(Lamongan-86) Tuan rumah Persela Lamongan menang tipis 1-0 atas tamunya Persitara Jakarta Utara dalam lanjutan kompetisi liga super di Stadion Surajaya Lamongan Malam ini (14/10/2009). Gol semata wayang Persela di raih melalui tendangan penalti.

Di saksikan ribuan supporter yang memadati Stadion Surajaya, Laskar Joko Tingkir memulai serangan dengan melalui gelandang serang Samsul Arief. Hasilnya, di menit ke 4, tendangan samsul arief nyaris membuahkan gol jika tidak di tepis kiper Persitara, Wawan Dermawan.

10 menit kemudian, sundulan kepala Samsul Arief berhasil memperdaya kiper Persitara. Namun, gol ini di anulir wasit Iis Isya, karena offside.

Gol 1-0 baru di raih anak asuh Widodo C Putro di menit ke 26 saat wasit menghadiahkan tendangan penalti akibat pelanggaran hand ball yang di lakukan pemain belakang Persitara, Ladislas. Tendangan penalti berhasil di eksekusi dengan baik oleh Martin Zada. Skor 1 -0 bertahan hingga babak pertama usai.

Tertinggal 1-0, Persitara meningkatkan tempo permainan di babak kedua. Di menit ke 60, striker tantan, nyaris mencetak gol setelah memanfaatkan umpan dari Ernesto. Namun, bola berhasil di tangkap kiper Persela, Fauzal Mubarok.

Di menit ke 71, tendangan bebas yang di eksekusi ernesto, nyaris menyamakan kedudukan. Namun, bola kembali berhasil di tangkap kiper Fauzal Mubarok.

Hingga pluit panjang di tiup wasit sebagai tanda berakhirnya pertandingan, berbagai peluang yang di miliki kedua kesebelasan, tidak mampu merubah skor 1-0 untuk Persela. (86)

Servisan yang sama datang lagi. Kali ini Monitor LG Flatron 775FT juga tapi rusaknya Layar Bagian Atas Bergaris dan Menggulung. Kira - kira apanya ya.....?

Berikut Cara Servis Monitor LG Flatron 775FT Layar Bagian Atas Bergaris dan Menggulung :


Cara Servis Monitor LG Flatron 775FT Mati dengan Lampu Power Blink :

1. Bongkar monitornya dengan membuka 4 sekrup yang ada di tutup casing monitor.

2. Buka landasan Board Monitor yang terbuat dari besi.

3. Kerusakan Monitor LG Flatron 775FT Layar Bagian Atas Bergaris dan Menggulung ini disebabkan oleh rngkain vertikal yang mengalami gangguan. Kemudian saya coba cek semua rangkain vertikalnya ternyata OK-OK saja. saya cek secara fisik komponennya, ternyata ada Elco yang melembung (rusak) di bagian output Flyback yang 40 volt. Ternyata tegangan 40 volt ini dibutuhkan juga oleh rangkaian vertikal untuk membuka layar secara vertikal dengan sempurna selain tegangan dari power supply yang 15 volt.

4. Kemudian saya ganti elco yang rusak itu (elco ini sebagai filter tegangan 40 volt). Monitor kemudian saya nyalakan ternyata masih sama. Kemudian saya coba urutkan rangkaian 40 volt ini ternyata ada resistor pengaman dengan ukuran 0.1 ohm yang terbakar. Resistor ini sebagai sekring. Putusnya resistor ini diakibatkan oleh elco yang rusak tadi sehingga tegangan overload.

5. Kemudian saya ganti resistor yang rusak ini dengan ukuran 0.1 ohm. Dan monitor saya coba nyalakan, dan Monitor kembali nyala dengan normal ...... Lega rasanya......

Demikian pengalaman saya ....... Selamat mencoba .....

Kemarin aku dapat servisan monitor 17 inch. Monitornya adalah LG Flatron 775FT 17" dengan kerusakan mati dengan lampu power blink. Lampu power blink merah kuning menyala secara bergantian. mau tahu cara servisnya ...?


Cara Servis Monitor LG Flatron 775FT Mati dengan Lampu Power Blink :

1. Bongkar monitornya dengan membuka 4 sekrup yang ada di tutup casing monitor.

2. Buka landasan Board Monitor.

3. Kerusakan Monitor LG Flatron 775FT Mati dengan Lampu Power Blink ini disebabkan oleh tegangan output power supply yang 15 volt mengalami kerusakan. Tegangan 15 volt ini digunakan untuk blok vertikal, program, oscilator, mode stanby. Dengan hilangnya tegangan 15 volt ini membuat monitor tidak bisa dinyalakan saat di pencet tombol powernya, dan lampu power akan nyala merah kuning bergantian secara cepat.

4. Cari Output 15 voltnya power supply, disana kalo diurutkan ada sebuah transistor switching untuk tegangan 15 volt. Biasanya transistor ini rusak dan IC yang memberikan input padanya juga rusak. Biasanya saya hanya mengakali rangkainnya dengan mencopot transistor yang rusak ini kemudian sambungkan bagian kolektor dan emitor di rangkaian, maka monitor akan segera nyala dengan normal.

Demikian pengalaman saya .... Selamat mencoba ......

  • Selasa, Oktober 13, 2009
  • Administrator


Laskar Si Pitung Persitara Jakarta Utara, dapat bernafas lega karena dua pemain baru asal Iran sudah bisa di turunkan saat melawan tuan rumah Persela Lamongan di Stadion Surajaya, Rabu Malam (14/10/2009). Sementara, Matchday ke-2, Persela Lamongan, harus rela bermain tanpa dua pemain pilarnya karena cidera.

Laskar Si Pitung, Persitara Jakarta Utara, akan bermain full team dalam lanjutan kompetisi Liga Super melawan tuan rumah Persela Lamongan. Bahkan, dua pemain barunya yang berasal dari iran, yakni Parsein Pard dan Vali Khorshadipis siap memperkuat barisan pertahanan Persitara.

Dalam uji lapangan Stadion Surajaya Lamongan, pelatih Persitara, Dick Buttelar banyak mengajarkan teknik merebut bola serta mengirimkannya ke lini depan.

Pelatih asal belanda ini beranggapan, tim Persela sangat bagus dan memiliki materi pemain yang berbahaya, seperti Kurniawan Dwi Yulianto dan Martin Zada. Meski demikian, timnya optimis bisa mencuri poin di kandang Persela. “Kita dating bukan untuk kalah”. Ujar Dick Buttelar

Sementara itu, dalam menjamu Persitara Jakarta Utara, Persela Lamongan harus rela bertanding tanpa dua pemain pilarnya.

Kedua pemain tersebut adalah gelandang enerjik Sukadana yang mengalami cidera kaki, dan kiper Khoirul Huda yang mengalami cidera tangan. Pelatih Persela akan mengisi posisi Sukadana dengan Gangga Mudana sedangkan kiper akan di isi Fauzal Mubarok.

Meski tanpa dua pilar inti, Persela yakin bisa memenangkan pertandingan karena kondisi psikis pemain sedang stabil pasca kemenangannya melawan Pelita Jaya Purwakarta dua hari lalu, serta predikat juara Liga Jatim awal bulan ini.

Untuk itu, target meraih point penuh di kandang merupakan harga mati bagi Laskar Joko Tingkir. “Di kandang, kita harus menang”, Widodo Cahyono Putra, Pelatih Persela. (86)



Kacung Marijan, Guru Besar Ilmu Politik Universitas Airlangga mempertanyakan benarkah beberapa kali pemilu di Indonesia pasca Orde Baru telah berlangsung secara demokratis. Itu disampaikannya saat menjadi nara sumber dalam Evaluasi Penyelenggaraan Pemilu 2009 yang digelar KPU Lamongan di aula sebuah hotel setempat, Selasa (13/10).

Kacung Marijan menyebutkan diantara argumentasi yang sering dikemukakan bahwa pemilu telah berlangsung secara demokratis adalah karena pemilu-pemilu itu diikuti oleh banyak partai dan pemilu telah berlangsung relatif jurdil (jujur adil). “Pertanyaannya adalah, betulkan pemilu 2009 telah berlangsung secara demokratis, “ ujar guru besar yang asli Lamongan itu.

Secara umum, Kacung menyebut ada dua indikator apakah sebuah pemilu telah berlangsung secara demokratis. Yakni adanya kepastian huum dalam setiap tahapan pemilu dan ketika semua tahapan itu telah berdasar prinsip-prinsip yang ada dalam pemilu seperti langsung, umum, bebas, adil, rahasia dan akuntabel.

Dilanjutkannya, jika merujuk UU nomor 10 tahun 2009, pemilu 2009 telah memunculkan sejumlah permasalahan. “Mantan Wakil Ketua Ramlan Surbakti mengidentifikasi banyak permasalahan berkaitan dengan kekosongan hukum, ketidak konsistenan hukum dan adanya ketentuan multi tafsir baik dalam UU maupun peraturan-peraturan pemilu, “ katanya dalam kegiatan yang dibuka Asisten Tata Praja Agus Sugiarto itu.

Kekosongan hukum itu dicontohkannya bisa dilihat dari adanya banyak celah hukum yang belum jelas. Seperti undang-undang yang mengatur daerah pemilihan (dapil) untuk kabupaten/kota maksimal 12 kursi dalam satu dapil. Sementara tidak ada solusi yang mengatur misalnya ketika ada satu satu kabupaten yang memiliki jatah kursi 25 tetapi hanya punya 2 dapil. Atau tidak diaturnya kewenangan Bawaslu/Panwaslu yang berkaitan dengan pengawasan terhadap penerimaan dana kampanye oleh undang-undang.

Sedangkan ketidakkonsistenan hukum menurut dia juga terlihat jelas misalnya Pasal 23 ayat 2 yang memungkinkan satu propinsi memperoleh kursi lebih banyak dari pemilu 2004. Tapi di pasal 24 ayat 2 berpendapat bahwa jumlah kursi untuk setiap dapil pada pemilu 2009 sama dengan pemilu 2004. Demikian pula ditemukannya ketentuan yang multi tafsir seperti pemutahiran data pemilu yang hanya menyebut pelaksananya tanpa ada ketentuan mengenai jumlah pelaksananya.

“Terlepas dari permasalahan-permasalahan yang ada, secara prosedural, pemilu 2009 masih relatif berlangsung secara demokratis. Terlebih kalu dibandingkan dengan pemilu-pemilu pada masa Orde Baru. Meski demikian, masih banyak hal yang harus diperbaiki agar pemilu berikutnya bisa lebih baik, “ tuturnya.

Seperti permasalahan yang sempat mengemuka terkait data pemilih. Sejak jauh hari, kata dia, masalah data pemilih menjadi salah satu permasalahan yang serius, karena masih amburadul. Itu karena datanya bersumber dari data kependudukan yang masih kacau. Namun masalah itu menjadi mengemuka karena validasi data pemilih juga masih belum berjalan baik. “Pemilih yang harusnya aktif masih pasif, masalah dana dan profesionalitas serta banyaknya kepentingan politik yang terlibat juga membuat masalah data pemilih ini semakin mengemuka, “ ungkap dia. (arf, Humas Pemkab Lamongan)



Sukses Wisata Bahari Lamongan (WBL) selama ini telah menarik perhatian sejumlah daerah untuk lakukan kunjungan kerja (kungker) ke Lamongan. Namun yang paling serius nampaknya adalah Kota Tarakan/Kalimantan Timur. Mereka berniat mengajak pengelola WBL untuk berinvestasi dan membangun kawasan wisata serupa di Kota Tarakan.

Keseriusan itu bisa dilihat dari kungker Kota Tarakan yang dipimpin lngsung Walikota Tarakan sendiri, Udin Hianggio. Bersamanya sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) turut serta. Yakni Asisten Pembangunan Sofian, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Syahrintan, Kepala Bappeda Wipartomo Subagio, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Frans Ardinan, Kepala Dinas Budaya, Pariwisata dan Olahraga Asnawi serta Direktur Perusahaan Daerah Budi Prayitno. Selain itu, empat orang anggota DPRD Kota Tarakan juga ikut dalam kungker yang diterima Bupati Lamongan Masfuk dan Wabup Tsalits Fahami di Guest House (12/10) itu.

Sebelumnya, saat Udin Hianggio saat masih menjadi seorang legislator, dia sudah pernah mengunjungi kawasan WBL dan merasa tertarik. Ketertarikannnya itu kini akan diwujudkannya dengan membangun kawasan serupa di Kota Tarakan dengan menggandeng pengelola WBL. “Wilayah Tarakan memilki potensi wisata lokal yang sangat berpotensi untuk dikembangkan. Karena itu kami ingin belajar dari Lamongan, “ kata mantan Ketua DPRD Kota Tarakan selama dua periode tersebut.

Kota Tarakan sendiri adalah sebuah daerah singgah bagi sejumlah daerah di Kalimantan. Seperti Kabupaten Bulungan, Malinau, Tana Tidung dan Nunukan. Masyarakat di kabupaten tersebut jika ingin keluar Kalimantan harus lewat Tarakan dulu karena di tarakan ada Bandara Juwata yang merupakan bandara klas 1 plus. Sementara Pelabuhan Malundung Tarakan adalah pintu gerbang perekonomian Kaltim wilayah utara. “Potensi inilah yang coba dikembangkan dengan membangun sebuah kawasan wisata bahari di Pantai Amal Tarakan, “ kata dia.

Sementara Masfuk menyampaikan agar Pemkot Tarakan menyamakan persepsi terlebih dulu dengan legislative Kota Tarakan. Menurutnya, sangat penting agar eksekutif memiliki persepsi yang sama dengan legislative untuk mewujudkan sebuah program pembangunan. Tanpa itu, meski bagus, program pembangunan akan sulit diwujudkan.

Masfuk juga sampaikan, salah satu kunci sukses WBL adalah karena pengelolaanya dilakukan oleh manajemen yang professional. “Tanpa dikelola sebuah manajemen yang professional, WBL tidak akan bisa sesukses sekarang, “ ujar dia. Di kesempatan itu Masfuk juga menitipkan masyarkat Lamongan yang banyak merantau dan membuka usaha di Kalimantan. Seusai dari Guest House, rombongan kungker Kota Tarakan melanjutkan kunjungannya di WBL. (arf, Humas Pemkab Lamongan)



Petani Semangka Kecamatan Karanggeneng kemarin (12/10) lakukan panen raya semangka. Dari estimasi Camat setempat, Tony Tamtama Jati, tahun ini nilai panen raya semangka di wilayahnya mencapai Rp 7,1 miliar.

Dikatakannya, luas tanam semangka di Karanggeneng mencapai 530 hektar di lima desa. Yakni Desa Latukan, Banteng Putih, Sonoadi, Guci dan Kawistolegi. Dengan hasil panen diperkirakan mencapai 24 ton setiap hektarnya dan harga jual Rp 1050 perkilogram, maka panen semangka di Karanggeneng tahun ini diperkirakan mencapai Rp 7,1 miliar. “Sementara keuntungan yang dihasilkan petani sekitar Rp 13.475.000. karena biaya produksinya yang hanya Rp 11.725.000 perhektar, menghasilkan panen semangka Rp 25.200.000 setiap hektarnya “ terang dia dalam panen raya yang dibuka Sekkab Lamongan Fadeli tersebut.

Sementara Fadeli dalam sambutannya berharap potensi budi daya semangka di Kecamatan Karanggeneng untuk terus dikembangkan. “Nampaknya bertanam semangka lebih menguntungkan dari polowijo. Dengan potensi yang besar dari budi daya semangka tersebut, selayaknya komoditi semangka untuk lebih dikembangkan di masa mendatang. Terutama jika petani mau menggunakan bibit semangka jenis unggul sehingga hasilnya akan lebih melimpah. Dan kesejahteraan petani juga akan meningkat, “ ujar Fadeli di tengah areal persawahan.

Masa panen semangka di Karanggeneng sendiri berlangsung antara minggu ketiga bulan September hingga minggu keempat bulan Oktober. Semangka bisa berkembang di Karanggeneng karena cocok dengan iklimnya. Luas areal persawahan irigasi di Karanggeneng mencapai 1.707 hektar. Sementara setengah teknis ada 93 hektar, irigasi sederhana 531 hektar dan tadah hujan 302 hektar. Sedangkan tanah jenis tegalan mencapai 452 hektar dan tanah pekarangan mencapai 382 hektar. (arf, Humas Pemkab Lamongan)

  • Senin, Oktober 12, 2009
  • Administrator


Kaget, itulah kesan para Camat dan kepala Satuan Kerja yang awalnya diundang untuk mengikuti upacara dalam rangka memperingati Hari Jadi Propinsi Jawa Timur yang ke 64, Senin (12/10). Ternyata mereka didaulat untuk berkontes pakaian ala Jawa Timur.

Memang dalam undangan untuk para Camat dan Kepala Satuan Kerja tidak disebutkan tentang kontes busana ini. Mereka hanya diwajibkan hadir bersama ibu dengan pakaian Jatim Khas Gresik. Jadilah mereka terperangah saat mengambil no undian peserta. Bahkan beberapa diantaranya masuk keruangan kerja bahkan ada yang memanfaatkan toilet kantor sekedar untuk mematut-matut kembali.

Seperti yang dilakukan oleh Camat Cerme, Gatot Siswanto. Camat Cerme yang dilantik pada pertengahan Oktober lalu itu bersama isterinya masuk ke Ruangan bagian Pemerintahan tempat kerjanya dahulu. Dia membenahi kembali pakaian yang dikenakan sekedar menyerasikan dengan pasangannya. Selepas Upacara, Kontes Busana yang ditempatkan di halaman kantor Bupati Gresik dihelat.

Kendati tanpa persiapan yang memadai dan hanya derencanakan dalam waktu 2 hari, namun semarak acara itu sangat tampak dan menghibur. Hal ini bisa dilihat dari senyum yang mengembang dari para undangan yang duduk dideretan VIP yaitu Bupati Gresik beserta Muspida lengkap.

Bak seorang peragawan dan peragawati, masing-masing pasangan peserta berjalan di Cat walk dengan begitru percaya diri. Peraga pria mengenakan setelan warna putih yang dipadu dengan lilitan kain sarung dan kopiah. Sementara peraga perempuan mengenakan kebaya dengan kerudung khas Gresik yang diberi nama ‘kudung sarung’. Konon kudung sarung ini adalah kerudung khas masyarakat sekitar Sunan Giri. Kudung berbentuk sarung karena juga berfungsi sebagai tempat bawaan belanja ketika ke Pasar.

Duet pembawa acara yaitu kadis PU, Tugas Husni Syarwanto dan Kadis Tenaga Kerja Saputro bergantian memberi komentar. Joke-joke segar dan lucu disampaikan oleh Keduanya selama ini dikenal sebagai pejabat ‘ngocol’ di Pemkab Gresik. Ada saja yang dilontarkan kepada para peserta sehingga beberapa peserta tampak buyar konsentrasinya dan berganti dengan senyum terpingkal.

Dari Kontes tersebut, terpilihlah pasangan no.urut 1 yaitu camat Cerme beserta isteri dengan nilai 909, disusul runner up diraih Camat Sidayu dengan no undian 43 dengan total nilai 896. Sedangkan tempat ke 3 diraih oleh pasangan no undian 35 yaitu Camat Balongpanggang dengan mengumpulkan nilai 894. (sdm, Humas Pemkab Gresik)

  • Sabtu, Oktober 10, 2009
  • Administrator


(Lamongan-86) Persela Lamongan, hari ini (11/10/2009) menggelar launching tim. Berbeda dengan tahun sebelumnya, launching Persela kali ini di gelar secara sederhana, termasuk dengan menyalurkan bantuan sejumlah Panti Ahusan Asuhan dan korban gempa Sumatera Barat.

Satu persatu pemain superliga Persela Lamongan memanggul beras untuk di sumbangkan ke sejumlah panti asuhan di kota Lamongan. Kegiatan itu, adalah rangkaian dari kegiatan launching Persela yang tahun ini sengaja di gelar secara sederhana.

Sambutan anak-anak yatim serta pengurus panti asuhan di harapkan mampu membawa Persela sebagai juara di ajang Superliga yang akan bergulir mulai 11 oktober.

Kegiatan kemudian di lanjutkan dengan acara serimoni di Pendopo Lokakantra Lamongan yang di hadiri pengurus serta simpatisan Persela. Pada acara itu, susunan pemain Persela di perkenalkan pada publik. Saat ini, Persela memiliki kekuatan 26 orang pemain, dengan 3 di antaranya adalah pemain asing.

Kegiatan launcing kemudian di akhiri dengan penggalangan dana untuk korban bencana Sumatera Barat. apalagi, keluarga salah satu pemain Persela asal Padang, Tommy Rifka, juga menjadi korban bencana.

Sementara itu, menyinggung soal dana, Ketua Umum Persela, Masfuk, memastikan dana untuk mendukung kegiatan Persela sudah cukup yang di dapat dari sumber yang sah, meski tidak menyebutkan jumlah nominalnya. “Untuk persoalan dana Persela, sudah terpenuhi dari sumbangan sejumlah pihak dan kucuran dana dari KONI Lamongan”. Ujar Masfuk.

Untuk musim kompetisi tahun ini, pihak manager Persela mentargetkan meraih posisi papan atas Klasemen Liga Super.

Pada putaran pertama superliga 2009 ini, Persela akan menjalani 8 kali pertandingan tandang dan 9 kali di kandang. (86)

  • Sabtu, Oktober 10, 2009
  • Administrator


(Lamongan-86) Laga perdana melawan tuan rumah Persela Lamongan, Pelita Jaya Purwakarta tidak akan di perkuat 5 pemain pilarnya. Meski demikian, pelatih Pelita Jawa Fandi Ahmad bertekad akan berusaha meraih point penuh.

Dalam laga perdana tandang kompetisi Indonesia Super Liga melawan tuan rumah Persela Lamongan di Stadion Surajaya Lamongan Minggu Malam (11/10/2009,) Pelita Jaya Purwakarta tidak akan di perkuat 5 pemain inti.

Ke 5 pemain tersebut adalah dua striker Rudi Widodo dan Jajang Mulyana yang mengalami cidera kaki, serta tiga pemain asing Ahmad Siradj asal Yordania, Edison Fonseca asal Kolombia, dan pemain asal Korea Young. Ketiganya absen karena tengah menyelesaikan administrasi keimigrasian.

Absennya sejumlah striker ini membuat pelatih Pelita Jaya Fandi Ahmad, harus bekerja keras untuk bisa mencuri poin di kandang Persela. Di samping itu, Fandi mengaku buta dengan kekuatan baru Persela di bawah asuhan pelatih Widodo Cahyono Putra.

Dengan kondisi timnya yang pincang, Fandi Ahmad memerintahkan anak asuhnya untuk tampil all out sebagai pilihan utama untuk bisa meraih setidaknya 1 poin dalam laga perdana ini. “Dengan kondisi seperti ini, pilihannya adalah bermain optimal”. Ujarnya.


Direktur Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Pusat di Jakarta Ronald Waas ungkapkan nilai nominal transaksi kliring di Indonesia mencapai Rp 6,8 triliun setiap harinya. Sementara volume transaksi setiap hari mencapai 368 ribu volume. Itu disampaikannya saat peresmian implementasi Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) di wilayah lokal Lamongan, Jum’at (9/10) di aula Bank Jatim setempat.

Sementara terkait bencana gempa di Padang yang sempat mengganggu sisitem kliring BI, gangguan itu sudah bisa dinormalkan dalam tiga hari. Dikatakannya, bencana di Padang tidak separah bencana tsunami Aceh yang diperlukan waktu hingga 1 minggu sebelum sistem kliring bisa normal lagi.

“Sebelum ada SKNBI, transakasi warkat harus dilakukan di BI Surabaya dan paling cepat 2 hari baru selesai. Bahkan terkadang bisa 4 sampai 5 hari. Sekarang transaksi kliring bisa diselesaikan di hari yang sama di Lamongan. Transfer kredit maupun transaksi warkat debet seperti cek dan bilyet giro sudah bisa dilakukan di penyelenggara kliring lokal (PKL) wilayah Lamongan ke seluruh Indonesia yang memilki fasilitas online, “ terang dia.

Dilanjutkan Ronald, meski dengan sistem SKNBI transaksi kliring menjadi semakin efisien, tetapi keandalan dan kemanan system tetap dijaga. SKNBI tersebut seperti disampaikannya sudah diaudit baik teknologi maupun sistem bisnisnya oleh lembaga independen sehingga tetap andal dan aman. “SKNBI ini gunakan njalur khusus yang tidak terhubung dengan jalur umum serta dilengkapi teknik dan pengendalian untuk kemanannya, “ kata dia.

Sebelumnya, Direksi Bank Jatim Cabang Lamongan Mulyanto dalam sambutannya ungkapkan dana pihak ketiga yang dihimpun mencapai Rp 170,997 miliar. Sementara pinjaman yang disalurkan capai Rp 211,235 miliar atau nilainya diatas dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun dari masyarakat Lamongan.

Pemimpin Bank Indonesia Surabaya Ishak hadir untuk meresmikan SKNBI tersebut. Bersamanya juga hadir sejumlah pejabat perbankan di Lamongan hadir dalam acara itu. Sementara dari Pemkab Lamongan hadir Bupati Masfuk, Wabup Tsalits Fahami dan Ketua DPRD MAkin Abbas. Masfuk sendiri menyambut baik diresmikannya SKNBI wilayah Lamongan itu. Dia percaya, produktifitas dan pertumbuhan akan semakin tinggi dan transaksi ekonomi akan semakin cepat setelah adanya SKNBI

Di Lamongan sendiri yang sudah masuk PKL bersama Bank Jatim adalah BRI, BNI 46, Bank Mandiri dan BCA. Kliring, seperti tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 7/18/PBI/2005 tentang SKNBI adalah pertukaran warkat atau data keuangan elektronik antar peserta kliring baik atas nama peserta maupun atas nama nasabah peserta yang perhitungannya diselesaikan pada waktu tertentu. (arf, Humas Pemkab Lamongan)



Direktur Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Pusat di Jakarta Ronald Waas ungkapkan nilai nominal transaksi kliring di Indonesia mencapai Rp 6,8 triliun setiap harinya. Sementara volume transaksi setiap hari mencapai 368 ribu volume. Itu disampaikannya saat peresmian implementasi Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) di wilayah lokal Lamongan, Jum’at (9/10) di aula Bank Jatim setempat.

Sementara terkait bencana gempa di Padang yang sempat mengganggu sisitem kliring BI, gangguan itu sudah bisa dinormalkan dalam tiga hari. Dikatakannya, bencana di Padang tidak separah bencana tsunami Aceh yang diperlukan waktu hingga 1 minggu sebelum sistem kliring bisa normal lagi.

“Sebelum ada SKNBI, transakasi warkat harus dilakukan di BI Surabaya dan paling cepat 2 hari baru selesai. Bahkan terkadang bisa 4 sampai 5 hari. Sekarang transaksi kliring bisa diselesaikan di hari yang sama di Lamongan. Transfer kredit maupun transaksi warkat debet seperti cek dan bilyet giro sudah bisa dilakukan di penyelenggara kliring lokal (PKL) wilayah Lamongan ke seluruh Indonesia yang memilki fasilitas online, “ terang dia.

Dilanjutkan Ronald, meski dengan sistem SKNBI transaksi kliring menjadi semakin efisien, tetapi keandalan dan kemanan system tetap dijaga. SKNBI tersebut seperti disampaikannya sudah diaudit baik teknologi maupun sistem bisnisnya oleh lembaga independen sehingga tetap andal dan aman. “SKNBI ini gunakan njalur khusus yang tidak terhubung dengan jalur umum serta dilengkapi teknik dan pengendalian untuk kemanannya, “ kata dia.

Sebelumnya, Direksi Bank Jatim Cabang Lamongan Mulyanto dalam sambutannya ungkapkan dana pihak ketiga yang dihimpun mencapai Rp 170,997 miliar. Sementara pinjaman yang disalurkan capai Rp 211,235 miliar atau nilainya diatas dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun dari masyarakat Lamongan.

Pemimpin Bank Indonesia Surabaya Ishak hadir untuk meresmikan SKNBI tersebut. Bersamanya juga hadir sejumlah pejabat perbankan di Lamongan hadir dalam acara itu. Sementara dari Pemkab Lamongan hadir Bupati Masfuk, Wabup Tsalits Fahami dan Ketua DPRD MAkin Abbas. Masfuk sendiri menyambut baik diresmikannya SKNBI wilayah Lamongan itu. Dia percaya, produktifitas dan pertumbuhan akan semakin tinggi dan transaksi ekonomi akan semakin cepat setelah adanya SKNBI

Di Lamongan sendiri yang sudah masuk PKL bersama Bank Jatim adalah BRI, BNI 46, Bank Mandiri dan BCA. Kliring, seperti tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 7/18/PBI/2005 tentang SKNBI adalah pertukaran warkat atau data keuangan elektronik antar peserta kliring baik atas nama peserta maupun atas nama nasabah peserta yang perhitungannya diselesaikan pada waktu tertentu. (arf, Humas Pemkab Lamongan)

BTemplates.com

Categories

Kamera CCTV Palembang

Popular Posts

Blog Archive