• Jumat, Februari 04, 2011
  • Administrator
DIKUTIP.COM - Sushi sudah mendunia, bahkan makanan ini sudah menjadi candu bagi sejumlah pengusaha dan kalangan sosialita di Afrika Selatan. Selain kenikmatan rasa, Sushi juga mempunyai penyajian yang unik saat di sungguhkan.


Salah satu cara penyajian makanan jepang ini ialah Nyotaimori. Nyotaimori merupakan cara penyajian sushi menggunakan tubuh wanita (atau pria) tanpa busana sebagai piring, hmm. Aneka pesanan sushi akan disajikan di atas kulit tubuh wanita yang telah diperciki cairan khusus untuk menjaga rasa dan aroma sushi. Tradisi santap sushi ini cukup populer di Jepang.
Penggemar Nyotaimori menganggapnya sebagai seni. Selain itu, mereka mengklaim bahwa teknik nyotaimori ini akan menghangatkan makanan sehingga sama dengan suhu tubuh, sehingga membuat pemakannya untuk fokus pada tekstur dan rasa sushi, bukan suhunya. Namun, banyak orang gagal untuk melihat keuntungan dari sushi yang hangat dan sedikit berkeringat, kecuali daya tarik untuk bisa makan di atas tubuh telanjang.
Sebelum menjadi "piring" sushi hidup, para model (biasanya wanita) terlebih dilatih untuk berbaring selama berjam-jam tanpa bergerak. Juga harus mampu menahan kontak yang terlalu lama untuk makanan dingin. Para model Nyotaimori tidak boleh geli atau gelisah. Mampu bertahan dari cipratan air dingin tak terduga dan terbiasa dengan sumpit. Tubuh harus tercukur bersih.
Sebelumnya penyajian, mereka harus mandi menggunakan sabun khusus bebas aroma dan kemudian penyiraman dengan air dingin untuk mendinginkan suhu tubuh. Secara tradisional, sushi dimakan langsung dari kulit model, tapi undang-undang sanitasi di beberapa negara mencegah hal ini - memaksa restoran untuk membungkus gadis-gadis mereka dalam lapisan bahan plastik atau sejenisnya untuk mencegah kontak antara kulit dan makanan. Menurut adat, model haruslah seorang perawan.
Penyebaran nyotaimori di luar Jepang sangat terbatas. Beberapa restoran mulai menawarkan "piring manusia" ini, tapi tidak bertahan lama ketika berhadapan dengan tentangan moral.
Pada tahun 2005, Cina melarang nyotaimori, mengatakan ini praktek ini sebagai "penghinaan kualitas moral rakyat".
Beberapa restoran Barat yang masih menyediakan, memberlakukan aturan-aturan kaku dan ketat seperti - pelanggan tidak boleh berbicara dengan "si piring", menganiaya, atau mengatakan apapun yang menyinggung atau tentang "si piring". Yah, walaupun begitu, "si piring" tetap masih telanjang ....
Di Inggris, para tamu HANYA akan diberitahu lokasi makan malam nyomaitori berikutnya setelah mereka memesan tempat dan membayar secara penuh.
Di Afrika Selatan, tradisi ini dikecam oleh beberapa kalangan di negara tersebut. Berbagai pesta yang menyajikan sushi ala nyotaimori menjadi sorotan media setempat. Bahkan, menyulut protes dari tokoh agama dan petinggi partai berkuasa, Kongres Nasional Afrika (ANC).

“Praktik kuliner ini tidak sejalan dengan visi dan misi ANC dan antirevolusi. Tindakan ini jelas tidak sensitif dan merusak integritas wanita,” kata Sekretaris Jenderal ANC, Gwede Mantashe,dikutip dari Telegraph.
Awal pekan ini, sejumlah koran harian di Johannesburg memuat pemberitaan tentang seorang politikus ANC yang menghadiri pesta sushi nyotaimori akhir pekan lalu.
Beberapa film pernah menyinggung nyotaimori, diantaranya:
  • Showdown in Little Tokyo, karekter Dolph Lundgren berkomentar tentang nyotaimori
  • Bruno (2009), Bruno menyajikan sushi untuk Paula Abdul di atas tubuh seorang pria Meksiko telanjang, menyebabkan Paula Abdul pergi dengan jijik.
  • Sex and the City, Samantha Jones membuat dan menutupi tubuhnya dengan sushi sebagai hadiah Valentine.
  • Rising Sun (1993), karakter Eddie Sakamura makan sushi dari seorang wanita telanjang sebelum digrebek oleh Harvey Keitel dan Wesley Snipes.
Dalam Kodomo no Jikan (anime), guru Daisuke Aoki sedang mengadakan kelas memasak. Salah seorang siswi yang naksir dia, Rin Kokonoe, menggodanya dan menempatkan makanan di atas tubuhnya. Aoki-sensei kemudian memberitahu bahwa nyotaimori Rin bukanlah teknik memasak.


BTemplates.com

Categories

Kamera CCTV Palembang

Popular Posts

Blog Archive