DIKUTIP.COM - Sejumlah pendaki dan tim SAR yang ikut dalam pencarian pesawat Sukhoi di Gunung Salak mempunyai pengalaman cerita magis. Mulai dari melanggar larangan memetik bunga hingga mimpi bersenggama dengan perempuan cantik.

Seorang yang tergabung dalam sebuah regu pada tim yang pertama kali diterjunkan ke Gunung Salak menceritakan pengalamannya saat berada pada ketinggian 1.700 kaki, pos terakhir tak jauh dari titik koordinat pesawat jatuh, Sabtu dini hari, 12 Mei. Ia dan sekitar sembilan anggota regu lainnya bermimpi aneh saat sedang tertidur.

"Kami mimpi basah secara bersamaan," kata dia.

Anehnya, dia melanjutkan, mimpi seluruh anggota regu cukup identik. Awalnya mereka bermimpi disambut seorang wanita cantik pada sebuah rumah di puncak gunung tersebut. "Perempuan itu menyuguhi kami air minum," kata dia bercerita.

Tak lama berselang, mereka langsung diminta untuk istirahat. Tetapi di dalam rumah ternyata ada banyak perempuan yang tak kalah cantiknya dengan yang menyambutnya tadi. Setelah itu, para perempuan itu mencumbu mereka selayaknya suami istri.

Namun ia mengaku tak heran dengan peristiwa tersebut karena Gunung Salak terkenal dengan kisah magisnya. "Yah, kami memaklumi saja."

Cerita lain dari seorang pendaki yang pernah menjelajahi Gunung Salak. Kini ia bergabung dengan tim SAR sebagai sukarelawan pencari korban Sukhoi. Menjelang pendakian, ia banyak berkonsultasi dengan masyarakat yang berada di sekitar gunung tersebut. "Banyak pantangannya," ujarnya.

Ia mengaku pernah menghiraukan pantangan penduduk untuk tidak mengambil bunga anggrek saat mendaki beberapa bulan lalu ke Gunung Salak. Maklum, kata dia, di sana banyak anggrek berbagai jenis yang cukup indah.

Tapi apa yang terjadi. Timnya tersesat saat ingin pulang. Sepanjang hari mereka hanya berputar di puncak Salak secara berulang sampai malam hari.

Anggrek itu pun di simpan di salah satu tempat, timnya kemudian sholat Isya. Setelah sholat timnya kembali melanjutkan perjalanan pulang. "Ternyata jalan pulang hanya ditutupi ranting padahal kami sudah beberapa kali lewat di depan ranting itu," ujarnya seraya menggeleng kepala.

Ia juga mengaku bertemu seorang nenek-nenek berusia sekitar 80 tahun di puncak gunung tersebut. Perempuan tua yang sudah bungkuk itu berjalan sendirian di sebuah padang dengan hanya memakai pakaian tipis.

"Kami tanya mau ke mana Nek, dia bilang hanya jalan-jalan," kata dia menirukan pernyataan nenek tersebut.

Saat ditanyai di mana tempat tinggalnya, wanita tua itu hanya menjawab, "Di sini Nak." Nenek itu menolak diantar ke kaki gunung. Pendaki ini melanjutkan, perempuan tua itu lalu bilang, "Saya senang di sini karena ramai bila malam, mereka sering kasih saya makan," tanpa menyebutkan siapa mereka yang dimaksud.

Yang mengherankan lagi, kata pendaki itu, si nenek berbahasa Jawa kental, padahal mayoritas masyarakat di kaki gunung berbahasa Sunda. "Kami pun meninggalkan nenek itu sendirian," ujarnya.(dk/tempo)


DIKUTIP.COM - Mungkin kejadian jatuhnya Pesawat Sukhoi Super-Jet 100 menjadi topik pembicaraan oleh banyak orang, tidak hanya penyebab terjadinya crash pesawat ini tentunya menjadi misteri yang belum dapat di simpulkan, selain faktor cuara, kerusakan dan salah komunikasi, masih dipertanyakan hingga saat ini,  bahkan tidak sedikit menganggap jatuhnya pesawat karena kesalah Pilot.

Seperti apa sih para pilot mengemudikan burung besi ini ?, tentunya kita penasaran kali ini dikutip.com mencoba memberikan gambaran bagaimana sih kalo kita merasakan menjadi seorang pilot, mulai pemahaman dari beberapa fitur pesawat menggunakan flight simulator, atau simulator penerbangan, mari kita merasakan sensasi menjadi seorang pilot pesawat. 


  • Minggu, Mei 13, 2012
  • Administrator
DIKUTIP.COM - Penyebab kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 diperkirakan baru akan diketahui setahun lagi. Hal itu berdasarkan penilaian konsultan bisnis PT Trimarga Rekatama, Sunaryo, di Jakarta, Minggu (13/5/2012). Menurut dia, tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT bekerja sama dengan tim Rusia terus menelusuri penyebab kecelakaan tersebut.

"Memang kalau kecelakaan pesawat seperti ini, saya 35 tahun di AU (Angkatan Udara), permasalahan-permasalahan seperti ini sudah berpuluh kali. Penyebabnya bisa diketahui sampai satu tahun lagi. Itu juga sulit, kebukanya baru beberapa tahun kemudian," katanya.

Sunaryo menambahkan, kedua belah  pihak terus melakukan koordinasi dalam menyelidiki penyebab kecelakaan. Dia memastikan, tim Rusia akan terbuka dalam mengungkapkan kemungkinan penyebab yang ada.
Tim KNKT baik Indonesia atau Rusia masih menyelidiki, bekerja sama, tetapi leader-nya tetap Indonesia. Jadi, semua juga bingung. Itu pesawat supercanggih, kanapa bisa ada kejadian seperti ini - Sunaryo
”Tim KNKT baik Indonesia maupun Rusia masih menyelidiki, bekerja sama, tetapi leader-nya tetap Indonesia. Jadi, semua juga bingung. Itu pesawat supercanggih, kenapa bisa ada kejadian seperti ini,” ujarnya.

Sejauh ini, menurut Sunaryo, kendala yang dihadapi tim penyelidik adalah terkait fakta penting yang belum lengkap. ”Apa yang dibutuhkan dicatat, mesinnya dicek, data-data yang diperlukan belum lengkap. Semua dijadikan jadi satu,” tuturnya.

Sebanyak 82 anggota KNKT Rusia semalam telah tiba di Indonesia dan telah disebar ke tiga tempat penugasan. Tim forensik bertugas di RS Polri Soekanto, Kramat Jati, Jakarta, sedangkan tim administrasi di Bandara Halim Perdanakusuma.

Sementara itu, tim penyelidik sudah berada di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. Pihak perwakilan Sukhoi di Indonesia juga menyediakan penerjemah apabila dibutuhkan. (dk/kompas)
DIKUTIP.COM - Proses evakuasi korban pesawat Sukhoi Superjet 100 terbilang alot, sejak Rabu sore sesaat pesawat nahas itu hilang kontak di ketinggian 1.800 meter di Gunung Salak. Langit di Desa Pasir Pongkor, Kelurahan Cipelang, Cijeruk, Bogor terlihat kala itu tertutupi kabut. Warga mempercayai peristiwa itu sebagai  pertanda buruk yang terjadi di gunung yang dikenal ditunggui Prabu Siliwangi.

Memang sesaat sebelum pesawat tersebut hilang, warga Pasir Pongkor sempat melihat pesawat melintas di atas perkampungan mereka mengarah ke Gunung Salak. Namun saat ditunggu beberapa saat, badan pesawat itu tak kunjung terlihat.

Tak terdengar ledakan dan tidak tahu kemana pesawat itu pergi. Warga Pasir Pongkor baru mengetahui pesawat itu jatuh ketika melihat pemberitaan di televisi. "Saya lihat pesawat itu melintas ke arah gunung, namun tak terlihat lagi. Saya juga baru tahu dari televisi pesawat tersebut hilang di sini," terang Jajang mengatakan, Minggu (13/5).

Ia menceritakan, sebelum kejadian pepohonan di puncak Gunung Salak terlihat jelas. Namun sesaat pesawat itu jatuh, kabut menutupi pegunungan tersebut hingga Kamis pagi. Warga mempercayai itu sebagai pertanda buruk adanya musibah. "Kalau ditutupi kabut, itu berarti ada sesuatu," terangnya.

Selain itu, satu bulan sebelum pesawat Sukhoi itu jatuh, salah seorang warga yang bermukim di dekat lereng bukit Cipelang pernah bermimpi bahwa di desanya nanti akan ramai dikunjungi orang. Mimpi tersebut kini menjadi kenyataan, ribuan orang termasuk Tim SAR dan para pemburu berita berkonsentrasi di desa mereka hingga saat ini.

"Ada warga di lereng yang pernah bermimpi, bahwa kampung ini akan ramai oleh orang-orang," katanya.

Lebih dalam ia menceritakan, untuk proses evakuasi korban hingga ditemukan dibutuhkan semacam permintaan dari sang empunya gunung. Seperti halnya pada saat 7 pelajar STM yang pernah hilang mendaki gunung beberapa bulan lalu. Ada syarat yang harus dipenuhi untuk menemukan ketujuh pelajar nahas tersebut. Sebagai persyaratannya, yang punya hajat harus memotong kambing dan membawanya ke tempat yang sudah ditentukan.

Seperti halnya untuk saat ini, proses evakuasi korban akhirnya bisa dilakukan setelah Jumat pagi kemarin Tim SAR dan para sesepuh membuat semacam selamatan tumpengan nasi kuning agar bisa cepat dipertemukan titik lokasi korban. Syaratnya tak hanya itu saja, nasi kuning tersebut juga harus diantar oleh para sesepuh ke tempat lokasi jatuhnya pesawat.

"Memang untuk kejadian saat ini, permintaannya, minta dibuatkan nasi kuning dan diantar oleh para sesepuh," terang Jajang Melanjutkan.

Proses ritual tersebut benar saja dilakukan pada Jumat pagi kemarin. Tiga orang sesepuh bersama tim SAR melakukan prosesi tersebut. Setelah melakukan pembacaan doa semacam tahlilan, ketiga sesepuh tersebut mengatarkan ke lokasi jatuhnya pesawat.

"Minta didoakan biar cepet ketemu, yang mengantarkan kemarin, Ustad Suryana, H Taulani, Ustaz H Marsa," tambahnya.

Setelah dilakukan prosesi ritual tersebut, cuaca di sekitaran gunung kembali cerah. Sejak pagi kemarin puncak dan lereng gunung hingga sore hari tidak tertutupi kabut. Proses evakuasi pun akhirnya belajan lancar, korban mulai dievakuasi melalui jalur udara sejak kemarin.

"Bener, kalau sudah ada permintaan pasti akan kembali normal, pepohonan akan terlihat lagi, kalau dua hari kemarin kan tidak," ujarnya. (dk/mrdk)
  • Minggu, Mei 13, 2012
  • Administrator

DIKUTIP.COM - Tim investigasi Rusia sudah siapkan alat guna mendukung tim SAR Indonesia temukan korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak. Untuk mempermudah pencarian, tim Rusia sudah mempersiapkan sebuah helikopter spesial menembus sulitnya medan untuk evakuasi jenazah dari Indonesia dan Rusia.

"Untuk membantu SAR Indonesia temukan kotak hitam dan jenazah, kami punya helikopter berdaya jelajah bagus," ujar Ketua Tim Investigasi Rusia, Michail Chupalenkov kepada wartawan di Posko Pasir Pogor, Bogor, Sabtu (12/5).

Michail menuturkan, kedatangan tim investigasi untuk membantu evakuasi merupakan inisiatif pemerintah Rusia. "Kami bukan diutus oleh perusahaan penerbangan (Sukhoi) dan semua sudah tahu bahwa pilotnya warga negara Rusia," jelasnya.

Rencananya besok, tim Rusia akan membantu evakuasi korban pesawat Sukhoi dan mencari kotak hitam (black box). Semua jawaban akan terungkap setelah menyelidiki isi percakapan di dalam kotak hitam tersebut. Hingga kini, tim SAR belum berhasil menemukan kotak hitam tersebut.

Sukhoi Superjet 100, pesawat pabrikan Rusia ini hilang kontak dalam joy flight hari Rabu (9/5) lalu. Pilot pesawat, Aleksandr Yablontsev kelahiran Warsawa, Polandia, 3 April 1955. Dia telah menerbangkan 221 jenis pesawat dan mengantongi lebih dari 14 ribu jam terbang. Riwayat pendidikannya, ia lulus dari Higher Military Pilot School, Armavir, pada 1976.(dk/mrdk)
  • Minggu, Mei 13, 2012
  • Administrator
DIKUTIP.COM - Arman patut diacungi jempol. Remaja 17 tahun ini salah satu pahlawan dalam tim evakuasi di Gunung Salak. Dia bersama pasukan TNI dan Tim SAR serta Mapala UI adalah salah satu perintis yang membuka jalur menuju lokasi jatuhnya Sukhoi di tebing Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat.

"Pas tidur, saya mesti mengikat badan dengan tali ke pohon. Biar nggak jatuh ke jurang," kata Arman sambil menunjukkan ikat pinggangnya yang hampir rusak, saat ditemui di Posko SAR di Pos Embrio, Sabtu (12/4/2012).

Arman yang tinggal di Ciapus, Bogor, ini sudah putus sekolah dari SMA Taman Sari Bogor. Saat ditemui, kaos olahraga sekolah yang dikenakannya sudah kotor. Arman membawa tas punggung kecil yang berisi baju. Sepatu yang dia kenakan pun hanya sepatu biasa, bukan sepatu khusus untuk mendaki gunung.

"Perjalanan ke atas jauh, sekitar 6-7 jam," terang remaja berperawakan kecil ini.

Dia mengaku sudah mengenal kawasan Gunung Salak ini. Niat dia ikut tim evakuasi adalah membantu menemukan para korban dan sebagai pembuka jalan. Arman naik ke lokasi Sukhoi sejak hari pertama. Arman pun sempat melihat puing-puing pesawat yang hancur dan jenazah korban.

"Untuk ke lokasi mesti melewati jurang," imbuhnya.

Arman, pada Sabtu pagi turun lagi ke bawah ke Pos Tim SAR di Pos Embrio. Dia diminta menjadi penunjuk jalan ke lokasi bagi TNI. Begitu tiba di Pos SAR, Arman pun diminta langsung ke tempat logistik. Seorang anggota Tim SAR meminta Arman agar menyantap makanan yang banyak. Maklum, di lokasi di evakuasi, logistik sangat terbatas.

Seperti halnya Arman, Marzen pun bekerja tanpa pamrih guna membantu tim evakuasi. Relawan yang biasa bertugas di Gunung Halimun dan Gunung Gede ini bercerita, medan di lokasi sangat berat.

"Yang paling minim itu logistik. Saya sampai makan apa yang ada di lokasi, saya mesti makan gedebong pisang," ucap Marzen.

Namun dia mengaku hal itu adalah hal yang biasa. Bagi Marzen, mengevakuasi jenazah korban Sukhoi adalah yang utama.

"Melihat kondisi korban saya sampai menangis. Baru kali ini saya melihat seperti itu. Yang susah, jenazah yang menyangkut di tebing, mesti memanjat untuk mengambilnya," tutur pria berusia 40-an tahun ini.

Arman dan Marzen sudah 2 hari berada di lokasi Sukhoi jatuh. Sabtu (12/5) kemarin pagi mereka turun ke Pos SAR. Selain memulihkan diri, mereka juga membantu membuka jalan bagi tim evakuasi lainnya yang akan datang.
  • Sabtu, Mei 12, 2012
  • Administrator

DIKUTIP.COM - Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Daryatmo mengungkapkan, pihaknya berhasil membawa 17 kantong jenazah dari titik jatuhnya lokasi pesawat Sukhoi Superjet 100 ke Jakarta. Dari ke 17 kantong, satu diantaranya berisi barang-barang korban yang ditemukan.

"Hari ini kami melaksanakan evakuasi kombinasi antara evakuasi udara dan darat, semuanya kita evakuasi sebanyak 17 kantong jenazah, sudah dibawa ke Jakarta," tegasnya saat jumpa pers di terminal kedatangan, Halim Perdanakusuma, Sabtu (12/5/2012).

Daryatmo menjelaskan, medan yang dihadapi timnya di lapangan sangat sulit. Titik paling atas tebing dijadikan tempat untuk pendaratan helikopter, sementara jenazah yang telah dimasukan ke dalam kantong berada 250 meter dibawah helikopter.

Berdasarkan keterangan dari salah satu petugas SAR di lapangan, antara titik helikopter hingga dasar jurang berjarak 500 meter. "Korban yang kami evakuasi dari area tengah tebing, lima dari bawah. Dengan demikian betapa sulitnya mengumpulkan korban yang ada di sini untuk dibawa ke helipad," jelas Daryatmo.

Menurut Daryatmo, skema pemindahan tubuh korban selanjutnya tetap mengikuti skema sebelumnya, yaitu tim yang berada tersebar di radius 500 meter dari titik jatuhnya pesawat, yaitu di tengah tebing memasukan korban ke kantung jenasah dengan semacam jaring atau yang disebut rescue net. "Dari tengah korban dibawa naik menuju helipad kemudian dibawa dulu ke Cijeruk, baru ganti helikopter menuju Jakarta," lanjutnya. (dikutip/kmps)
  • Sabtu, Mei 12, 2012
  • Administrator
DIKUTIP.COM - Anang Hermansyah akhirnya resmi melepaskan status dudanya. Setelah, Anang telah resmi menikahi kekasihnya Ashanty. 

Akad nikah yang digelar di Masjid Al Bina, Senayan pun berjalan sangat khidmat dan haru. Tapi rona bahagia pun terpancar dari wajah keduanya saat selesai mengucap janji sehidup semati.

Prosesi akad nikah dibuka dengan penyambutan rombongan keluarga Anang dengan iringan rebana. Shalawat pun bergema saat rombongan Anang masuk ke dalam masjid.
Setelah penyambutan rombongan keluarga Anang, acara langsung dilanjutkan dengan saritilawah yang dibawakan oleh kakak Ashanty. Ijab qobul pun dimulai setelah saritilawah dibacakan.
Kakak Ashanty, Gansar Sambodo didaulat untuk menjadi wali nikah. Sedangkan, Menteri Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa dan Bupati Kutai Timur, Isran Nur menjadi saksi dari pernikahan mereka.
Selamat menempuh hidup baru, Anang dan Ashanty! (dk/dtk)
  • Sabtu, Mei 12, 2012
  • Administrator
DIKUTIP.COM - Berikut foto proses evakuasi penemuan jenazah korban jiwa pesawat sukhoi dan beberapa benda yang tersisa sperti laptop dan beberapa kertas yang menggambarkan pesawat shukoi, hingga saat ini (12/05/2012) sudah ditemukan 16 kantong jenazah, terlihat jelas bagaimana pesawat hancur berserakan, berikut foto foto detail evakuasi penemuan korban.






























  • Sabtu, Mei 12, 2012
  • Administrator
  • ,

DIKUTIP.COM - Selama ini, kita akrab dengan aturan penerbangan internasional yang melarang penumpang mengaktifkan telepon seluler di dalam pesawat. Alasannya, sinyal dari ponsel bisa mengganggu peralatan navigasi. Bila berkukuh, tentu nyawa taruhannya.

Seakan ingin mematahkan aturan itu, maskapai Virgin Atlantic asal Inggris menawarkan fasilitas bebas menelepon selama penerbangan. Tidak cuma telepon seluler, konsumen juga diizinkan mengakses Internet saat di udara.

Harian the Telegraph, Sabtu (12/5), melaporkan layanan itu diterapkan di armada Airbus seri A330 milik Virgin Atlantic yang melayani penerbangan dari London ke New York, Amerika Serikat. Maskapai itu menargetkan fasilitas serupa bisa diterapkan di 10 rute penerbangan lainnya tahun ini.

Pihak Virgin Atlantic menggandeng perusahaan AeroMobile milik Panasonic asal Jepang untuk mewujudkan teknologi yang membikin percakapan telepon seluler aman dilakukan selama terbang. 

Rupanya yang dilakukan Virgin bukan pertama kalinya di dunia. Empat tahun lalu, maskapai Air France dari Prancis menjadi perusahaan pertama yang membolehkan penumpang menelepon selama penerbangan. Langkah itu, kini disusul Virgin Atlantic, Royal Jordanian, dan perusahaan China Shenzhen Airlines.

Meski kini aturan menelepon di pesawat makin longgar di beberapa wilayah udara Eropa dan Asia, jangan harap hal yang sama berlaku di Amerika. 

Sekitar 400 kilometer dari wilayah udara Negeri Paman Sam itu, seluruh alat komunikasi harus mati atau pesawat yang anda tumpangi bakal dinilai ancaman nasional. (dk/mrdk)

DIKUTIP.COM - Alexander Yablontsev, merupakan pilot Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di kawasan Gunung Salak, satu dari 8 warga rusia, memang baru pertama kali terbang di wilayah Indonesia. Namun di negaranya, Rusia, dia dikenal sebagai pilot senior yang telah malang-melintang membawa berbagai jenis pesawat.

Tidak tanggung-tanggung, pilot berpengalaman kelahiran Warsawa, Polandia itu telah menerbangkan 221 jenis pesawat. Pria kelahiran 3 April 1955 itu juga telah mengantungi lebih dari 14 ribu jam terbang. Demikian seperti diberitakan International Herald Tribune, Sabtu (12/5/2012).

Riwayat pendidikannya, Yablontsev lulus dari Higher Military Pilot School, Armavir pada tahun 1976. Pada tahun 1985, Yablontsev menyelesaikan pendidikannya di Soviet Air Force Test Pilot School di Akhtubinsk. Masih di tahun yang sama, Yablontsev lulus dari Moscow Aviation Institute. 

Pada tahun 1989, Yablontsev menyelesaikan serangkaian pendidikan di Sekolah Pilot Penguji Angkatan Udara Uni Soviet atau Soviet Air Force Test Pilot School. 

Yablontsev juga tercatat pernah mengikuti pelatihan di tim kosmonaut alias penerbang pesawat ulang-alik pada Maret 1989-April 1991. Selama tujuh tahun yakni tahun 1989-1996, dia bergabung dalam korps kosmonaut. Namun dia belum pernah menerbangkan pesawat ke luar angkasa.

Pada tahun 1997, Yablontsev pensiun dari kedinasan militer dengan pangkat terakhir Letnan Kolonel Angkatan Udara Rusia. Maka sejak 1998, dia menjadi pilot untuk maskapai Transaero-Airline. Pekerjaan itu dijalaninya hingga 1999. Yablontsev juga menjadi pilot untuk maskapai Transevropskiye Aviliniy Airline. Selanjutnya, Yablontsev bergabung ke Sukhoi sebagai pilot penguji pesawat komersial.

Sebelum membawa Sukhoi Superjet 100 ke Indonesia, Yablontsev telah terlebih dulu menerbangkan pesawat komersial terbaru Rusia itu ke Kazakhstan, Pakistan dan Myanmar untuk melakukan demo penerbangan. Demo penerbangan di ketiga negara tersebut berlangsung sukses. Namun rupanya, takdir berkata lain di Indonesia.(dk/dtk)

Biodata Lengkap  Alexander Yablontsev - Pilot Sukhoi Superjet 100 
  • Nama Lengkap : Alexander Nikolayevich Yablontsev 
  • Tempat lahir : Warsawa, Mazowieckie, Polandia 
  • Tanggal lahir : Minggu, 3 April 1955 
  • In training : Mei 1989 – September 1996
  • Kewarganegaraan : Russian 
  • Russian Lt-colonel/cosmonaut
  • Captain Pilot - Chief Pilot of Sukhoi Civil Aircraft 
  • Sabtu, Mei 12, 2012
  • Administrator

DIKUTIP.COM - Sebanyak tiga kantong jenazah kembali didaratkan di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (12/5/2012).

Berdasarkan pantauan di lapangan, ketiga kantong jenazah berwarna hitam tersebut dibawa oleh satu helikopter jenis Bolco berwarna putih milik Polri, dan mendarat di landasan pukul 13.38 WIB. Sebanyak 5 orang berseragam TNI dan 2 dari Basarnas pun menjemput dan mengangkat kantong jenazah tersebut ke dalam sebuah mobil ambulans berwarna putih milik PMI yang telah disiagakan di lokasi sebelumnya. 

Beberapa saat sebelumnya, sebanyak lima kantong jenazah tiba di Halim Perdanakusuma dengan menggunakan helikopter milik TNI AU. Helikopter pertama datang sekitar pukul 07.35 WIB, kedua pukul 08.20 WIB, dan yang ketiga pukul 12.02 WIB. Dengan demikian, telah ada tujuh kantong jenazah yang sudah dibawa dari kawasan Cijeruk, Sukabumi, Jawa Barat, ke Jakarta. (kompas.com)

Artikel Terkait

BTemplates.com

Categories

Kamera CCTV Palembang

Popular Posts

Blog Archive