• Kamis, April 08, 2010
  • Administrator
Di Italia banyak sekali bangunan-bangunan kuno yang menakjubkan salah satunya adalah menar pisa ini. Menara ini begitu terkenal karene bangunanya miring hingga 5 meter. Berikut ini sejarah singkat bagaimana menara pisa dibangun.

Menara Miring Pisa (Bahasa Italia: Torre pendente di Pisa atau disingkat Torre di Pisa) adalah sebuah campanile atau menara lonceng katedral di kota Pisa, Italia.
Menara Pisa sebenarnya dibuat agar berdiri secara vertikal seperti menara lonceng pada umumnya, namun mulai miring tak lama setelah pembangunannya dimulai pada Agustus 1173. Ia terletak di belakang katedral dan merupakan bangunan ketiga Campo dei Miracoli (lapangan pelangi) kota Pisa.

Ketinggian menara ini adalah 55,86 m dari permukaan tanah terendah dan 56,70 m dari permukaan tanah tertinggi. Kelebaran dinding di bawahnya mencapai 4,09 m dan di puncak 2,48 m. Bobotnya diperkirakan mencapai 14.500 ton. Menara Pisa memiliki 294 anak tangga. Dengan adanya menara ini, sektor pendapatan ekonomi jadi bertambah karena adanya objek wisata.

Pembangunan Menara Pisa dilakukan dalam tiga tahap dalam jangka waktu 200 tahun. Pembangunan lantai pertama dari campanile yang berbatu marmer putih dimulai pada 9 Agustus 1173, yang merupakan era kesejahteraan dan kejayaan militer. Lantai pertama ini dikelilingi oleh pilar dengan huruf klasik, yang mengarah miring terhadap lengkungan kerai.

pembangunan menara ini adalah untuk menempatkan sebuah jam besar di atas menara tersebut. Namun, beberapa lama setelah pembangunan dimulai, ternyata menara setinggi 55 meter itu melenceng dari garis lurus sepanjang 5 meter. Oleh karena itulah menara ini disebut sebagai menara miring Pisa. Hingga kini, atas usaha para insinyur dan para ahli berbagai negara, kemiringan menara ini telah diperbaiki sampai batas-batas tertentu.

Setelah lantai ketiga dibangun pada 1178, menara itu mulai miring karena pondasi berdiri di atas lahan yang tidak stabil. Akhirnya, desain menara ini berbeda jauh dari rencana awal. Pembangunan ini sempat juga tertunda selama 100 tahun karena rakyat Pisa waktu itu bertempur dengan rakyat dari kawasan lain. Tapi, gara-gara tertunda itulah, menara justru bisa selamat. Kalau tidak ditunda, mungkin saja menara itu malah bakal jatuh.

Pada 1198 beberapa buah jam diletakkan di bangunan yang belum jadi itu. Sekitar 74 tahun kemudian, arsitek Giovanni di Simone melanjutkan lagi pembangunan menara.

Tidak lama kemudian, pembangunan lagi-lagi berhenti karena ada perang. Akhirnya, pada 1372 jadi juga lantai terakhir yang merupakan ruang bel dan bel pun terpasang di sana. Pembangunan ini dilakukan oleh arsitek yang berbeda, yaitu Tommasso di Andrea Pisano. Dia ini yang berhasil memadukan elemen Gothic dalam ruangan bel dengan gaya Roma. Di menara ini ada sekitar tujuh bel. Bel yang paling besar dipasang sekitar 1655.

Dari menara inilah, muncul cerita-cerita unik sekaligus bikin deg-degan. Misalnya saja, astronom Galileo Galilei sempat menjatuhkan dua bola yang berbeda berat dari menara. Ini untuk menunjukkan bahwa kecepatan yang berkurang dari kedua bola itu tidak karena beratnya. Tapi, kabarnya cerita ini juga dongeng saja.

Namun, yang benar terjadi adalah perintah dari penguasa Italia saat itu Benito Mussolini memerintahkan agar menara dikembalikan ke posisi vertikal atau tegak. Untuk melaksanakan perintah itu, pondasi menara diberi tambahan beton. Ternyata, hasilnya tidak sesuai perkiraan. Menara malah tambah tenggelam ke dalam tanah yang lembek.

Saat Perang Dunia II, militer Amerika nyaris juga menghancurkan Menara Pisa ini karena khawatir ada penembak jitu di sana. Untunglah, penarikan mundur pasukan menyelamatkan menara itu.

Ada kontroversi mengenai identitas dari arsitek Menara Miring Pisa. Selama beberapa tahun lamanya desainer dipredikatkan kepada Guglielmo dan Bonanno Pisano, seorang seniman lokal terkemuka abad ke-12 di Pisa, yang populer oleh cetakan perunggunya, khususnya di dalam Pisa Duomo. Bonanno Pisano meninggalkan Pisa pada 1185 menuju ke Monreale, Sisilia, hanya untuk pulang kampung dan meninggal di kampung halamannya. Sarkofagus nya ditemukan di dasar menara pada tahun 1820.

  • Kamis, April 08, 2010
  • Administrator
Kwik Kian Gie (74 tahun) atau 郭建義 (mandarin: Guo Jianyi) merupakan pria keturunan Tionghoa yang lahir di Pati -Jawa Tengah, 11 Januari 1935. Ia seorang ahli ekonomi sekaligus politikus yang sangat disegani oleh kawan maupun lawan. Keteguhan pada nilai-nilai kebenaran dan nasionalisme serta selalu mengkritik hal yang salah, membuat Kwik Kian Gie tidak disukai mereka-mereka yang ’salah langkah’.

Setelah menamatkan pendidikan SMA-nya, Kwik melanjutkan studinya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia selama setahun untuk tingkat persiapan. Kemudian tahun 1956, Kwik melanjutkan studi Nederlandsche Economiche Hogeschool, Rotterdam Belanda(1956-1963). Jiwa pengabdiannya pada negeri ini telah diwujudkan sesaat setelah Kwik lulus dari kuliahnya. Tahun 1963-1964 Kwik bekerja sebagai asisten atase kebudayaan dan penerangan pada Kedutaan Besar RI di Den Haag. Setahun kemudian menjadi Direktur Nederlands Indonesische Geoderen Associatie (1964-1965). Lima tahun selanjutnya menjadi Direktur NV handelsonderneming “Ipilo Amsterdam”.

Tahun 1970, di usianya ke-35, Kwik kembali ke tanah air. Selama setahun ia sempat menganggur. Dan di tahun 1971, Kwik terjun ke dunia bisnis dan mendirikan PT Indonesian Financing & Investment Company. Kepiawaianya dalam ekonomi bisnis, mendapat kepercayaan berbagai perusahaan memintanya menjadi pimpinan perusahaan. Pada tahun 1978, tercatat ada minimal 3 perusahaan yang dipimpin Kwik yakni sebagai Direktur sekaligus Pemegang saham PT Altron Panorama Electronic, Dirut PT Jasa Dharma Utama, dan Komisaris PT Cengkih Zanzibar.

Mulai tahun 1985 (24 tahun silam), Kwik telah menulis ide kreatif mengenai ekonomi di Harian Kompas demi mengedukasi persfektif masyarakat. Setelah cukup mapan (sudah kaya), pada usia 42 tahun Kwik resmi terjun ke dunia pendidikan dan pengamat ekonomi. Secara bertahap Kwik mulia meninggalkan dunia bisnis. Di bidang pendidikan, tahun 1987 bersama Djoenaedi Joesoef dari Konimex dan Kaharudin Ongko dari Bank Umum Nasional, Kwik mendirikan Institut Bisnis Indonesia (IBiI). Kwik pun dipercayai menjabat sebagai Ketua Dewan Direktur sejak pendiriannya.

Petualangan sebagai pengamat ekonomi Indonesia yang melihat dan mengamati langsung sistem pemerintah yang begitu korup dan sarat KKN serta otoriter di era Soeharto ‘memaksa’ Kwik harus terjun ke dunia politik. Berbekal pengalaman dan tulisan-tulisan beliau yang sangat populer di Kompas, Kwik terjun ke dunia politik bukan karena uang, melainkan ingin merubah Indonesia yang lebih baik. Ia rela melepas dunia bisnisnya : “Saya sudah punya cukup uang untuk membiayai semua yang saya inginkan,” katanya suatu kali kepada Matra. Kondisi ini sangatlah ironis dengan maraknya para politisi baru saat ini yang menjadi caleg/pilkada hanya lebih untuk meraup uang negara dan meningkatkan prestise. Kwik terjun ke dunia politik setelah dirinya mapan, dan ia konsisten memperjuangkan ilmunya (ekonomi dan pendidikan) untuk bangsa Indonesia…. Kembali sangat ironis…saat ini banyak yang menjadi caleg dengan hanya berlatar belakang ‘popularitas tampang/wajah’.

Di organisasi politik, ia bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), sekaligus menjadi salah satu Ketua DPP. Selanjutnya Kwik diangkat menjadi anggota DPR dan ia pun sempat menjadi Wakil Ketua MPR. Pada masa pemerintahan Abdurrahman Wahid ia menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri Kabinet Persatuan Nasonal. Lalu pada masa presiden Megawati Soekarnoputri, Kwik terpilih kembali menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional merangkap Ketua Bappenas Kabinet Gotong Royong.

Pendidikan:

  1. 1955 SMA Bagian C
  2. 1956 FE-UI (Tk.Persiapan)
  3. 1956-1963 Nederlandsche Economiche Hogeschool, Rotterdam Belanda

Karir :
  1. 1963-1964 Staf Lokal KBRI di Den Haag
  2. 1964-1965 Direktur Nederlands Indonesische Geoderen Associatie
  3. 1965-1970 Direktur NV handelsonderneming "Ipilo Amsterdam"
  4. 1971-1974 Direktur PT Indonesian Financing & Investment Company
  5. 1978-1990 Direktur dan Salah Seorang Pemegang saham PT Altron Panorama Electronics
  6. 1978 Dirut PT Jasa Dharma Utama
  7. 1978 Komisaris PT Cengkih Zanzibar
  8. Sejak 1985 Pengamat/penulis ekonomi yang kreatif di KOMPAS
  9. 1987 Bersama Djoenaedi Joesoef dari Konimex dan Kaharudin Ongko dari Bank Umum Nasional,menggagas terbentuknya Institut Bisnis Indonesia (IBiI),dan bersama Yayasan Wit teven Dekker membentuk IBiI.Kwik menjabat sebagai Ketua Dewan Direktur sejak pendiriannya
  10. Anggota MPR/DPR-RI dan Wakil Ketua MPR-RI 1999.
  11. Menko Ekonomi Kabinet Persatuan Nasional 1999-2000
  12. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional & Ketua Bappenas Kabinet Gotong-Royong 2001-2004.
Karya :
1. 1993 Saya Bermimpi Jadi Konglomerat (Jakarta, Gramedia)
2. 1994 Analisa Ekonomi Politik Indonesia (Jakarta,Gramedia Pustaka Umum)

Organisasi:
Ketua DPP/Ketua Litbang PDIP

Ref :
http://kepustakaan-presiden.pnri.go.id/ministers/popup_biodata_pejabat.asp?id=522
http://nusantaranews.wordpress.com/2009/01/31/biografi-kwik-kian-gie-ekonom-tionghoa-yang-nasionalis/
  • Kamis, April 08, 2010
  • Administrator


Tripang atau biasa disebut oleh warga dengan “blunyo”, ternyata bisa diolah menjadi menu makanan jenis “Urap-Urap Tripang”, yang lezat dan menyehatkan, seperti yang dilakukan warga Kampung Nelayan di Gresik, Jawa timur. Menu hidangan warisan nenek moyang itu, juga menjadi hidangan utama, terutama saat gelar Pesta Syukuran, menyambut datangnya musim Petik Laut.

Blunyo atau tripang, banyak berkembang biak di kawasan pantai, terutama saat air laut mulai susut. Saat itu, banyak warga yang memburunya untuk dikonsumsi sendiri, maupun dijual sebagai penghasilan tambahan.

Sebelum diolah menjadi menu makanan, terlebih dahulu tripang dibersihkan, untuk selanjutnya, tripang dipotong kecil-kecil. Namun, berbeda dengan mengolah menu hewan laut yang lain, mengolah tripang, tidak perlu dimasak, tetapi cukup dikucurkan dengan air mendidih.

Selanjutnya, potongan tripang dicampur dengan serundeng atau parutan kelapa yang telah diberikan bumbu sambal pedas. Agar terasa lebih nikmat, warga juga menambahkan kacang panjang, kecambah, dan ikan laut lain, diantaranya udang, ikan asin, dan sambal pedasnya.

Hidangan tradisional, warisan nenek moyang ini, hingga kini masih menjadi menu alternatif, bagi warga sekitar pantai utara gresik, seperti di desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik.

Bahkan, menu urap-urap tripang, menjadi menu utama, saat warga menggelar syukuran, menyambut datangnya musim petik laut.

Zubaidah, warga desa, mengatakan, urap-urap tripang, sangat disukai warga, karena mengandung banyak protein, dan mampu meningkatkan stamina para nelayan. “Warga menyukai tripang, karena mengandung banyak protein …” katanya.

Sementara itu, para penikmat urap-urap tripang, mengatakan, hidangan tradisional ini, tidak kalah dibandingkan menu hewan laut yang lain, karena rasanya yang khas, dagingnya kenyal, tetapi seratnya lembut.

  • Kamis, April 08, 2010
  • Administrator

Mungkin selama ini anda menganggap kulit telur sebagai limbah tak berguna. Tidak demikian bagi para perajin gerabah di Denpasar Bali, limbah kulit telur, justru digunakan untuk mempercantik gerabah hasil kerajinan mereka.

Selain terlihat eksotis, kepiawaian perajin dalam menempel kulit telur pada gerabah, mampu mendongkrak nilai jual gerabah, hingga tiga kali lipat dari harga biasa.

Sesuai dengan namanya, gerabah atau yang lebih dikenal dengan sebutan terakota ini, berbahan baku gerabah dengan taburan kulit telur pada bagian permukaannya.

Meskipun berbahan sederhana, sejak dikenalkan sekitar 7 tahun lalu hingga kini, pesanan gerabah kulit telur tetap ramai dan menjadi salah satu primadona bagi para perajin.

Di sentra gerabah, di kawasan By Pass, Tuban, Denpasar misalnya, diantara sekian banyak kreasinya, gerabah dengan motif kulit telur tetap menjadi favorit bagi pelangganya.

Proses membuatnya cukup sederhana. Tahap awal, gerabah yang telah disiapkan diolesi lem perekat pada permukaannya. Selanjutnya kulit telur ditempelkan perlahan mengikuti alur garis motif yang hendak dibentuk.

Sekilas terlihat mudah. Namun tunggu dulu, butuh seni tersendiri dalam proses ini. Pemilihan tekstur telur yang seragam, menjadi kunci sukses, gerabah yang nantinya akan terlihat maksimal hasilnya.

Setelah ditempel dan dikeringkan, gerabah selanjutnya diolesi lem pewarna dasar, untuk menghilangkan warna lem, serta warna dasar gerabah.

Selanjutnya permukaan gerabah dihaluskan menggunakan kain amplas, agar halus dan memunculkan warna dasar, asli kulit telur.

Sebagai tahap akhir, gerabah selanjutnya diberi cat finishing, berupa cat glasir, untuk memberi efek kilap, dan melapisi permukannya dari cahaya matahari.

Meski berasal dari bahan limbah, selain terlihat eksotis, kreasi menempelkan kulit telur, mampu mendongkrak harga jual gerabah dua hingga tiga kali lipat dari harga biasanya. Peminatnya pun kebanyakan adalah wisatawan asing. “Dengan motif kulit telur, omset lumayan naik”, ujar Binsar Sidahuruk, perajin gerabah kulit telur.

Gerabah cantik ini, dijual berkisar antara 30 ribu hingga 1 Juta Rupiah, tergantung motif dan ukurannya.

  • Kamis, April 08, 2010
  • Administrator
Emansipasi wanita sebuah padangan yang muncul ketika kita mendengar nama beliau Ibu RA. Kartini. Seorang sosok pejuang wanita yang gigih untuk memperjuangkan kaumnya, yaitu kaum wanita yang ketika jaman beliau dulu wanita selalu dipandang sebagai kaum lemah yang tugasnya hanya bekerja diapur dan mengurus rumah tangga. Tapi berkat beliau kaum wanita bisa menunjukkan bahwa mereka juga adalah kaum yang menentukan, pantas untuk memimpin dan revolisioner. Berikut ini biografi singkat beliau Raden Ajeng Kartini.

Raden Adjeng Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara. Ia lahir pada tahun 1879 di kota Rembang . Ia adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara.

Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati beristerikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi, maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo.

Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun. Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.

Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, karena ia melihat bahwa perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.

Kartini banyak membaca surat kabar Semarang De Locomotief yang diasuh Pieter Brooshooft, ia juga menerima leestrommel (paket majalah yang diedarkan toko buku kepada langganan). Di antaranya terdapat majalah kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang cukup berat, juga ada majalah wanita Belanda De Hollandsche Lelie. Kartini pun kemudian beberapa kali mengirimkan tulisannya dan dimuat di De Hollandsche Lelie. Dari surat-suratnya tampak Kartini membaca apa saja dengan penuh perhatian, sambil membuat catatan-catatan. Kadang-kadang Kartini menyebut salah satu karangan atau mengutip beberapa kalimat. Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tapi juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. Di antara buku yang dibaca Kartini sebelum berumur 20, terdapat judul Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta karya Multatuli, yang pada November 1901 sudah dibacanya dua kali. Lalu De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus. Kemudian karya Van Eeden yang bermutu tinggi, karya Augusta de Witt yang sedang-sedang saja, roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, Die Waffen Nieder (Letakkan Senjata). Semuanya berbahasa Belanda.


Oleh orangtuanya, Kartini disuruh menikah dengan bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka. Anak pertama dan sekaligus terakhirnya, RM Soesalit, lahir pada tanggal 13 September 1904. Beberapa hari kemudian, 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.

Keinginan Kartini untuk melanjutkan studi, terutama ke Eropa, memang terungkap dalam surat-suratnya. Beberapa sahabat penanya mendukung dan berupaya mewujudkan keinginan Kartini tersebut. Ketika akhirnya Kartini membatalkan keinginan yang hampir terwujud tersebut, terungkap adanya kekecewaan dari sahabat-sahabat penanya. Niat dan rencana untuk belajar ke Belanda tersebut akhirnya beralih ke Betawi saja setelah dinasihati oleh Nyonya Abendanon bahwa itulah yang terbaik bagi Kartini dan adiknya Rukmini.
Pada pertengahan tahun 1903 saat berusia sekitar 24 tahun, niat untuk melanjutkan studi menjadi guru di Betawi pun pupus. Dalam sebuah surat kepada Nyonya Abendanon, Kartini mengungkap tidak berniat lagi karena ia sudah akan menikah. "...Singkat dan pendek saja, bahwa saya tiada hendak mempergunakan kesempatan itu lagi, karena saya sudah akan kawin..." Padahal saat itu pihak departemen pengajaran Belanda sudah membuka pintu kesempatan bagi Kartini dan Rukmini untuk belajar di Betawi.
Saat menjelang pernikahannya, terdapat perubahan penilaian Kartini soal adat Jawa. Ia menjadi lebih toleran. Ia menganggap pernikahan akan membawa keuntungan tersendiri dalam mewujudkan keinginan mendirikan sekolah bagi para perempuan bumiputra kala itu. Dalam surat-suratnya, Kartini menyebutkan bahwa sang suami tidak hanya mendukung keinginannya untuk mengembangkan ukiran Jepara dan sekolah bagi perempuan bumiputra saja, tetapi juga disebutkan agar Kartini dapat menulis sebuah buku.

Berkat kegigihannya Kartini, kemudian didirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada 1912, dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah "Sekolah Kartini". Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis.
Setelah Kartini wafat, Mr.J.H Abendanon memngumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada para teman-temannya di Eropa. Buku itu diberi judul “DOOR DUISTERNIS TOT LICHT” yang artinya “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.
Jika Anda benar-benar mencintai pasangan anda janganlah terlalu memikirkan hal-hal yang negatif akan tetapi Anda harus bersedia untuk memberi, memberi, memberi, dan kemudian berikan lebih banyak lagi. Ini adalah satu-satunya cara bahwa hubungan yang benar-benar dapat bekerja dan menjadi hubungan yang penuh kasih.

OH YES BABY.. AKU CINTAA KAMU...
Hewan juga merasakan perlu cinta dan mari kita lihat bagaimana binatang menikikmati kisah kasih untuk saling memberi..OH YES BABY.. AKU CINTAA KAMU...

OH YES BABY.. AKU CINTAA KAMU...
OH YES BABY.. AKU CINTAA KAMU...
OH YES BABY.. AKU CINTAA KAMU...
OH YES BABY.. AKU CINTAA KAMU...
OH YES BABY.. AKU CINTAA KAMU...
OH YES BABY.. AKU CINTAA KAMU...
OH YES BABY.. AKU CINTAA KAMU...
OH YES BABY.. AKU CINTAA KAMU...
OH YES BABY.. AKU CINTAA KAMU...
[thewondrous.com]


Musyawarah Cabang (Muscab) Pengurus Cabang atau Pengcab PSSI Kabupaten Lamongan berlangsung di Ruang Sabha Dyaksa Pemkab Lamongan, Rabu (7/4) menetapkan empat orang tim formatur. Empat orang ini selanjutnya diberikan mandat penuh untuk menyusun kepengurusan Pengcab PSSI Lamongan periode 2010-2015.

Sidang yang menetapkan keputusan nomor : Kep/08/Muscab/IV/2010 tentang Penetapan dan Pengesahan Susunan Formatur Pengcab PSSI Lamongan tahun 2010 tersebut dipimpin Achsanul Yaqin, anggota Bidang Organisasi Pengprov PSSI Jatim. Muscab itu sendiri dibuka Plt Asisten Administrasi Pemkab Lamongan Aris Wibawa dan dihadiri Ketua Bidang Organisasi Pengprov PSSI Jatim Suwito Hadi.

Seperti diutarakan salah satu anggota tim formatur, Muji Santoso,.keempat tim formatur tersebut mewakili sejumlah komponen. Yakni Masfuk SH yang terpilih sebagai Ketua Tim Formatur adalah perwakilan dari unsur Ketua PSSI Lamongan. Kemudian anggota diisi Abdul Mudjib dari unsur perwakilan Pengprov PSSI Jatim, Muji Santoso perwakilan PSSI Lamongan demisioner, Mahfudz Syafi’i dari unsur perwakilan PSSI Lamongan peserta Muscab dan Urrip Buono dari perwakilan klub sepak bola dan sekolah sepak bola (SSB) peserta Muscab.

“Formatur ini akan bertugas untuk menyusun kepengurusan Pengcab PSSI Lamongan Periode 2010-2015 dengan mandat penuh. Ada 24 klub anggota yang mengikuti Muscab kali ini “ ujarnya.

Suwito Hadi dalam sambutannya menyampaikan ada perubahan orientasi mendasar yang harus dilakukan pengurus PSSI di daerah. Yakni untuk menekankan orientasinya pada pembinaan sepak bola usia dini. “Pengcab harus berorientasi pada pembinaan kelompok umur. Semoga pengurus yang baru dapat bekerja lebih baik untuk menumbuhkan talenta-talenta baru pemain sepak bola asli Lamongan yang mampu tampil di ajang Indonesia Super League, “ kata dia.

Hal senada diutarakan Aris Wibawa yang juga manajer tim Persela U-21 tersebut. Dia menyampaikan harapannya agar Muscab menghasilkan pemimpin yang memiliki komitmen untuk memajukan sepak bola di Lamongan. Terutama untuk pembinaan pemain usia muda. Hal tersebut, kata dia bisa dimulai dengan menggelar secara regular.

Anda pasti sudah mengenal situs Ziddu.com kan? sebuah situs yang terbilang sukses karena popularitasnya langsung melejit di banding dengan situs-situs serupa.

Daya tarik ziddu.com di banding situs lain adalah adanya pemberian komisi terhadap orang yang mengupload file ke ziddu.com dan file tersebut ada yang mendownloadnya.

Akibat adanya pemberian komisi tersebut, maka banyak blogger yang sengaja mengupload file ke sana karena memang ada komisinya, begitupun dengan anda.

BAGAIMANA CARA MENGHASILKAN UANG DARI ZIDDU.COM
Anda dapat melihat presentasi singkatnya di sini :


Berikut cara download di ziddu secara cepat :

1. Anda harus punya Account di ZIDDU atau anda harus daftar dulu.

Untuk daftar di ziddu.com silahkan klik digambar di bawah ini :



2. Setelah buat account di ziddu, maka Anda harus login di ziddu agar download bisa lebih cepat.

3. Matikan semua program yg digunakan untuk mempercepat download, misalnya IDM, download accelerator , dll, karena ini bisa menyebabkan proses download gagal.

3. Kemudian klik link download ziddu di blog ini, misalkan "resetter all epson" maka akan muncul gambar di bawah ini kemudian klik "download".

Untuk uji coba silahkan klik di SINI



4. Kemudian isikan Verification Code sesuai dengan gambar di samping kotak isian dan klik download lagi.



5. kemudian muncul pilihan simpan dan pilih tempat filenya kemudian OK.



6. Selesai ....

Selamat mencoba .....

  • Selasa, April 06, 2010
  • Administrator


Bekicot atau Siput adalah hewan yang biasanya berkembang biak secara liar di musim penghujan, ternyata bisa di sajikan dalam bentuk sate yang nikmat dan gurih. Di tuban jawa timur, sate bekicot di percaya bisa menambah vitalitas dan menyembuhkan berbagai macam penyakit, seperti asma dan gatal-gatal.

Warung ibu zulaiha di jalan diponegoro, adalah satu-satunya penjual sate bekicot di kota tuban. Bahkan, pelangannya berasal dari sejumlah daerah di luar tuban yang sengaja datang guna menikmati gurihnya sate bekicot. Di samping rasanya yang gurih dan kenyal, sate bekicot mampu memberikan rasa hangat setelah menikmatinya.

Warung sate bekicot ibu zulaiha ini, buka mulai pukul 16.00 hingga pukul 22.00 wib setiap malam. Sebelumnya, zulaiha bersama orang tuanya, membuka usaha di bojonegoro jawa timur. Setelah sukses, zulaiha kemudian mencoba membuka usaha di tuban. Hasilnya.

Setiap harinya, zulaiha mampu menghabiskan tiga ratus tusuk sate atau kurang lebih 6 kilo gram bekicot, yang di dapat dari pasokan warga sekitar. Binatang jenis hemaprodit yang hidup menempel di daun tersebut selanjutnya direbus hingga masak agar mudah memisahkan daging dari cangkangnya. Setelah daging terpisah dari cangkang, kemudian diiris menjadi potongan kecil-kecil. Baru setelah itu potongan daging bekicot ini ditusuk dengan sujen.

Guna menambahkan kelezatan, daging bekicot di bakar dengan campuran parutan buah nanas, serta sejumlah bumbu lainnya. Saat di sajikan, sate bekicot di tambah bumbu kacang, kecap, bawang merah dan bawang putih.

Tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Untuk menikmati 1 porsi sate bekicot cukup dengan 4000 ribu rupiah, 10 tusuk sate bekicot yang lezat yang bisa kita santap dan 1000 rupiah untuk sepiring lontong atau nasi putih.

Menurut para pelaggan, sate bekicot tidak hanya memliki rasa gurih, tapi lebih dari itu, memiliki khasiat menambah vitalitas dan bisa menyembuhkan penyakit asma, luka, gatal-gatal.

Sebagian pelanggan sendiri, sengaja datang ke tuban, guna merasakan nikmatnya sate bekicot, sambil bertujuan mengobati penyakitnya.

  • Selasa, April 06, 2010
  • Administrator
William Soeryadjaya adalah pendiri PT Astra Internasional, seorang pekerja keras, ulet dan pantang menyerah untuk membangun kerajaan bisnisnya.Bagaimanakah kisah perjalanan bisnis taipan ulung anak pedagang Majalengka yang bernama Asli Tjia Kian Liong itu? Bisnis yang dilakoni pria kelahiran Majalengka, Jawa Barat, 20 Desember 1922, itu sesungguhnya diawali dengan penuh pahit dan getir.

William telah menjadi yatim piatu pada usia 12 tahun. Menginjak usia 19 tahun, sekolahnya di MULO, Cirebon, putus di tengah jalan. Ia kemudian banting setir menjadi pedagang kertas di Cirebon.

Selain berdagang kertas, William muda juga berdagang benang tenun di Majalaya. Tak begitu lama, ia beralih menjadi pedagang hasil bumi, seperti minyak kacang, beras, dan gula. "Dengan berdagang, saya dapat membantu kehidupan saudara-saudara saya," ujar anak kedua dari lima bersaudara keluarga pedagang ini, suatu ketika.

Dari perolehan hasil berdagang itu, William muda lalu melanjutkan studinya ke Belanda, dengan masuk ke Middlebare Vakschool V/d Leder & Schoen Industrie Waalwijk, sekolah industri yang mengajarkan penyamakan kulit. Begitu kembali ke Tanah Air tahun 1949, William mendirikan industri penyamakan kulit, yang kepengurusannya dia serahkan kepada seorang kawannya. Tiga tahun kemudian, William mendirikan CV Sanggabuana, bergerak di bidang perdagangan dan ekspor-impor. Cuma cilakanya, dalam menggeluti bisnis ini, ia ditipu rekannya. "Saya rugi jutaan DM," ujar William.

Lima tahun kemudian, atau tepatnya tahun 1957, bersama Drs Tjia Kian Tie, adiknya, dan Lim Peng Hong, kawannya, William mendirikan PT Astra Internasional Inc. Bisnis perusahaan barunya ini pada mulanya hanya bergerak dalam pemasaran minuman ringan merek Prem Club, lalu ditambah dengan mengekspor hasil bumi. Dalam perkembangan berikutnya, lahan garapan usaha astra meluas ke sektor otomotif, peralatan berat, peralatan kantor, perkayuan, dan sebagainya. Astra tumbuh bak "pohon rindang", seperti yang ditamsilkan William sendiri.

Keberhasilan Astra ketika itu, diakui William, tidak terlepas berkat ada kebijaksanaan Pemerintah Orde Baru, yang memberi angin sejuk kepada dunia usaha untuk berkembang. Salah satu contohnya tahun 1968-1969, Astra diperkenankan memasok 800 kendaraan truk merek Chevrolet. Kebetulan, saat itu pemerintah sedang mengadakan program rehabilitasi besar-besaran. Saking banyaknya yang membutuhkan, kendaraan truk itu laris bak pisang goreng. Apalagi, ketika itu terjadi kenaikan kurs dollar, dari Rp 141 menjadi Rp 378
per dollar AS.

"Bisa dibayangkan berapa keuntungan kami," ujar Oom Willem, panggilan akrabnya, kala itu. Sejak itu pula Astra kerap ditunjuk sebagai rekanan pemerintah dalam menyediakan berbagai sarana pembangunan.

Dalam perjalanan selanjutnya, Astra tak hanya sebatas memasok, tetapi juga mulai merakit sendiri truk Chevrolet. Lalu, mengageni dan merakit alat besar, Komatsu, mobil Toyota, dan Daihatsu, sepeda motor Honda, dan mesin fotokopi Xerox. Yang berikutnya pula, akhirnya lahan usaha yang baru ini menjadi "mesin uang" dari PT Astra Internasional Inc.

Masih ada satu bisnis Astra yang lain, yaitu agrobisnis. Astra yang omzetnya pada tahun 1984 mencapai 1,5 miliar dollar AS masuk ke agrobisnis dengan membuka kawasan pertanian kelapa dan casava seluas 15.000 hektar di Lampung. Namun, bukanya tanpa alasan Astra masuk ke sektor agrobisnis. "Agrobisnis yang mengusahakan peningkatan produksi pada sektor pertanian itu merupakan gagasan pemerintah yang patut ditanggapi berbagai kalangan wirausahawan Indonesia," kata William dalam ceramahnya di Universitas Katholik Parahyangan tahun 1984.

Pada tahun itu juga Astra membeli Summa Handelsbank Ag, Deulsdorf, Jerman. Pengelolaan bank yang tak ada kaitannya dengan bisnis Astra ini diserahkan kepada putra tertuanya, Edward Soeryadjaya, sarjana ekonomi lulusan Jerman Barat.

Di bank ini William mengantongi 60 persen saham yang dibagi rata dengan Edward. Cuma, sayangnya, Edward kurang berhati-hati dalam menjalankan roda usaha perbankan itu. Edward terlalu royal dalam mengumbar kredit. Akibatnya, tahun 1992 bank ini dilanda utang yang begitu besar dan untuk melunasinya, terpaksa William melepas kepemilikannya di Astra.

William pasrah. Ia selalu kembalikan kepada Tuhan. Ia selalu berpegang pada prinsip: Manusia berusaha, Tuhan menentukan. Yang paling penting baginya ketika itu adalah nasib para karyawan dan nasabah Bank Summa. Ia teramat sedih membayangkan pegawai sebanyak itu harus kehilangan mata pencahariannya. Oleh karenanya ia rela menjual saham-sahamnya di Astra guna memenuhi kewajiban Bank Summa.

Banyak spekulasi yang berkembang ketika Oom Willem terpaksa menjual sahamnya di Astra. Spekulasi yang banyak diyakini orang adalah adanya rekayasa pemerintah untuk menjatuhkan Oom Willem. Namun, Oom Willem sendiri tidak pernah merasa dikorbankan oleh sistem. Semua itu dianggapnya sebagai konsekuensi bisnis. Ia tidak mau larut dalam tekanan spekulasi dan keluhan. Melainkan ia pasrah dengan tulus kepada kehendak Tuhan. Dengan ketulusan itu pula, ia terus melangkah maju ke depan dengan pengharapan yang hidup. Dan, kini, salah satu kepeduliannya yang terbesar adalah bagaimana Astra dapat terus berperan sebagai agen pertumbuhan ekonomi nasional, yang antara lain dapat membuka lapangan kerja lebih luas.

Memang, membuka lapangan kerja, adalah salah satu impiannya yang tetap membara dari dulu hingga kini. Sebuah impian dan obsesi yang dilandasi kepeduliannya kepada sesama. "Salah satu hasrat saya dari dulu adalah membuka lapangan kerja," katanya. Apalagi kondisi Indonesia saat ini, yang dilanda krisis ekonomi, yang berakibat bertambahnya pengangguran.

Impian inilah yang mendorong Omm Wilem membeli 10 juta saham PT Mandiri Intifinance. Di sini, ia mengumpulkan dana untuk diinvestasikan ke dalam pengembangan usaha petani-petani kecil dan small and medium enterprises (usaha-usaha kecil dan menengah). Agar dapat menciptakan lapangan-lapangan kerja baru dan meningkatkan daya beli masyarakat, yang pada akhirnya akan mengangkat bangsa ini dari keterpurukan.

Namun, yang patut dipuji dari sikap William semasa kejayaannya di Astra adalah kepeduliannya terhadap rekannya, pengusaha kecil. Dalam suatu tulisannya di harian Suara Karya, "Peranan Pengusaha Besar Dalam Kerja Sama dengan Pengusaha Kecil demi Suksesnya Pelita IV", mengetengahkan bentuk-bentuk kerja sama antara yang besar dan yang kecil. Misalnya, menjadikan perusahaan besar sebagai market dari perusahaan kecil dalam bentuk leadership dan menjadi perusahaan kecil sebagai bagian dari service network produk perusahaan besar.

Sikapnya yang lain, yang juga patut ditiru, adalah kepeduliannya terhadap dunia pendidikan. William merelakan tanahnya di Cilandak, Jakarta Selatan, terjual dengan harga "miring" bagi pembangunan gedung Institut Prasetya Mulya, lembaga pendidikan yang dimaksudkan mencetak tenaga-tenaga manajer yang andal. Sejumlah konglomerat juga ikut membidani lembaga. William sendiri kala itu duduk sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina.

Sikap religiusnya pun merupakan salah satu contoh yang baik dalam menjalankan roda usahanya. Penganut Protestan yang teguh ini percaya betul bahwa keberhasilan yang diperolehnya , selain kerja kerasnya bersama semua karyawan, juga berkat rahmat dari Tuhan, bukan semata dari dirinya.

Semangatnya dalam menempuh bisnis pun patut dijadikan panutan. Kalau ia terjegal dalam kancah bisnis, itu bukanlah akhir dari perjalanan bisnisnya, melainkan justru awal dari kebangkitannya.
William Soeryadjaya, pendiri PT Astra Internasional Inc (sejak tahun 1990, Tbk), meninggal dunia hari Jumat (2/4/2010) pukul 22.43 di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan. William sebelumnya beberapa kali dirawat karena sakit. Terakhir, ia dirawat tanggal 10 Maret dan sejak hari Kamis (1/4/2010) dirawat di unit rawat intensif (ICU). Jenazah disemayamkan di rumah duka RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, hingga Senin (5/4/2010).

William yang lahir di Majalengka, Jawa Barat, 20 Desember 1922, adalah pribadi yang rendah hati dan bersahaja. Keberhasilannya membangun Astra Internasional tidak pernah diklaim sebagai keberhasilan dirinya. Ketika ditanya mengenai keberhasilannya, ia mengatakan, ”Keberhasilan Astra berkat kerja keras semua karyawan dan rahmat Tuhan, bukan karena keberhasilan saya pribadi.”

William juga seorang visioner yang seakan mengerti ke mana bisnis akan bergerak. Ia juga adalah salah satu pelopor modernisasi industri otomotif nasional. Ia membangun jaringan bisnis dengan core product di sektor otomotif. Namun, memang, pertumbuhan bisnisnya tidak pernah lepas dari campur tangan pemerintah.

Keberhasilannya dalam berbisnis menjadikan ia menduduki banyak jabatan penting di sejumlah perusahaan, terutama yang berbasis otomotif.

William menjadi orang pertama Asia yang menjadi anggota Dewan Penyantun The Asia Society yang didirikan John D Rockefeller III di New York, AS, tahun 1956. Ia menarik diri dari dunia bisnis tahun 1992 ketika Bank Summa milik anaknya, Edward, kolaps dan harus dilikuidasi sehingga memaksanya melepas 100 juta lembar saham Astra Internasional guna melunasi kewajibannya. Beliau meninggal pada usia 78 tahun tepatnya hari Jumat (2/4/2010).

Ref :
http://pakarbisnisonline.blogspot.com/2010/04/kisah-perjalanan-bisnis-william.html
http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/w/william-soerjadjaja/biografi/01.shtml
  • Selasa, April 06, 2010
  • Administrator


Di sebuah sudut kampung di Kelurahan Sampangan Kota Semarang, Haryo Pangarso pengrajin Boomerang menggeluti usaha kerajinannya. Dengan berbekal sebuah Laptop untuk mengakses internet, Haryo berhasil mempelajari seluk-beluk Boomerang, senjata asli suku Aborigin Australia. Dari internet ia mempelajari aneka macam bentuk Boomerang yang ternyata memiliki beragam bentuk dan ukuran, juga ornamen dan warna-warna yang menghiasinya. Dari gambar di internet tersebut, Haryo kemudian mendesain rancangan sendiri Boomerangnya.

Senjata Boomerang akan bergerak berputar mirip baling-baling Helikopter. Saat musuh mengira serangan tersebut meleset ternyata salah, karena ternyata bumerang tersebut kembali menyerangnya. Jika salah memainkan Boomerang, kemungkinan besar akan menyerang balik anda dan lebih kejam lagi membuat anda terbunuh.

Alat yang ia pakai untuk membuat Boomoerang cukup sederhana saja. Sebuah plastik untuk membuat gambar, spidol dan gunting. Hasil bentuk rancangan kemudian dialihkan ke sebuah bahan triplek. Dengan alat pemotong, bentuk mentah Boomerang berbahan triplek ini sudah jadi.

Kelihatananya mudah. Namun jangan salah, butuh naluri, bakat dan penghitungan yang tepat bagi seorang perajin agar Boomerang bisa diterbangkan. Dengan bakat dan naluri inilah menjadikan seorang Haryo Pangarso tampak berbeda dengan pengrajin Boomerang lainnya.

Keseimbangan Boomerang terutama pada sisi sayapnya, harus dihitung dengan cermat. Setelah semua proses pembuatan, dan mengukur keseimbangan, barulah, boomerang ini dihaluskan, dan diberi ornamen serta warna cat yang menarik.

Dalam sehari, Haryo mampu memproduksi 10 buah Boomerang. Seluruh hasil karyanya harus diujicoba dulu untuk memastikan layak terbang. Boomerang yang baik menurut Haryo adalah Boomerang yang ketika dilempar ke udara, mampu kembali lagi ke posisi semula. Dengan demikian, Boomerang sering di jadikan sebagai kata yang menggambarkan senjata makan tuan, jika keputusan yang salah dari seseorang bisa menjadi senjata yang membunuhnya. Ingat filososi Bumerang ini, ‘Hati-hati melangkah, karena setiap langkah anda, maju atau mundur merupakan pilihan hidup atau mati anda’

Haryo menjual Boomerang karyanya secara online dengan membuat 2 buah blog beralamat di: http://boomerangsemarang.blogspot.com/ dan http://jualboomerang.blogspot.com/.

Di awal usahanya, Haryo sempat kesulitan mendapat konsumen. Tanpa putus asa, Haryo terus mempromosikan Boomerang lewat internet. Dan setengah tahun terakhir ini, karya haryo sudah mulai banyak dipesan. Awalnya, pesanan mengalir dari kota-kota besar di Indonesia. Seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bandung dan Denpasar. Lambat laun, Boomerang karyanya mulai dipesan dari beberapa negara seperti dari Benua Australia dan Eropa.

Harga Boomerang ala Haryo ini berkisar antara 40 hingga 50 Ribu Rupiah. Padahal, Boomerang serupa di luar negeri, harganya mencapai puluhan dollar alias ratusan ribu Rupiah.

Banting tulang dan peras keringat dari seorang Haryo, kini mulai berbuah manis. Dengan berfikir kreatif, kegagalan di awal, bisa menjadi kesuksesan di masa kini dan masa depan.

  • Selasa, April 06, 2010
  • Administrator
Defraggler merupakan salah satu Software yang bisa di download secara gratis dan sekarang Defraggler telah mengeluarkan yang terbaru Defraggler Versi 1.18.185. Sepintas Defraggler memang mirip dengan software defrag seperti bawaan windows. Kelebihan Defraggler dibandingkan dengan defrag bawaan windows adalah, defraggler dapat melakukan defrag pada file dan folder tertentu saja tanpa harus men-defrag keseluruhan drive hardisk sehingga bisa mempercepat prosesnya.

DOWNLOAD SOFTWARE DEFRAGGLER VERSI 1.18
Defragmentasi perlu dilakukan agar respons hardisk selalu terjaga. Sayangnya, tool defrag bawaan dari Windows bekerja terlalu lambat ketika melakukan defrag. Defraggler dibuat oleh Piriform, perusahaan yang juga membuat Software CCleaner.

Silahkan DOWNLOAD SOFTWARE DEFRAGGLER VERSI 1.18 >> DI SINI

BTemplates.com

Categories

Kamera CCTV Palembang

Popular Posts

Blog Archive