• Senin, Februari 01, 2010
  • Administrator


Dengan memanfaatkan halaman belakang rumahnya yang kosong, Rahmad Basuki (45 tahun) warga desa Bangsal Kecamatan Bangsal, Mojokerto, Jawa Timur berhasil membudidayakan Kelinci hias import. Budidaya Kelinci hias telah dimulainya sejak 4 tahun silam, berawal dari hoby mengoleksi Kelinci hias.

Seiring perjalanan waktu, hoby Rahmad berubah menjadi usaha yang menjanjikan dan bahkan pekerjaan baginya untuk menghidupi keluarga. Dalam sebulan, omzet yang didapatkan bisa mencapai 5 Juta Rupiah.

Berbagai macam jenis Kelinci hias di budidayakan Rahmad. Diantaranya Kelinci hias jenis Dutch, Fuzy Lop, Rex Carpet, Flams, Anggora, Himalayan, Giant serta sejumlah Kelinci import lainnya.

Untuk merawat dan membudidayakan Kelinci hias ini tidaklah terlalu rumit. Hanya saja dibutuhkan ketelatenan yang tinggi, karena perawatannya berbeda dengan Kelinci lokal atau Kelinci pedaging. “Kunci sukses beternak kelinci hanyalah ketelatenan saja”. Ujar Rahmad.

Untuk bisa menghasilkan Kelinci hias dengan kualitas baik, setiap hari kandang-kandang Kelinci hias harus dibersihkan dari kotoran. Selain itu, juga di beri vitamin lewat suntikan untuk mencegah berbagai penyakit.

Makanan Kelinci hias tak berbeda dengan Kelinci pada umumnya, yaitu rumput, dedaunan dan umbi-umbian, . Sedangkan untuk makanan tambahan cukup diberikan kosentrat.

Penangkarannya pun sangat sederhana. Indukkan betina yang sudah siap kawin, dijadikan satu kandang dengan indukan jantan. Usai dilakukan perkawinan, setiap kandang diberi tanda dan indukan jantan dipisah kekandang lain. Sebulan setelah melakukan perkawinan, induk betina akan melahirkan anaknya.

Setiap indukan betina yang siap di kawinkan biasanya berumur 7 bulan. Dalam satu tahun bisa melahirkan hingga 4 kali. Setiap indukan betina dapat melahirkan 7 hingga 12 ekor Kelinci .

Setiap indukan yang siap kawin, rata-rata di jual dengan harga 1 juta hingga 6 juta rupiah per pasang. Sementara untuk yang masih kecil, di jual rata-rata 100 ribu hingga 500 ribu rupiah per pasang, sesuai jenisnya.

Tak hanya dari dalam kota, pembeli Kelinci hias hasil budidaya Rahmad juga banyak dari luar kota, seperti Jombang, Pasuruan, Malang, Sidoarjo. Bahkan juga dari luar Jawa Timur seperti Yogjakarta dan Solo. (86)

Related Posts:

  • KLOMPEN BATIK YANG CANTIK DAN ELEGANKlompen atau sandal yang terbuat dari kayu merupakan alas kaki warisan leluhur yang harganya sangat murah. Biasanya, klompen sering di gunakan di dapur atau untuk shalat, karena strukturnya yang kuat dan agak tinggi.Dengan s… Read More
  • BATIK LENTE DENGAN MOTIF KERANG LAUTTak hanya kota Pekalongan atau Solo yang memiliki perajin batik khas kota tersebut. Kota Situbondo Jawa Timur juga memiliki batik khas kota santri bernaa Batik Lente yang di dominasi motif kerang laut dan daun bakau sebagai c… Read More
  • KELOM BATIK CANTIK TEMBUS PASAR EKSPORMembatik ternyata tidak hanya bisa dituangkan di kain saja. Di kota Tasikmalaya, Jawa Barat, batik tulis juga dituangkan dalam kayu dan dijadikan sandal. Namanya kelom batik, yakni perpaduan kelom geulis asli Tasik dengan cor… Read More
  • BATIK LUKIS MUKENA KONTEMPORERBatik ternyata juga dapat dibuat dengan cara yang berbeda dan dengan warna serta motif yang cerah pula. Batik mukena lukis ternyata bisa di produksi dengan tampilan yang cantik dan menarik. Gambar lukis batik tersebut juga be… Read More
  • MOTIF INDAH BATIK “SASIRANGAN” KHAS BANJARDi setiap daerah di Indonesia, kain batik memiliki kekhasan tersendiri dengan corak dan motif yang berbeda. Nah,di Banjarmasin kalimantan selatan dikenal dengan kain batik “Sasirangan”. Motif kain khas Kalimantan Selatan ini … Read More

BTemplates.com

Categories

Kamera CCTV Palembang

Popular Posts

Blog Archive