Big Ben
LiputanKami.com - Nasib Big Ben sebagai ikon Inggris saat ini sedang di ujung tanduk. Bagaimana tidak, menara jam bergaya Neo-Gothik ini dikabarkan semakin miring, sehingga terancam ambruk dan tenggelam di Sungai Thames.

Kantor berita Reuters mengabarkan, puncak Big Ben selama tiga tahun belakangan secara kasat mata memang terlihat miring. Belakangan diketahui, kemiringan telah mencapai 46 sentimeter, diduga terpengaruh pengerjaan kereta bawah tanah Jubilee.

DPR Inggris yang bertanggung jawab atas menara jam setinggi 96 meter yang sudah berdiri sejak abad 19 ini pun menggelar rapat untuk membahas biaya perbaikan. Konon, biaya perbaikan Big Ben diperkirakan mencapai miliaran poundsterling.

Namun, seorang ahli konstruksi yang juga mengerjakan renovasi Menara Pisa di Italia mengatakan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Menurut dia, dibutuhkan waktu 10 ribu tahun bagi Big Ben untuk bisa ambruk.

Profesor John Burland dari Imperial College London juga mengatakan bahwa pengerjaan jalur kereta bawah tanah Jubilee pada 1990-an bukan penyebab kemiringan dan retakan pada Big Ben.

"Big Ben sudah miring selama bertahun-tahun," ujar Burland. "Ketika saya pertama kali mulai mengerjakan parkiran, terlihat jelas bahwa menara sudah miring."

Dia juga menepis ketakutan yang menyatakan gedung parlemen ini akan jatuh ke Sungai Thames. "Setiap bangunan tua pasti memiliki retakan. Intinya, retak dan kemiringan sudah ada sejak bertahun-tahun dan bukan karena Jalur Jubilee," tegas Burland.

sumber: vivanews

BTemplates.com

Categories

Kamera CCTV Palembang

Popular Posts

Blog Archive