• Senin, Desember 05, 2011
  • Administrator
Dosis harian jahe bisa mengurangi peradangan usus dan membantu mengurangi risiko kanker kolorektal, menurut sebuah studi baru. Para peneliti menemukan bahwa peserta studi yang mengonsumsi suplemen jahe mengalami penurunan 28 persen dalam satu ukuran peradangan kolorektal jika dibandingkan dengan mereka yang meminum plasebo. 

Penelitian ini juga telah menunjukkan bahwa orang dengan tingkat peradangan pada dubur yang lebih tinggi lebih mungkin untuk mengembangkan lesi yang dapat berkembang menjadi kanker. 

Namun, para peneliti mencatat bahwa studi ini masil berskala kecil karena hanya melibatkan 30 peserta. Maka itu, penelitian lebih lanjut diperlukan guna mengetahui manfat jahe pada risiko kanker. "Tapi hasil ini terlihat menjanjikan," kata Patricia Thompson, seorang profesor kedokteran seluler dan molekuler di University of Arizona Cancer Center, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, seperti dikutip dari Fox News. 

Sementara itu, Suzanna Zick, asisten peneliti dari University of Michigan Medical School mengatakan bahwa diperlukan percobaan yang lebih besar untuk menguatkan temuan studinya dan menjawab sejumlah pertanyaan. 

Secara khusus, penelitian di masa depan diperlukan untuk mengetahui bagaimana jahe dapat mengurangi kadar PGE2 pada dubur. Jika jahe mampu bertindak untuk mengurangi peradangan dengan cara yang sama seperti halnya obat COX-2 inhibitor, berarti juga dapat berbagi manfaat dalam menemukan obat bagi mereka yang berisiko tinggi mengidap penyakit kardiovaskular. 

"Kami juga tidak tahu berapa banyak jahe yang dibutuhkan seseorang untuk mengurangi risiko kanker mereka," Dalam studi tersebut, para peneliti merekomendasikan 2 gram ekstrak jahe yang setara dengan sekitar 20 gram jahe mentah karena uji coba terakhir menunjukkan bahwa dosis itu paling sesuai untuk orang sehat. Studi ini telah diterbitkan dalam jurnal Cancer Prevention Research.

BTemplates.com

Categories

Kamera CCTV Palembang

Popular Posts

Blog Archive