• Kamis, Januari 21, 2010
  • Administrator
Kenapa harus haram...? Nanti kalau bawa belanjaan bagaimana? Tenang, hal ini belum terjadi di Indonesia. Peraturan galak seperti inilah yang bakal diterapkan kepada warga di Ajman, salah satu kerajaan bagian dari UEA, pada 1 Juli 2010. Singkat kata, berbelanja dengan tas plastik keresek "haram" adanya!

Lingkungan bersih adalah keniscayaan. Maka, berperilaku ramah lingkungan adalah langkah kecil agar impian itu menjadi nyata. Lalu, buat para si keras kepala alias pembangkang, sudah tersedia hukuman denda yang tak kepalang. Besarnya, 50.000 dirham Uni Emirat Arab (UEA) atau 13.612 dollar AS atau setara Rp 13,6 juta.

Adalah Sheikh Rashid bin Humaid Al Nuaimi yang menjadi orang nomor satu di Kepala Departemen Kota Praja dan Perencanaan Kerajaan Ajman yang mengemukakan hal itu, sebagaimana warta Bernama, (21/1/2010).

Sementara itu, Direktur Kesehatan dan Lingkungan Kota Praja Ajman Khalid al Hosani mengatakan dalam suatu kesempatan, tas belanja berbahan dasar kain atau goni bakal menjadi pengganti.

Lalu, para importir tas plastik bakal wajib meneken perjanjian untuk pendaftaran ulang. "Mereka bahkan wajib menulis surat resmi kepada pemerintah untuk izin mengimpor tas belanja plastik," katanya.

Kendati demikian, pemerintah memberi tenggang waktu enam bulan untuk peninjauan pelaksanaan peraturan tersebut berjalan sebagaimana yang diharapkan.

Weleh..weleh.. apa jadinya kalo diterapkan juga di Indonesia...
Sumber : kompas.com
Semakin hari para penjahat semakin pintar, bahkan mereka dapat membobol ATM. Padahal sebelumnya kita mengganggap lewat ATM "lebih Aman". Meski tidak ada solusi keamanan yang menjamin transaksi ATM sepenuhnya bebas dari kejahatan seperti skimming, nasabah bank perlu waspada. Penting mengenali ATM yang berisiko bisa dimanfaatkan untuk tindak kejahatan tersebut.

"Biasanya, skimming hanya dilakukan di ATM-ATM jenis lama," kata Ruby Z Alamsyah, pakar forensik teknologi informasi, kepada Kompas.com, Rabu (20/1/2010) malam. ATM-ATM ini, menurut dia, paling gampang dipakai pelaku karena sangat terbuka.

Ada dua alat yang biasa dipasang pelaku di AM untuk mencuri data kartu ATM korban. Pertama, alat skimmer untuk mencuri data magnetik. Kedua, kamera pengintai (spycamera).

Alat skimmer ditempel di mulut ATM tempat memasukkan kartu. Alat ini biasanya dibuat dari gipsum dan didesain cocok dengan bentuk ATM. Warnanya pun disesuaikan dengan warna ATM.

"Tapi, sebenarnya gampang dikenali. Warnanya pasti sedikit beda dengan badan ATM. Sering kali juga retak karena diimpor dari Amerika biasanya retak selama di perjalanan karena dibuat dari gipsum," ujar Ruby.

Selain itu, kata Ruby, skimmer umumnya hanya ditempel dengan double tape atau bahkan ada pelaku yang nekat alatnya diplester dari luar. "Goyang-goyang saja agak kuat, kalau lepas, berarti skimmer," kata Ruby. Elemen ATM tidak mungkin ditempel selemah skimmer tersebut.

Sementara untuk mengenali kamera, biasanya pelaku memasang di badan ATM atau di sekitarnya. Kamera spycam ukurannya tipis dan memanjang sehingga bisa ditempel di atas atau samping tombol untuk mengetik PIN. Tempat lain yang perlu diwaspadai adalah kotak di samping ATM yang biasa dipakai untuk menaruh leaflet. Kata Ruby, pokoknya semua yang mengarah ke tombol untuk mengetik PIN harus diwaspadai.

Namun, untuk meyakinkan ATM aman, menurut Ruby, pilih ATM yang dijaga petugas satpam atau keamanan. Sebisa mungkin hindari ATM yang terbuka dan ATM lama.
Sumber: kompas.com
  • Kamis, Januari 21, 2010
  • Administrator


Ratusan warga di bagian barat kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, secara turun temurun menjalani kehidupan sebagai penambang minyak tradisional. Dari generasi ke generasi, mereka menggantungkan hidup dari sumur-sumur minyak peninggalan pemerintah Hindia Belanda.

Semenjak ditinggalkan oleh penjajah belanda, ratusan sumur tua di kecamatan Kedewan Bojonegoro telah menjadi lahan penghidupan bagi warga sekitarnya. Seluruh proses yang dilakukan dengan sangat tradisonal, mereka pelajari secara otodidak.

Mereka bekerja secara berkelompok dan membagi hasil jerih payah mereka dengan rata. Seperti yang dilakukan oleh salah satu kelompok misalnya, mulai dari mengangkat minyak dari sumur tua yang mempunyai kedalaman hingga 400 meter, semua dilakukan secara manual. Proses pengambilan minyak mentah atau yang disebut lanthung tersebut berlangsung sejak matahari terbit hingga menjelang matahari terbenam.

Minyak mentah yang berhasil diangkat kemudian dialirkan ke tempat penampungan untuk menjalani proses pemisahan dari campuran air yang ikut terangkat. Lagi-lagi secara manual.

Setelah terpisah dari air, kemudian minyak mentah tersebut dialirkan ke penampungan selanjutnya untuk kemudian disuling menjadi bahan bakar yang siap dijual. Proses yang terbilang sangat berbahaya ini pun dilakkan secara sederhana tanpa menggunakan peralatan pengaman apapun.

Dalam sehari, rata- rata hasil sulingan minyak mentah yang telah berubah menjadi solar tersebut bisa mencapai satu drum atau setara dengan 200 liter.

Untuk saat ini, mereka lebih memilih untuk bekerja secara kelompok-kelompok tanpa terorganisir, karena menurut mereka hasil yang didapatkan jauh lebih baik bila harus bergabung dengan koperasi bentukan pemerintah setempat.

Satu drum solar yang dikerjakan dan dijual secara tradisonal tersebut, dibagi untuk rata-rata tiga orang per sumurnya, dengan hasil bersih sebesar Empat Puluh Lima Ribu Rupiah per orangnya.

Bagi warga yang tidak tergabung dalam kelompok, biasanya mereka berprofesi sebagai pengepul minyak mentah atau sebagai pengojek minyak hasil sulingan dengan tarif Seratus Ribu Rupiah untuk enam jerigen berkapasitas masing-masing tiga puluh lima liter.

Sementara sebagian lagi memilih untuk memikul minyak-minyak mentah tersebut sejauh beberapa kilometer untuk diproses menjadi solar. Hal itu dilakukan guna menghemat biaya angkut atau ojek, menyusul tarif ojek mencapai ratusan ribu rupiah tergantung lokasi sumur dengan pembelinya.

Kegiatan semacam itu, menurut para penambang minyak dan penyulingnya, merupakan satu-satunya lahan pekerjaan yang bisa menghasilkan pendapatan yang memadai,meski tak jarang mereka harus berurusan dengan aparat saat menjual solar hasil sulingannya, ,

untuk 70 liter solar, yang sebagian besar dijual guna keperluan truk-truk yang melintas di jalur provinsi. Mereka mematok harga 140 Ribu Rupiah, jauh lebih murah dari harga resmi yang ditetapkan oleh pemerintah.

Sumur-sumur tua tersebut merupakan peninggalan jaman belanda,yang secara berkelompok mereka buka kembali dengan cara amat tradisonal.

Tak semua beruntung, terkadang mereka yang tergabung dalam kelompok-kelompok harus melakukan proses awal hingga belasan tahun lamanya. Untuk sekali proses pengangkatan tanah misalnya, diperlukan satu jam setengah gerakan berputar secara manual di tengah terik matahari.

Pembersihan semacam ini berlangsung hingga bertahun-tahun hingga akhirnya sumur tersebut dapat mengeluarkan minyak mentah kembali yang dapat diproses menjadi bahan bakar siap jual. Sementara mereka yang mempunyai sedikit modal, memanfaatkan truk bekas sebagai alat pengganti manusia untuk membuka sumur-sumur tua tersebut.

Sebelum sumur mengeluarkan minyak mentah,seluruh tenaga dan biaya yang dikeluarkan ditanggung bersama-sama, tidak satupun dari mereka mendapatkan bayaran atas jerih payahnya.

Para penambang ini berharap agar pemerintah setempat dapat mengeluarkan kebijakan yang berpihak pada mereka. Karena hingga saat ini satu-satunya kebijakan yang dibuat adalah pembentukan koperasi, yang menurut mereka justru mengurangi pendapatan, tanpa mendapatkan manfaat lebih.

Mereka kini pun masih harus bersaing dengan beberapa perusahaan yang dilegalkan oleh pemerintah. Tak jarang minyak dari sumur tua yang mereka kelola secara tradisional berkurang jumlah minyaknya setelah perusahaan tersebut melakukan pengeboran dan penyedotan di sekitar sumur mereka. (86)



Mulai tahun 2010 ini, pupuk jenis SP akan kembali menggunakan jenis SP 36 dengan kandungan Phospat 36 persen. Sebelumnya, pupuk jenis ini pernah diganti dengan SP 18 (Superphos) dengan kandungan Pospatnya 18 persen. Meski kembali menggunakan jenis SP36, Dinas Pertanian dan Kehutanan Lamongan pastikan tidak ada perubahan harga.

“SP18 atau Superphos mulai tahun ini akan kembali digantikan dengan SP36. Yang jelas kami harus melakukan sosialisasi lagi pada masyarakat petani Lamongan,” ujar Kadinas Pertanian dan Kehutanan Djonot Subagijo melalui Kabag Humas dan Infokom Aris WIbawa.

Sementara itu, alokasi pupuk bersubsidi tahun 2010 untuk Kabupaten Lamongan sudah turun. Alokasi ini sesuai dengan Peraturan Gubernur Jatim nomor 85/2009 tentang Kebutuhan dan HET pupuk bersubsidi tahun 2010. Untuk jenis urea, tahun ini Lamongan akan menerima 71.502 ton, jenis Sp36 sebanyak 19.468 ton, jenis ZA sejumlah 9.237 ton dan NPK/Phonska sebanyak 21.991 ton serta jenis pupuk organik 11.439 ton.

Kelima jenis pupuk tersebut akan dibagi untuk lima sub sektor pertanian. Yakni sektor tanaman pangan dan holtikultura, perkebunan, peternakan dan perikanan budidaya. Sektor tanaman pangan dan holtikultura akan mendapat alokasi 38.355 ton. Sementara perikanan budidaya alokasi pupuk ureanya sebesar 31.538 ton. Demikian pula jenis SP36 akan paling banyak untuk sektor tanaman pangan dan holtikultura serta perikanan budidaya. Masing-masing akan mendapat alokasi sebesar 8.429 ton dan 9.440 ton.
Penetapan alokasi pupuk 2010 ini didasarkan pada alokasi terakhir di tahun lalu. Sperti diketahui, Kabupaten Lamongan tahun lalu menerima dua kali realokasi (penambahan) pupuk bersubsidi. Sementara jika dibandingkan dengan usulan kebutuhan, alokasi yang diterima ini maish dibawah jumlah yang diusulkan.

Untuk pupuk jenis urea, usulan kebutuhannya mencapai 98.116 ton, Sp36 usulannya 46.250 ton, jenis ZA 9.620 ton, NPK/Phonska 22.006 ton dan jensi pupuk organik usulan kebutuhannya sebesar 73.413 ton. Berdasar surat yang sama, tidak ada perubahan HET pupuk bersubsidi. Yakni untuk urea HETnya Rp 1.200 perkilogram, jenis ZA Rp 1.050 perkilogram, SP36 sebesar Rp 1.550 perkilogram, Phonska Rp 1.750 perkilogram dan organik sebesar Rp 500 perkilogram.

Jaringan hotel Holiday Inn di Inggris menawarkan jasa penghangatan tempat tidur dengan manusia, bukan dengan mesin pemanas. Para pemberi jasa berada di atas tempat tidur bersama tamu. Namun, mereka mengenakan pakaian tidur khusus. Mereka didandani dengan semacam selimut elektrik yang dapat melepaskan panas untuk menghangatkan tempat tidur tamu yang menginap di hotel tersebut.

Dr Chris Idzikowski, Direktur Edinburgh Sleep Centre, mengatakan, gagasan itu muncul untuk membantu orang tidur. Dia mengatakan, sebagaimana dikutip Telegraph, Selasa (19/1/2010), "Ada banyak bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa tidur malam dimulai ketika suhu tubuh mulai turun. Penurunan itu terjadi sebagian karena pembuluh darah di tangan, wajah, dan kaki terbuka dan melepaskan panas."

Tempat tidur yang hangat, 20 hingga 24 derajat celsius, merupakan tempat yang baik untuk proses ini, sementara tempat tidur yang dingin menghambat orang untuk tidur. Layanan pemanas tempat tidur Holiday Inn itu dapat menolong orang mendapatkan tidur malam yang nyenyak, terutama karena butuh waktu cukup lama bagi orang untuk menghangatkan badan, apalagi saat mereka baru saja menembus udara dingin atau bersalju.

Juru bicara Holiday Inn, Jane Bednall, mengatakan, idenya adalah "seperti memiliki sebuah botol air panas raksasa di tempat tidur Anda". Sesi percobaan gratis selama lima menit dengan pemanas tempat tidur itu akan dilakukan di London dan Manchester pada akhir Januari ini. Ingin ikut mencoba?
Sumber : http://internasional.kompas.com/

BTemplates.com

Categories

Kamera CCTV Palembang

Popular Posts

Blog Archive