menggunakan Notepad
a. Buka Notepad
b. Klik File> Save As ..>
c. cari folder di mana file undeletable tersimpan dengan memilih 'All files' dari jenis file kotak
d. Klik file yg ingin anda hapus begitu namanya muncul di kotak 'filename'
e. Klik save
d. Pilih Yes untuk menindih file undeletable.

BTemplates.com

Categories

Kamera CCTV Palembang

Popular Posts

Blog Archive