• Senin, Agustus 01, 2011
  • Administrator

Selama semester I-2011, Indonesia mengalami defisit perdagangan dengan China senilai US$ 3,1 miliar. Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan perdagangan ini bakal surplus di akhir tahun.

Menurut Kepala BPS Rusman Heriawan, ekspor Indonesia ke China dalam dua bulan terakhir (Mei-Juni 2011) tumbuh pesat dibanding impor.

"Ekspor kita ke China dalam dua bulan terakhir ini pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan peningkatan impor kita dari China, itu saja kalau dipertahankan pada suatu ketika mungkin tidak berlebihan untuk mengatakan surplus tetapi menjadi seimbang. Karena yang terjadi sekarang posisi masih defisit," ujar Rusman dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Dr Sutomo, Jakarta, Senin (1/8/2011).

Selain itu, Rusman menyatakan porsi defisit perdagangan antara China dengan Indonesia kian menyusut. Dengan demikian tidak menutup kemungkinan akan dibukukan surplus pada akhir tahun ini.

"Ekspor lebih cepat, kalau sampai akhir tahun tidak mustahil kita akan surplus dengan China," tuturnya.

Selama 6 bulan ini, defisit perdagangan dengan China tercatat sebesar US$ 3,1 miliar. "Kalau dibagi rata-rata US$ 500 juta per bulan. Juni kemarin saja defisit US$ 365,2 juta, di bawah itu," pungkasnya.

Berdasarkan data BPS, ekspor Indonesia ke China menduduki posisi nomor dua terbesar dengan nilai US$ 8,95 miliar dan impor dari China US$ 12,05 miliar.

BTemplates.com

Categories

Kamera CCTV Palembang

Popular Posts

Blog Archive