• Minggu, April 24, 2011
  • Administrator
Jika Muncul Permasalahan Link error (Permalink Rusak).


masukan script berikut dalam file .htaccess di file manager dalam cPanel anda:




# BEGIN WordPress

RewriteEngine On
RewriteBase /
RewriteRule ^index\.php$ - [L]
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d
RewriteRule . /index.php [L]

# END WordPress



setelah itu langsung bisa anda set dalam wp-admin anda untuk meng custom link anda tersebut. Reload public_html dan bisa di coba lage :)
  • Minggu, April 24, 2011
  • Administrator

Pesan error tadi adalah pesan yang muncul saat seseorang sedang menseting domainnya untuk dijadikan custom domain di blogspot. Kebetulan malam ini salah seorang klien mendapat kan masalah serupa.


(1:53:47 AM) b****e: Setiap seting custom di blogspot selalu ada notifikasi “another blog is already hosted at this address”
(1:54:25 AM) b****e: Jadi setting selalu gagal
(1:54:38 AM) b****e: Sudah ber-kali2 pak
(1:55:18 AM) b****e: Sudah menunggu lebih dari 1x24jam 4x

Dan ketika diakses domainnya, maka yang tampil adalah tampilan ‘Server Not Found Error 404′ yang tidak ada logo google seperti yang biasanya muncul saat domain diarahkan ke server blogspot, padahal ip yang tampak benar mengarah ke ip ghs.google.com.



Tampilan yang biasa muncul saat domain diarahkan ke blogspot
Untuk mengatasi ini, ada dua cara yang bisa digunakan :

Cara Pertama

Memanfaatkan bantuan yang ditawarkan oleh Google Help Group di link berikut : http://groups.google.com/group/blogger-help/web/how-to-fix-another-blog-is-already-hosted-at-this-address . Kita tinggal mengisikan nama domain yang hendak kita gunakan untuk custom domain (dengan menggunakan www.) pada Magical Custom Domain Form dan kemudian group yang baik hati ini akan berusaha menyelesaikan permasalahannya dalam waktu kurang lebih 48 jam.

Cara Kedua

Menggunakan fasilitas lain dari google, yaitu layanan google apps, untuk mereset url kita sendiri. Di sini saya akan mencontohkan menggunakan domain dari klien tadi, indochat.web.id.

Registrasikan domain kita ke layanan google apps, isi form pendaftarannya sampai tandas, dan untuk kasus ini tidak usah dipedulikan mengenai verifikasi domain. Yang penting bisa masuk ke dashboard admin email nya.

Untuk masuk ke dashboard bisa login ke https://www.google.com/a/cpanel/indochat.web.id dan masukkan username dan passwd yang kita seting saat registrasi.

Setelah berada di halaman dashboard, klik service ‘Sites‘, lalu setelah muncul halaman baru, klik link ‘Change URL‘
Muncul halaman baru untuk seting URL untuk sites, pilih yang custom (yang sebelah bawah) lalu isikan nama subdomain yang tadi kita seting di blogspot (yang kemudian menghasilkan error), dalam kebanyakan kasus, subdomainnya adalah www –> jadi isikan www ini di box yang tersedia, lalu klik ‘continue’.
Setelah itu ada lagi halaman petunjuk seting cname untuk verifikasi, sekali lagi abaikan, langsung klik saja ‘I ve complete this steps’, maka kemudian akan kembali lagi ke halaman dashboard.

Klik lagi link service ‘Sites’. Kali ini misi kita adalah menonaktifkan service ini, jadi jangan heran kalau kita harus klik link ‘Disable Sites’, mangstab saja gan, disable saja sampai akhir.

Sudah selesai
WTF?? Yah memang itu saja fungsi kita menggunakan google apps dalam kasus ini, untuk memastikan google menotifikasi dibuatnya www.indochat.web.id kemudian kita delete sites itu, sehingga memastikan bahwa google tidak lagi mencatat bahwa alamat url www.indochat.web.id ini exist.

Kemudian silakan berlenggang kangkung menseting ulang custom domain Anda di blogspot, setelah kita tunggu beberapa saat (sekitar 15 menit) untuk memastikan sistem google benar-benar telah mengupdate status tidak exist nya www.indchat.web.id he….
  • Minggu, April 24, 2011
  • Administrator
Joomla adalah sebuah aplikasi yang banyak digunakan sebagai web portal dalam dunia hosting. Instalasi nya cukup mudah, namun biasanya nanti ada beberapa hal yang agak membuat bingung. Padahal setelah instalasi Joomla baru, ada banyak hal yang pastinya ingin diubah agar tampilannya lebih menarik.

Salah satunya adalah menghilangkan atau menganti tulisan title khas Joomla baru “Welcome to Frontpage” yang selalu muncul saat kita mengakses ke halaman home. Fasilitas title ini bisa diseting dan diaktifkan untuk masing-masing menu yang ada di Joomla. Untuk halaman home, setingannya ada di menu home di backend (administrator). Ini untuk langkah seting title di home (“Welcome to Frontpage”).

Masuk ke administrator web.
Arahkan cursor ke tab ‘Menus’, lalu klik di ‘Main Menu’
Klik Home untuk edit, muncul halaman konfigurasi untuk menu tersebut
Lihat ke sebelah kanan, klik pada menu Parameter (system).
Di situ akan ada box ‘page title’, edit isi box nya dengan title yang Anda inginkan, lalu kalau sudah cukup, klik tombol save yang ada di sebelah atas halaman.
Setingan ini tidak hanya ada di menu Home, di menu lain juga ada seting untuk mengedit page title. Jadi silakan bereksplorasi dengan title halaman Joomla Anda .
  • Minggu, April 24, 2011
  • Administrator
Artikel satu ini cuma sebagai pengetahuan saja, karena di sini tidak diharapkan untuk dapat menyelesaikan masalahnya, walaupun bisa. Itu karena penyebab pesan error tadi adalah salah satu setingan di server yang ditujukan untuk melindungi server dari penggunaan SPAM yang akan menyebabkan banyak kerugian untuk server hostingnya.

Ada keluhan dari user sore ini tadi, lewat chating. Berikut ini petikan log chat nya :

me****is: Domain blablabla.co.id has exceeded the max emails per hour (90) allowed. Message discarded.
me****is: jadi gak bisa kirim email
support6: saya coba cek dulu
me****is: baik
support6: pesan error itu muncul saat melakukan apa?
me****is: kirim email
me****is: email kembali ke pengirim
support6: bisa diinfokan salah satu account emailnya?
me****is: test@blablabla.co.id pswd test01
me****is: email akan kembali ke pengirim dengan pesan Domain blablabla.co.id has exceeded the max emails per hour (90) allowed. Message discarded.

Setelah cek mx untuk web tersebut, jelas menggunakan webmail, yang artinya mail server nya menggunakan (jadi satu) dengan server hostingnya.

Hmm, sebelumnya belum pernah menemui keluhan semacam ini, biasanya pengiriman email di server diseting untuk sekali pengiriman tidak boleh lebih dari satu angka tertentu. Belum pernah dengar ada pembatasan pengiriman email per jam di server. Kalau tujuan pastinya sudah jelas, untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya spam oleh suatu account hosting di dalam server.

Langsung saja google diakses untuk ditanyai mengenai pesan erornya, hasil paling atas ketemu dengan link dari forum cpanel. Langsung tahu, apa penyebabnya. Ternyata itu adalah salah satu fasilitas di WHM server. Kebetulan untuk kasus ini, tipe WHM nya adalah cPanel 11.25.0-S46156 – WHM 11.25.0 – X 3.9 (jujur saja gak tahu yang mana sebenarnya versi WHM nya, jadi kupaste semua ).

Cara melihatnya :

Login ke WHM server,
Cari tab ‘Server Configuration‘,
Ada submenu ‘Tweak Settings‘, klik di submenu itu,
Di bawah tab ‘Mail‘ akan ada opsi ‘The maximum each domain can send out per hour (0 is unlimited)‘, dengan di sebelah kanannya ada box berisi angka xx.
Angka ‘xx’ inilah batas maksimum dari email yang dapat dikirimkan oleh suatu domain (web) dalam satu jam,
Tinggal diutak-atik angka ini untuk mengubah setingannya, dengan angka 0 justru berarti unlimited.
Nah, ketemu kan penyebabnya, seperti kusampaikan di awal tadi, ini cuma untuk pengetahuan. Tidak dianjurkan untuk mengutak-atik angka maksimal dari pengiriman email tersebut. Karena setingan itu diberlakukan untuk mencegah kegiatan SPAM di dalam server. Di mana kegiatan SPAM ini bisa menimbulkan banyak kerugian untuk kinerja server dan reputasi ip server (bisa-bisa di-banned oleh pihak lain ip-nya).

OK, this is just for shared…
  • Minggu, April 24, 2011
  • Administrator
Suatu ketika, seorang pengguna setia webmail sedang mengkonsep email yang hendak dikirimkan kepada koleganya. Setelah mengetik panjang lebar mengenai hal yang hendak disampaikan, tombol send di-klik. 1 detik… 2 detik… 1 menit proses loadingnya gak berhenti-berhenti, hmm looks like there is something wrong. Dan benar saja, setelah selesai loading dan keterangan proses nya Done, ada tulisan di sebelah atas halaman konsep suratnya :

The 110 Can’t Open SMTP Error

Dicoba ulangi untuk kedua-kalinya, sama errornya. Syahdan, untuk tidak terjebak pada keadaan yang sama untuk ketigakalinya, dikontaklah si customer support dari perusahaan hosting tempatnya berlangganan.

Setelah diperiksa sana-sini, termasuk dicoba juga berkirim surat dari koneksi yang digunakan cs, sama saja. Dan kemudian diketahui bahwa masalah itu tidak hanya terjadi pada satu account, melainkan juga terjadi pada account lain yang berada pada satu server. Sepertinya masalahnya ada di server kalau begitu.

Penanganan pertama yang dilakukan cs adalah memastikan aktifnya seting usesendmail di program squirrelmail, cara mudahnya adalah dengan masuk ke secure shell (SSH) dengan command :

vi /usr/local/cpanel/base/3rdparty/squirrelmail/config/config.php

lalu cari baris yang ada usesendmail nya, dan seting ke ‘true‘. Kemudian untuk memastikan cpanel tidak merubah lagi setingan pada file itu, command :

chattr +ai /usr/local/cpanel/base/3rdparty/squirrelmail/config/config.php

Untuk penggunaan webmail dengan squirrelmail, itu berhasil memecahkan masalahnya. Namun tidak, bila menggunakan program horde dan roundcube. Jadi errornya lebih mendasar lagi, pastinya di setingan server nya.

Penanganan kedua dilakukan dari WHM server, masuk ke menu ConfigServer Security & Firewall, dicari saja dari kotak ‘Find’ di WHM. Lalu ke opsi setingan Firewall Configuration. Cari dan pastikan kedua setingan SMTP_BLOCK dan SMTP_ALLOWLOCAL sama value nya.

Jadi kalau SMTP_BLOCK nilainya 0, SMTP_ALLOWLOCAL juga 0. Demikian juga sebaliknya jika SMTP_BLOCK nilainya 1, SMTP_ALLOWLOCAL juga 1.

Nahhhhh, dengan seting pada penanganan kedua inilah, baru kirim mail dengan horde, squirrelmail dan rouncube bisa terproses. Dan pengguna webmail tadi dapat dengan nyaman mengirimkan mail ke koleganya (yang ternyata isinya adalah curhat mengenai kekasihnya, WTF)

—–

*Sebagai tambahan, ini keterangan untuk kedua setingan itu di WHM

# Block outgoing SMTP except for root, exim and mailman (forces scripts/users
# to use the exim/sendmail binary instead of sockets access). This replaces the
# protection as WHM > Tweak Settings > SMTP Tweaks
#
# This option uses the iptables ipt_owner module and must be loaded for it to
# work. It may not be available on some VPS platforms
#
# Note: Run /etc/csf/csftest.pl to check whether this option will function on
# this server
SMTP_BLOCK = Default: 0
# If SMTP_BLOCK is enabled but you want to allow local connections to port 25
# on the server (e.g. for webmail or web scripts) then enable this option to
# allow outgoing SMTP connections to the loopback device
SMTP_ALLOWLOCAL = Default: 0
Malam minggu, jam masih menunjukkan pukul 23.00 di kantor, sedang shift malam nih ceritanya. Telepon berdering, setelah diangkat, penelpon minta bicara dengan support. Setelah dijelaskan kalau aku bagian support , dia mendiktekan suatu url, yang setelah diakses menampilkan pesan eror dengan format :

Query failed: execute command denied to user ‘username’@'localhost’ for routine ‘database_name.MyUDF’

Dugaan awal, mengarah ke koneksi database yang gagal, karena seting konfigurasi koneksi yang salah atau belum di-add-nya username db ke database. Saat cek di file yang diakses, ada petunjuk mengenai file konfigurasi koneksi database nya. Cek ke TKP, di file config ketemu setingan koneksi database-nya. Dicocokkan dengan setingan di menu mySQL database, gak ada yang salah. Jadi apa penyebabnya ya?

Dan yang belum pernah ketemu juga adalah format routine ‘database_name.MyUDF’ di mana yang terseting bukan hanya nama database nya, tapi ada tambahan nama lain. Dugaan awal itu adalah nama table, tapi dicek di database nya gak ada nama itu. Ternyata itu adalah ‘routine’, dan ada link ke daftar routine di sebelah bawah table di phpmyadmin.



baru tahu yang namanya routine
Belum tahu bagaimana dan apa fungsi routine ini, nanti kalau sudah tahu ku-update artikel ini.

Mulai lah konsultasi sama dukun ternama, google.com. Berbagai variasi gerakan dan posisi keyword dicoba masuk ke kotak search, namun hasilnya banyak yang melenceng dan tidak menyentuh esensi persoalan, deuuhhh

(_ _”)a

Sedikit clue dari pesan errornya adalah bahwa username db nya tertolak untuk melakukan eksekusi perintah (command), dugaannya tadinya privillege nya belum diseting all, tapi ternyata setelah dicek dari cpanel user, sudah diseting all privillege. Coba menelusur lagi wejangan yang diberikan mbah google, akhirnya nemu petunjuk jelasnya di link http://www.daniweb.com/forums/thread143001.html

I had exactly same problem to work on for a client ..I managed to fix it.
Cpanel does not allows user to give execute permission.. the issue can only be fixed by your webhost company having root access.

Ask them to go to root phpmyadmin>>your database>> privilages>> under that they will find table with local host ,your database user and permission allowed details ..ask them to edit it and allow execute permission to the user .. all is fixed for me now

Jadi solusinya memang dari orang yang punya akses ke root, yaitu para support hosting seperti eike ini , untuk yang cuma nyewa hosting silakan minta ke support perusahaan hostingnya untuk melakukan hal ini :

Masuk ke whm server, ke menu phpmyadmin, kemudian cari (search) database yang dibutuhkan, klik nama database itu.



menu privillege di phpmyadmin cuma ada di root
Menu privilleges ini cuma ada di phpmyadmin root server, di phpmyadmin cpanel user tidak ada. Jadi memang hanya orang yang punya akses ke root server yang bisa melakukan seting ini.

Klik di menu privilleges itu, lalu di baris dengan user-nya adalah username database kita, dan host-nya adalah localhost, klik di icon pensil. Centang semua opsi yang ada, lalu klik Go. Dah cukup, dengan seting itu, kita pastikan username database nya punya akses untuk mengeksekusi perintah routine nya.

Entah setingan itu manjur tidak untuk masalah user yang telpon tadi, yang jelas saat diakses urlnya, tidak tampak lagi pesan errornya. Tidak ada sama sekali yang tampak bahkan, alias blank , entahlah, coba nanti kupantau. Paling nggak, ini referensi yang bisa digunakan kalau ada masalah dengan koneksi ke database routine.

Pada artikel kali ini akan saya jelaskan cara konfigurasi untuk custom domain di blogger (blogspot). Sebelum melangkah lebih jauh ada baiknya membaca dahulu artikel sebelumnya tentang custom domain:


Sudah membaca? ok kita lanjutkan. Bahasan yang saya sampaikan nantinnya hanya pada settingcustom domain di blogger, setting nama server pada domain manage dan setting pada DNS (Domain Name System) pada layanan gratis saja, kenapa yang gratis om? kenapa harus bayar biaya tambahan kalo gratis saja bisa dan siapa sih yang gak mau gratis :), tentu saja saya mengupayakan dan mengajarkan cara yang simple, tanpa keluar biaya tambahan sedikitpun.

Jika sudah membeli dan memiliki nama domain sendiri sekarang saatnya kita melakukan konfigurasi. Ada 3 hal utama yang harus kita perhatikan seperti yang sudah saya sebutkan diatas, yang pertama yaitu mendafar ke layanan DNS gratis, saya sarankan sebaiknya kita memilih dan menggunakan layanan DNS gratis dibawah ini, jangan khawatir semua alamat dibawah langsung direkomendasikan oleh blogger.


Pada pilihan diatas saya sarankan menggunakakan DNS Park, saya sendiri menggunakan DNS Park sebagai server, karena saya lihat DNS Park mempunyai fitur yang cukup lengkap).

3 langkah mudah melakukan Custom Domain:

Pertama, mendaftar pada layanan DNS gratis, atau pilih saja layanan DNS Park (rekomendasi dari saya):

1. Klik link ini untuk daftar https://www.dnspark.net/register/
2. Isikan identitas kita pada formulir yang disediakan..
3. Jika sudah tinggal lakukan proses login.
4. Kemudian pada Configuration Menu -> pilih DNS Hosting -> Add Domains
5Pilih yang no 2 yaitu Enter a domain:
6. Kemudian pada Enter new domain: masukan nama domain kita tanpa www ( contoh: domain.com)

7. Jika sudah lalu tekan tombol "Add now" sampai disini nama domain kita telah disimpan.
8. Kemudian pada Domain List -> pilih nama domain yang baru kamu masukan.

9. Lalu klik Alias Records

10. Kemudian tuju ke tulisan Add new alias records for (contoh: o-om.com) masukan www padaHost Name dan ghs.google.com pada Destination Name

11. Jika sudah klik tombol Add Alias

Contoh tampilan output dari nama alias:



12. Sampai disini konfigurasi untuk DNS sudah selesai.

Bagaimana jika sudah punya hosting sendiri?

Jika kamu dah punya hosting sendiri caranyapun hampir sama yaitu tinggal arahkan saja Cname (Canonical Name) Record dengan menambahkan www sebagai nama host/alias dan memasukanvalue/destination yang tertuju ke ghs.google.com, nama alias yang digunakan tidak mesti "www" kamu bisa menggunakan kata "blog", "agus", "cinta" atau apapun terserah, contoh:www.namadomain.com, blog.namadomain.com atau agus.namadomain.com. (jika kamu punya 3 blog atau lebih cukup tambahkan saja Cname record-nya)

Host Name/Alias
Value/Destination
www
ghs.google.com


Catatan: Control Panel pada hosting mungkin berbeda-beda disini yang membuat saya susah menjelaskannya secara mendetail.

Kedua, Setting pada Domain Manage:

Setelah kita melakukan setting pada DNS server sekarang yang dilakukan yaitu melakukan setting pada Domain Manage, yang harus diingat setting pada domain manage biasanya berbeda tergantung layanan domain service dimana kita melakukan registrasi, namun rata-rata pada domain manage mempunyai setting untuk mengarahkan nama domain ke server tujuan yang akan digunakan.

Karena saya menjelaskan menggunakan layanan DNS Park maka nama server tujuan untuk domain yang akan digukanan adalah sebagai berikut:

ns5.dnspark.net
ns3.dnspark.net
ns2.dnspark.net
ns1.dnspark.net
ns4.dnspark.net



Dibawah ini contoh input pada Domain manage milik saya o-om.com:


Ketiga, Setting pada Blogger

Pilih tab Pengaturan -> Publikasikan -> arahkan pada "Domain Anda" kemudian masukan nama domain. contoh : www.domain.com atau blog.domain.com
Contoh setting pada blogger:



Pada tahapan ini semua proses telah selesai...dan selamat sudah punya nama domain sendiri :)

Informasi :

Setelah semua proses diatas kita tidak bisa langsung mengakses nama domain, waktu yang perlukan mungkin agak lama bisa sampai 1x24 jam bahkan pada beberapa informasi ada yang sampai 48 jam. sering-sering saja melakukan ping atau melakukan pengecekan berkala dengan mengetikan manual pada web browser atau bisa mengunakan tools WinMTR jika diperlukan.

Revisi:

Memperbaiki tulisan sebelumnya ternyata ada banyak perubahan setting pada input layanan DnsPark. Tentu perubahan ini terlihat sangat berbeda dengan yang pernah saya jelaskan. Jika pada menu lama terdapat Alias Record sekarang sudah tidak ditampilkan lagi. Sebagai gantinya Pihak DNSPark mengganti menu yang lebih simple dan tidak berbelit-belit seperti dulu.

Kenapa ada pesan Dormant?

This domain is currently dormant. Please contact your registrar and have the domain properly delegated to the nameservers listed for the domain domainkamu.com and ensure the services will not be suspended. All free services will remain dormant until the nameservers at your registrar recognize DNS Park as authoritative for the zone.

Jika kamu menemukan pesan diatas berarti kamu diminta untuk segera mengubah arah DNS server pada DOMAIN milikmu dengan alamat Dibawah ini

ns5.dnspark.net
ns3.dnspark.net
ns2.dnspark.net
ns1.dnspark.net
ns4.dnspark.net

Lalu bagaimana Setting Nama Alias pada menu baru?

Untuk memasukan nama alias kita tinggal menuju ke Add Record [help?]
Contoh proses input bisa dilihat dibawah ini (jangan lupa mengganti A pada type dengan CNAME)


Alias name -> masukan dengan www
TTL -> biarkan dengan 7200
Type -> CNAME
Destination Name -> ghs.google.com

Jika ada pertanyaan silahkan masukan pada kolom komentar, terima kasih
  • Minggu, April 24, 2011
  • Administrator
.htaccess – This is the default name of a configuration file that contains “server directives” (commands known by the server) that tell the server how to behave. One common use for an .htaccess file is to restrict access (password-protection) to specific files or directories on the Internet or intranet, or to specify a particular web page to be accessed when there the file requested by the browser is not found (error 404).

Tulisan kali ini mengenai satu hal dasar dalam hosting, yaitu mengenai satu file yang berjuluk .htaccess (memang ada tanda titik di depannya). File ini penting untuk bermacam setingan di hosting dan sepertinya tulisan-tulisan mendatang juga mungkin banyak berkaitan dengan kebutuhan seting di file ini. Tulisan ini bukan murni karyaku, namun adalah kumpulan dari berbagai sumber (sumber-sumbernya akan saya cantumkan di akhir artikel ini).

Hal penting pertama yang harus diketahui, bahwa file .htaccess ini adalah hidden file, terlihat dari adanya tanda titik di depan nama file nya. Maka itu pastikan untuk mencentang opsi ‘view hidden file’ saat Anda masuk ke menu file manager di cpanel. Kalau tidak, maka Anda akan sangat kesulitan mencari di mana letak file .htaccess ini.
Kalau file ini memang belum ada di public_html, bisa saja Anda buat (create) file baru dengan nama .htaccess.
Seting permission file ini defaultnya yang aman adalah 644 (rw-r–r–) dengan maksud bahwa file ini bisa diakses server, namun mencegah user mengeditnya dari web browser. Jadi untuk mengedit file nya harus dilakukan dari hosting manager.
File .htaccess digunakan untuk pengaturan konfigurasi default server. Konfigurasi server yang diseting melalui file .htaccess ini akan mempengaruhi juga sub-directory yang ada di bawahnya. Jadi cukup 1 file .htaccess di public_html (root directory) untuk mempengaruhi keseluruhan sub-directory yang berada di public_html.
Kalau di suatu sub-directory membutuhkan seting konfigurasi yang berbeda dengan directory utamanya (misal untuk seting subdomain atau add on domain) maka perlu dibuat file .htaccess di sub-directory tersebut.
Kegunaan file .htaccess bermacam-macam, untuk membuat seting yang berbeda antara di server induk (php.ini) dan di account hosting, memblokir ip tertentu, redirect web, mengubah tingkatan file index, dan banyak lagi.
  • Minggu, April 24, 2011
  • Administrator
Lama gak posting di blog ini bukan lantaran gak ada kasus hosting yang bisa di-shared di sini, namun murni karena tidak sempat.


Kasus kali ini bermula dari email ticket seorang klien yang menyatakan sebagai berikut :


dear support *****host,


kenapa kalo saya mau install komponen joomla pasti keluar error ini :


Component Install: DB function failed with error number 2006
MySQL server has gone away SQL=INSERT INTO jos_components VALUES( 0, ‘JEvents MVC’,
‘option=com_jevents’, 0, 0, ‘option=com_jevents’, ‘JEvents MVC’, ‘com_jevents’, 0,
‘js/ThemeOffice/component.png’, 0, ”, 1 )
SQL =
INSERT INTO jos_components VALUES( 0, ‘JEvents MVC’, ‘option=com_jevents’, 0, 0,
‘option=com_jevents’, ‘JEvents MVC’, ‘com_jevents’, 0, ‘js/ThemeOffice/component.png’, 0,
”, 1 )
Error Loading ModulesMySQL server has gone away SQL=SELECT id, title, module, position,
content, showtitle, control, params FROM jos_modules AS m LEFT JOIN jos_modules_menu AS mm
ON mm.moduleid = m.id WHERE m.published = 1 AND m.access <= 2 AND m.client_id = 1 ORDER BY position, ordering 

Well, sebenarnya bukan kasus yang baru bila berkaitan dengan pesan yang MySQL server has gone away, intinya itu menandakan bahwa tidak bisa mengakses ke MySQL server, dengan banyak faktor penyebab. Karena yang dikeluhkan user berkaitan dengan saat instalasi component di joomla, maka solusi terdekat yang bisa diupayakan adalah berusaha agar komponen tadi bisa terinstal, jadi tidak harus bisa menyelesaikan penyebab utama ‘MySQL server has gone away’. Langsung ambil jalan pintas saja dengan langkah sebagai berikut : Letakkan file .zip dari component joomla, ke folder tmp yang dari program Joomla. 

Extract file .zip tersebut, seharusnya component akan terextract dalam suatu folder yang nama nya sama dengan nama component nya. Masuk ke administrator (back end) Joomla, ke menu Extensions >> Install/Uninstall.

Pilih opsi ‘Install from directory’, isikan path directory menuju hasil extract component yang kita buat tadi, misal ‘/home/blogiep/public_html/tmp/com_contoh-comp’. (blogiep adalah contoh username untuk hosting manage, misal username cpanel)

Klik Install dan tunggu hasil instalasinya.
Entah kebetulan, atau memang itu adalah cara yang benar, yang jelas component yang diinginkan klien bisa terinstal manis di sana … so, paling tidak kalau saat ini Anda belum punya petunjuk lain, mungkin bisa mencoba cara tersebut.


Demikian.
  • Minggu, April 24, 2011
  • Administrator
Untuk yang punya hosting di server yang tidak menggunakan setingan suPHP (suEXEC php), mungkin instalasi secara online untuk template, plugin ataupun modul akan menjadi pekerjaan yang melelahkan. Karena saat instal begituan, akan berhadapan dengan masalah permission folder-folder Joomla!.

Ternyata untuk pekerjaan instalasi dari back end Joomla! seperti itu, bisa juga menggunakan sistem FTP seperti yang ada di cms wordpress. Syaratnya adalah mengaktifkan dulu setingan FTP layer pada program Joomla!.

Di administrator ada setingannya di menu Site >> Global Configuration >> server. Atau kalau mudahnya, diseting saja pada file configuration.php langsung (lewat hostingnya). Berikut ini contoh setingan pada configuration.php :

var $ftp_enable = ’1′; <– 1 untuk enable, 0 untuk disable
var $ftp_host = ‘blogs.pt-ncs.com’; <– host FTP
var $ftp_port = ’21′;
var $ftp_user = ‘ usernameFTP@blogs.pt-ncs.com‘;
var $ftp_pass = ‘passwordFTP’;
var $ftp_root = ‘/public_html/’; <– folder tempat file Joomla! berada

Dengan mengaktifkan FTP layer ini, tidak perlu susah-susah lagi mengubah permission di folder-folder Joomla!, instalasi dari back end akan berjalan dengan baik. Sudah kucoba untuk di web yang menggunakan Joomla! 1.5.

———

Pada contoh itu nama webnya adalah blogs.pt-ncs.com
Pernahkah saat mencoba menyisipakn image ke posting kita di cms wordpress (wordpress.org) atau saat mencoba untuk instal theme yang baru secara online, ternyata gagal dengan keterangan mirip-mirip seperti pesan berikut :

“Header.jpg” has failed to upload due to an error Unable to create directory /home/syxxxxq1/public_html/wp-content/uploads/2010/12. Is its parent directory writable by the server?

Jika saat ini sedang mengalami masalah seperti itu, silakan dicoba cek pada file manager di hostingnya. Secara garis besar, permasalahan ini berpangkal pada folder bernama ‘uploads‘ yang seharusnya ada di dalam folder ‘wp-content‘.

Pertama silakan lihat di file manager hosting Anda, perhatikan apakah di dalam folder wp-content terdapat folder dengan nama uploads. Jika belum ada, silakan create manual saja folder dengan nama itu.

Jika folder uploads ini sudah ada, silakan seting permissionnya ke 777 agar writable.

Setelah itu, silakan dicoba lagi, kalau masih error hubungi dokter.

Well… ini sebetulnya cuma kasus kecil di dunia hosting manage menggunakan cpanel.


Kasusnya dimulai dari laporan user via telepon bahwa setiap dia mengganti kuota space untuk suatu account webmail lewat cpanel, akan keluar box merah muda dengan tulisan ‘Invalid maildirsize file!’. Diinformasikan juga nama webnya dan username webmail yang bermasalah.

Berhubung seumur-umur belum pernah menemukan kasus seperti ini, mbah google juga yang menjadi andalan untuk wejangannya. Kuketik deh keyword nya dengan pesan error yang muncul tersebut. Lalu pilih salah satu hasil search yang tampil. Ini langsung kubagikan saja caranya :

Masuk ke file manager, bisa dari cpanel lalu ke menu file manager, atau lewat ftp
Silakan ke path :

/home/username-cpanel/mail/namadomain.com/username-webmail/

Jadi misal account webmail yang mengalami masalah adalah, info@juragan-anak.com, dengan username cpanelnya –> juraga1, maka path lengkapnya 

/home/juraga1/mail/juragan-anak.com/info/ 

dah jelas belum, ya? Nah di dalam folder /info/ itu (misal dalam kasus yang dicontohkan di point 3 tadi), ada file bernama ‘maildirsize’
Silakan hapus deh file ‘maildirsize’ itu, gak usah ragu-ragu, nanti juga akan tercreate lagi file tersebut kalau ada perubahan kuota space
Langkah tadi adalah untuk menuntaskan masalah pada masing-masing username yang bermasalah. Jadi satu-satu untuk per account.

Akan halnya jika itu terjadi pada banyak account, yang mudah adalah melakukan remove massal menggunakan akses ke ssh, dengan command (asumsinya command ini dilakukan dari /home/juraga1/) :

find mail -name maildirsize | xargs rm -f

lalu disambung dengan

/scripts/generate_maildirsize –force –allaccounts

BTemplates.com

Categories

Kamera CCTV Palembang

Popular Posts

Blog Archive