• Senin, Agustus 01, 2011
  • Administrator

Puncak belanja kebutuhan masyarakat jelang Lebaran semakin bergeser lebih cepat dari biasanya. Beberapa tahun lalu tren belanja konsumen untuk kebutuhan Lebaran terjadi 4 minggu sebelum Lebaran, namun kini semakin lebih dini.

Director Retail Service Nielsen Yongky Surya Susilo menjelaskan hal ini tidak terlepas adanya kebijakan beberapa perusahaan yang memberikan bonus atau Tunjangan Hari Raya (THR) lebih cepat dari sebelumnya. Jika sebelumnya konsumen berbelanja menunggu THR yang dibagikan sepekan atau dua pekan sebelum Lebaran.

"Kalau zaman dulu peak sale terjadi pada empat mingguan sekarang sudah ke lima minggu, sekarang sudah belanja. Para ritel pun sekarang mulai pagi-pagi (dini) melakukan promosi,"
Ia menjelaskan pelaku ritel rupanya sudah mulai membaca fenomena baru ini dengan memberikan promo lebih dini. Bahkan dengan adanya pergeseran waktu puncak belanja, konsumen diuntungkan dengan waktu yang tidak mepet.

"Mereka (ritel) mencoba memberikan waktu kepada konsumen biar nggak mepet. Dengan model THR diberikan lebih cepat dari sebelumnya. Konsumen dari sekarang mulai terima uang dan mulai belanja," katanya.

Sementara itu pelaku ritel sudah mewanti-wanti terkait adanya peningkatan permintaan barang kebutuhan rumah tangga dan sayur mayur dari konsumen diperkirakan naik hingga 50% selama puasa. Untuk mengantisipasi misalnya peritel PT Carrefour Indonesia (Carrefour) menambah rata-rata pasokan barang di gerai hingga 40%.

"Kita pastikan harga pasti menarik bagi konsumen. Kita tingkatkan stok sayur mayur dan consumer goods hingga 30-40% sehingga tidak akan ada kenaikan harga karena memang tidak bisa dari suplier kita," kata Corporate Affairs Division Head Carrefour Indonesia Satria Hamid beberapa waktu lalu.

BTemplates.com

Categories

Kamera CCTV Palembang

Popular Posts

Blog Archive