• Selasa, April 06, 2010
  • Administrator


Bekicot atau Siput adalah hewan yang biasanya berkembang biak secara liar di musim penghujan, ternyata bisa di sajikan dalam bentuk sate yang nikmat dan gurih. Di tuban jawa timur, sate bekicot di percaya bisa menambah vitalitas dan menyembuhkan berbagai macam penyakit, seperti asma dan gatal-gatal.

Warung ibu zulaiha di jalan diponegoro, adalah satu-satunya penjual sate bekicot di kota tuban. Bahkan, pelangannya berasal dari sejumlah daerah di luar tuban yang sengaja datang guna menikmati gurihnya sate bekicot. Di samping rasanya yang gurih dan kenyal, sate bekicot mampu memberikan rasa hangat setelah menikmatinya.

Warung sate bekicot ibu zulaiha ini, buka mulai pukul 16.00 hingga pukul 22.00 wib setiap malam. Sebelumnya, zulaiha bersama orang tuanya, membuka usaha di bojonegoro jawa timur. Setelah sukses, zulaiha kemudian mencoba membuka usaha di tuban. Hasilnya.

Setiap harinya, zulaiha mampu menghabiskan tiga ratus tusuk sate atau kurang lebih 6 kilo gram bekicot, yang di dapat dari pasokan warga sekitar. Binatang jenis hemaprodit yang hidup menempel di daun tersebut selanjutnya direbus hingga masak agar mudah memisahkan daging dari cangkangnya. Setelah daging terpisah dari cangkang, kemudian diiris menjadi potongan kecil-kecil. Baru setelah itu potongan daging bekicot ini ditusuk dengan sujen.

Guna menambahkan kelezatan, daging bekicot di bakar dengan campuran parutan buah nanas, serta sejumlah bumbu lainnya. Saat di sajikan, sate bekicot di tambah bumbu kacang, kecap, bawang merah dan bawang putih.

Tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Untuk menikmati 1 porsi sate bekicot cukup dengan 4000 ribu rupiah, 10 tusuk sate bekicot yang lezat yang bisa kita santap dan 1000 rupiah untuk sepiring lontong atau nasi putih.

Menurut para pelaggan, sate bekicot tidak hanya memliki rasa gurih, tapi lebih dari itu, memiliki khasiat menambah vitalitas dan bisa menyembuhkan penyakit asma, luka, gatal-gatal.

Sebagian pelanggan sendiri, sengaja datang ke tuban, guna merasakan nikmatnya sate bekicot, sambil bertujuan mengobati penyakitnya.

  • Selasa, April 06, 2010
  • Administrator
William Soeryadjaya adalah pendiri PT Astra Internasional, seorang pekerja keras, ulet dan pantang menyerah untuk membangun kerajaan bisnisnya.Bagaimanakah kisah perjalanan bisnis taipan ulung anak pedagang Majalengka yang bernama Asli Tjia Kian Liong itu? Bisnis yang dilakoni pria kelahiran Majalengka, Jawa Barat, 20 Desember 1922, itu sesungguhnya diawali dengan penuh pahit dan getir.

William telah menjadi yatim piatu pada usia 12 tahun. Menginjak usia 19 tahun, sekolahnya di MULO, Cirebon, putus di tengah jalan. Ia kemudian banting setir menjadi pedagang kertas di Cirebon.

Selain berdagang kertas, William muda juga berdagang benang tenun di Majalaya. Tak begitu lama, ia beralih menjadi pedagang hasil bumi, seperti minyak kacang, beras, dan gula. "Dengan berdagang, saya dapat membantu kehidupan saudara-saudara saya," ujar anak kedua dari lima bersaudara keluarga pedagang ini, suatu ketika.

Dari perolehan hasil berdagang itu, William muda lalu melanjutkan studinya ke Belanda, dengan masuk ke Middlebare Vakschool V/d Leder & Schoen Industrie Waalwijk, sekolah industri yang mengajarkan penyamakan kulit. Begitu kembali ke Tanah Air tahun 1949, William mendirikan industri penyamakan kulit, yang kepengurusannya dia serahkan kepada seorang kawannya. Tiga tahun kemudian, William mendirikan CV Sanggabuana, bergerak di bidang perdagangan dan ekspor-impor. Cuma cilakanya, dalam menggeluti bisnis ini, ia ditipu rekannya. "Saya rugi jutaan DM," ujar William.

Lima tahun kemudian, atau tepatnya tahun 1957, bersama Drs Tjia Kian Tie, adiknya, dan Lim Peng Hong, kawannya, William mendirikan PT Astra Internasional Inc. Bisnis perusahaan barunya ini pada mulanya hanya bergerak dalam pemasaran minuman ringan merek Prem Club, lalu ditambah dengan mengekspor hasil bumi. Dalam perkembangan berikutnya, lahan garapan usaha astra meluas ke sektor otomotif, peralatan berat, peralatan kantor, perkayuan, dan sebagainya. Astra tumbuh bak "pohon rindang", seperti yang ditamsilkan William sendiri.

Keberhasilan Astra ketika itu, diakui William, tidak terlepas berkat ada kebijaksanaan Pemerintah Orde Baru, yang memberi angin sejuk kepada dunia usaha untuk berkembang. Salah satu contohnya tahun 1968-1969, Astra diperkenankan memasok 800 kendaraan truk merek Chevrolet. Kebetulan, saat itu pemerintah sedang mengadakan program rehabilitasi besar-besaran. Saking banyaknya yang membutuhkan, kendaraan truk itu laris bak pisang goreng. Apalagi, ketika itu terjadi kenaikan kurs dollar, dari Rp 141 menjadi Rp 378
per dollar AS.

"Bisa dibayangkan berapa keuntungan kami," ujar Oom Willem, panggilan akrabnya, kala itu. Sejak itu pula Astra kerap ditunjuk sebagai rekanan pemerintah dalam menyediakan berbagai sarana pembangunan.

Dalam perjalanan selanjutnya, Astra tak hanya sebatas memasok, tetapi juga mulai merakit sendiri truk Chevrolet. Lalu, mengageni dan merakit alat besar, Komatsu, mobil Toyota, dan Daihatsu, sepeda motor Honda, dan mesin fotokopi Xerox. Yang berikutnya pula, akhirnya lahan usaha yang baru ini menjadi "mesin uang" dari PT Astra Internasional Inc.

Masih ada satu bisnis Astra yang lain, yaitu agrobisnis. Astra yang omzetnya pada tahun 1984 mencapai 1,5 miliar dollar AS masuk ke agrobisnis dengan membuka kawasan pertanian kelapa dan casava seluas 15.000 hektar di Lampung. Namun, bukanya tanpa alasan Astra masuk ke sektor agrobisnis. "Agrobisnis yang mengusahakan peningkatan produksi pada sektor pertanian itu merupakan gagasan pemerintah yang patut ditanggapi berbagai kalangan wirausahawan Indonesia," kata William dalam ceramahnya di Universitas Katholik Parahyangan tahun 1984.

Pada tahun itu juga Astra membeli Summa Handelsbank Ag, Deulsdorf, Jerman. Pengelolaan bank yang tak ada kaitannya dengan bisnis Astra ini diserahkan kepada putra tertuanya, Edward Soeryadjaya, sarjana ekonomi lulusan Jerman Barat.

Di bank ini William mengantongi 60 persen saham yang dibagi rata dengan Edward. Cuma, sayangnya, Edward kurang berhati-hati dalam menjalankan roda usaha perbankan itu. Edward terlalu royal dalam mengumbar kredit. Akibatnya, tahun 1992 bank ini dilanda utang yang begitu besar dan untuk melunasinya, terpaksa William melepas kepemilikannya di Astra.

William pasrah. Ia selalu kembalikan kepada Tuhan. Ia selalu berpegang pada prinsip: Manusia berusaha, Tuhan menentukan. Yang paling penting baginya ketika itu adalah nasib para karyawan dan nasabah Bank Summa. Ia teramat sedih membayangkan pegawai sebanyak itu harus kehilangan mata pencahariannya. Oleh karenanya ia rela menjual saham-sahamnya di Astra guna memenuhi kewajiban Bank Summa.

Banyak spekulasi yang berkembang ketika Oom Willem terpaksa menjual sahamnya di Astra. Spekulasi yang banyak diyakini orang adalah adanya rekayasa pemerintah untuk menjatuhkan Oom Willem. Namun, Oom Willem sendiri tidak pernah merasa dikorbankan oleh sistem. Semua itu dianggapnya sebagai konsekuensi bisnis. Ia tidak mau larut dalam tekanan spekulasi dan keluhan. Melainkan ia pasrah dengan tulus kepada kehendak Tuhan. Dengan ketulusan itu pula, ia terus melangkah maju ke depan dengan pengharapan yang hidup. Dan, kini, salah satu kepeduliannya yang terbesar adalah bagaimana Astra dapat terus berperan sebagai agen pertumbuhan ekonomi nasional, yang antara lain dapat membuka lapangan kerja lebih luas.

Memang, membuka lapangan kerja, adalah salah satu impiannya yang tetap membara dari dulu hingga kini. Sebuah impian dan obsesi yang dilandasi kepeduliannya kepada sesama. "Salah satu hasrat saya dari dulu adalah membuka lapangan kerja," katanya. Apalagi kondisi Indonesia saat ini, yang dilanda krisis ekonomi, yang berakibat bertambahnya pengangguran.

Impian inilah yang mendorong Omm Wilem membeli 10 juta saham PT Mandiri Intifinance. Di sini, ia mengumpulkan dana untuk diinvestasikan ke dalam pengembangan usaha petani-petani kecil dan small and medium enterprises (usaha-usaha kecil dan menengah). Agar dapat menciptakan lapangan-lapangan kerja baru dan meningkatkan daya beli masyarakat, yang pada akhirnya akan mengangkat bangsa ini dari keterpurukan.

Namun, yang patut dipuji dari sikap William semasa kejayaannya di Astra adalah kepeduliannya terhadap rekannya, pengusaha kecil. Dalam suatu tulisannya di harian Suara Karya, "Peranan Pengusaha Besar Dalam Kerja Sama dengan Pengusaha Kecil demi Suksesnya Pelita IV", mengetengahkan bentuk-bentuk kerja sama antara yang besar dan yang kecil. Misalnya, menjadikan perusahaan besar sebagai market dari perusahaan kecil dalam bentuk leadership dan menjadi perusahaan kecil sebagai bagian dari service network produk perusahaan besar.

Sikapnya yang lain, yang juga patut ditiru, adalah kepeduliannya terhadap dunia pendidikan. William merelakan tanahnya di Cilandak, Jakarta Selatan, terjual dengan harga "miring" bagi pembangunan gedung Institut Prasetya Mulya, lembaga pendidikan yang dimaksudkan mencetak tenaga-tenaga manajer yang andal. Sejumlah konglomerat juga ikut membidani lembaga. William sendiri kala itu duduk sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina.

Sikap religiusnya pun merupakan salah satu contoh yang baik dalam menjalankan roda usahanya. Penganut Protestan yang teguh ini percaya betul bahwa keberhasilan yang diperolehnya , selain kerja kerasnya bersama semua karyawan, juga berkat rahmat dari Tuhan, bukan semata dari dirinya.

Semangatnya dalam menempuh bisnis pun patut dijadikan panutan. Kalau ia terjegal dalam kancah bisnis, itu bukanlah akhir dari perjalanan bisnisnya, melainkan justru awal dari kebangkitannya.
William Soeryadjaya, pendiri PT Astra Internasional Inc (sejak tahun 1990, Tbk), meninggal dunia hari Jumat (2/4/2010) pukul 22.43 di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan. William sebelumnya beberapa kali dirawat karena sakit. Terakhir, ia dirawat tanggal 10 Maret dan sejak hari Kamis (1/4/2010) dirawat di unit rawat intensif (ICU). Jenazah disemayamkan di rumah duka RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, hingga Senin (5/4/2010).

William yang lahir di Majalengka, Jawa Barat, 20 Desember 1922, adalah pribadi yang rendah hati dan bersahaja. Keberhasilannya membangun Astra Internasional tidak pernah diklaim sebagai keberhasilan dirinya. Ketika ditanya mengenai keberhasilannya, ia mengatakan, ”Keberhasilan Astra berkat kerja keras semua karyawan dan rahmat Tuhan, bukan karena keberhasilan saya pribadi.”

William juga seorang visioner yang seakan mengerti ke mana bisnis akan bergerak. Ia juga adalah salah satu pelopor modernisasi industri otomotif nasional. Ia membangun jaringan bisnis dengan core product di sektor otomotif. Namun, memang, pertumbuhan bisnisnya tidak pernah lepas dari campur tangan pemerintah.

Keberhasilannya dalam berbisnis menjadikan ia menduduki banyak jabatan penting di sejumlah perusahaan, terutama yang berbasis otomotif.

William menjadi orang pertama Asia yang menjadi anggota Dewan Penyantun The Asia Society yang didirikan John D Rockefeller III di New York, AS, tahun 1956. Ia menarik diri dari dunia bisnis tahun 1992 ketika Bank Summa milik anaknya, Edward, kolaps dan harus dilikuidasi sehingga memaksanya melepas 100 juta lembar saham Astra Internasional guna melunasi kewajibannya. Beliau meninggal pada usia 78 tahun tepatnya hari Jumat (2/4/2010).

Ref :
http://pakarbisnisonline.blogspot.com/2010/04/kisah-perjalanan-bisnis-william.html
http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/w/william-soerjadjaja/biografi/01.shtml
  • Selasa, April 06, 2010
  • Administrator


Di sebuah sudut kampung di Kelurahan Sampangan Kota Semarang, Haryo Pangarso pengrajin Boomerang menggeluti usaha kerajinannya. Dengan berbekal sebuah Laptop untuk mengakses internet, Haryo berhasil mempelajari seluk-beluk Boomerang, senjata asli suku Aborigin Australia. Dari internet ia mempelajari aneka macam bentuk Boomerang yang ternyata memiliki beragam bentuk dan ukuran, juga ornamen dan warna-warna yang menghiasinya. Dari gambar di internet tersebut, Haryo kemudian mendesain rancangan sendiri Boomerangnya.

Senjata Boomerang akan bergerak berputar mirip baling-baling Helikopter. Saat musuh mengira serangan tersebut meleset ternyata salah, karena ternyata bumerang tersebut kembali menyerangnya. Jika salah memainkan Boomerang, kemungkinan besar akan menyerang balik anda dan lebih kejam lagi membuat anda terbunuh.

Alat yang ia pakai untuk membuat Boomoerang cukup sederhana saja. Sebuah plastik untuk membuat gambar, spidol dan gunting. Hasil bentuk rancangan kemudian dialihkan ke sebuah bahan triplek. Dengan alat pemotong, bentuk mentah Boomerang berbahan triplek ini sudah jadi.

Kelihatananya mudah. Namun jangan salah, butuh naluri, bakat dan penghitungan yang tepat bagi seorang perajin agar Boomerang bisa diterbangkan. Dengan bakat dan naluri inilah menjadikan seorang Haryo Pangarso tampak berbeda dengan pengrajin Boomerang lainnya.

Keseimbangan Boomerang terutama pada sisi sayapnya, harus dihitung dengan cermat. Setelah semua proses pembuatan, dan mengukur keseimbangan, barulah, boomerang ini dihaluskan, dan diberi ornamen serta warna cat yang menarik.

Dalam sehari, Haryo mampu memproduksi 10 buah Boomerang. Seluruh hasil karyanya harus diujicoba dulu untuk memastikan layak terbang. Boomerang yang baik menurut Haryo adalah Boomerang yang ketika dilempar ke udara, mampu kembali lagi ke posisi semula. Dengan demikian, Boomerang sering di jadikan sebagai kata yang menggambarkan senjata makan tuan, jika keputusan yang salah dari seseorang bisa menjadi senjata yang membunuhnya. Ingat filososi Bumerang ini, ‘Hati-hati melangkah, karena setiap langkah anda, maju atau mundur merupakan pilihan hidup atau mati anda’

Haryo menjual Boomerang karyanya secara online dengan membuat 2 buah blog beralamat di: http://boomerangsemarang.blogspot.com/ dan http://jualboomerang.blogspot.com/.

Di awal usahanya, Haryo sempat kesulitan mendapat konsumen. Tanpa putus asa, Haryo terus mempromosikan Boomerang lewat internet. Dan setengah tahun terakhir ini, karya haryo sudah mulai banyak dipesan. Awalnya, pesanan mengalir dari kota-kota besar di Indonesia. Seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bandung dan Denpasar. Lambat laun, Boomerang karyanya mulai dipesan dari beberapa negara seperti dari Benua Australia dan Eropa.

Harga Boomerang ala Haryo ini berkisar antara 40 hingga 50 Ribu Rupiah. Padahal, Boomerang serupa di luar negeri, harganya mencapai puluhan dollar alias ratusan ribu Rupiah.

Banting tulang dan peras keringat dari seorang Haryo, kini mulai berbuah manis. Dengan berfikir kreatif, kegagalan di awal, bisa menjadi kesuksesan di masa kini dan masa depan.

  • Selasa, April 06, 2010
  • Administrator
Defraggler merupakan salah satu Software yang bisa di download secara gratis dan sekarang Defraggler telah mengeluarkan yang terbaru Defraggler Versi 1.18.185. Sepintas Defraggler memang mirip dengan software defrag seperti bawaan windows. Kelebihan Defraggler dibandingkan dengan defrag bawaan windows adalah, defraggler dapat melakukan defrag pada file dan folder tertentu saja tanpa harus men-defrag keseluruhan drive hardisk sehingga bisa mempercepat prosesnya.

DOWNLOAD SOFTWARE DEFRAGGLER VERSI 1.18
Defragmentasi perlu dilakukan agar respons hardisk selalu terjaga. Sayangnya, tool defrag bawaan dari Windows bekerja terlalu lambat ketika melakukan defrag. Defraggler dibuat oleh Piriform, perusahaan yang juga membuat Software CCleaner.

Silahkan DOWNLOAD SOFTWARE DEFRAGGLER VERSI 1.18 >> DI SINI
  • Selasa, April 06, 2010
  • Administrator
TRADISI YANG ANEH, FESTIVAL MELOMPATI BAYI
Meskipun asal-usulnya tidak jelas tradisi melompati bayi merupakan bagian dari festival Colacho El, konon kegiatan ini telah diadakan sejak tahun 1620. Acara ini terjadi setiap tahun sebagai bagian dari perayaan yang terkait dengan Corpus Christi, hari raya Kristen yang jatuh pada hari Kamis antara akhir Mei dan Juni. Festival El Colacho ini terlihat menakutkan karena melibatkan bayi - melompati bayi.

TRADISI YANG ANEH, FESTIVAL MELOMPATI BAYI
TRADISI YANG ANEH, FESTIVAL MELOMPATI BAYI
Festival ini dimulai dengan: jalan-jalan akan dihiasi dengan hal-hal yang penuh warna dan beberapa bendera Spanyol. Akan ada prosesi ke dan dari gereja, dan kemudian massa dirayakan. Festival ini diatur dan disusun oleh Santisimo Sacramento de Minerva. Para anggota persaudaraan ini akan memakai kostum sebagai El Colacho atau el Atabalero: setan dan temannya.

TRADISI YANG ANEH, FESTIVAL MELOMPATI BAYI
Setelah semuanya siap untuk beraksi, bayi ditempatkan di atas kasur yang tersebar di jalan yang mengarah ke gereja. Bayi yang berbaring di atas kasur adalah bayi yang lahir setelah festival Colacho terakhir El - kurang dari satu tahun. Beberapa orang mengenakan kostum sebagai El Colacho dan El Atabalero akan datang berlari dan menuju kasur. Mereka kemudian akan melompat ke atas kasur di mana bayi berbaring dan terus berjalan. Idenya adalah bahwa iblis dan teman-temannya telah diusir dari gereja dan luar kota. Dengan melompati bayi, El Colacho dan El Atabalero membawa nasib buruk mereka yang kelak dapat menimpa bayi.

TRADISI YANG ANEH, FESTIVAL MELOMPATI BAYI

[thewondrous.com]

BTemplates.com

Categories

Kamera CCTV Palembang

Popular Posts

Blog Archive