Pelataran Jalan A Yani yang berada di antara pasar di pusat Kota Lamongan Jawa Timur sejak awal Ramdahan kemarin disulap mejadi pasar dadakan. Disana sekitar 68 pedagang kaki lima menggelar dagangannya. Mereka menjual berbagai barang kebutuhan selama berpuasa.

Siang itu yang menyengat menjelang waktu Dzuhur, Anshori, salah seorang pedagang di Pasar Ramadhan terlihat melayani dua orang ibu-ibu pembeli. Terjadi tawar menawar harga antara Anshori dan ibu-ibu itu yang kemudian di susul dengan ditebusnya dua bungkus kurma dagangannnya. Tak berapa lama kemudian seorang bapak-bapak datang. Tanpa menawar harga, dia langsung membawa pulang kurma seharga Rp 13 ribu dalam kemasan seperempat kilogram.

Dia bersama saudaranya menggelar dagangan buah kurma. Buah yang seolah sudah menjadi menu wajib selama bulan puasa umat Islam tersebut.

Berbagai jenis buah kurma digelar dalam lapaknya. Mulai kurma termurah yang dijual Rp 6 ribu perseperempat kilogram hingga yang termahal Rp 25 ribu perseperempat kilogramnya. Menurut dia, pembeli memang lebih suka membeli kurma dalam kemasan seperempat kilogram.

Untuk kurma jenis Nagil dijual oleh Anshori Rp 6 ribu perseperempat kilogram dan jenis Golden Fail dijualnya Rp 7.500 perseperempat kilogram. Kemudian ada juga jenis Rabbi yang harganya Rp 13 ribu perseperempat kilogram. Sementara yang termahal adalah jenis Palem Fail dengan harga Rp 25 ribu perseperempat kilogram.

Pasar yang dikoordinatori PD Pasar Lamongan bersama paguyuban PKL pasar tersebut akan digelar selama bulan puasa berlangsung. Selain buah kurma, banyak juga pedagang yang menjual kembang api dan kue-kue kering.

BTemplates.com

Categories

Kamera CCTV Palembang

Popular Posts

Blog Archive