Tampilkan postingan dengan label ANAK-ANAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ANAK-ANAK. Tampilkan semua postingan
  • Senin, Oktober 10, 2011
  • Administrator
Biang keringat bisa terkena pada siapapun baik pada kita yang sudah dewasa, anak remaja maupun anak bayi. Biang keringat ini akan menimbulkan rasa gatal dan rasa sangat tidak nyaman. Terutama jika biang keringat ini terkena pada seorang bayi.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhirvMcbZpfZJqzKsAWTKO00Qz6Rbz8Yxr40KWI2kRHfZRE1y4w8gpTJsuv3dqZTHu8ZywR5QAG8RLA-xXrBWXvTxifPjrZxivEVrXiq-K1g2DXWwtQtv6dm2FDN-UGgofBO0QZz0wv0RY/s1600/5168_lores.jpg
Jika bayi anda terkena biang keringat, anda dapat menggunakan produk berikut untuk mengatasinya :

1. Gunakan minyak telon yang kandungan minyak kelapanya sebesar 60% agar tidak panas
2. Gunakan bedak salicyle
3. Gunakan bedak tabur khusus untuk bayi.
http://www.balitasehat.net/images/artikel/02/001/001/1083/PDIKUTIP.COM - Kita semua perlu peduli dan mencintai lingkungan, termasuk si balita juga bisa! Apalagi anak-anak adalah generasi penerus yang akan hidup lebih panjang menikmati bumi yang indah. Apa yang bisa Anda ajarkan padanya?

Buang Sampah di Tempatnya
Bencana banjir yang sering terjadi belakangan ini bisa Anda jadikan contoh akibat buang sampah sembarangan. Ajarkan balita membuang sampah pada tempatnya. Jangan lupa sediakan tempat sampah di beberapa sudut rumah, seperti kamar tidur, ruang keluarga, ruang bermain agar mempermudah dia untuk menemukan tempat sampah. Juga sediakan tempat sampah kecil di dalam mobil –sampah bungkus makanan tidak dibuang ke jalan tentunya! 

Membersihkan Halaman Rumah
Biasanya si bibi atau mbak yang bertugas membersihkan halaman rumah dari sampah dedaunan. Sesekali ajak balita bersama Anda membersihkannya. Minta dia menyapu atau mengambil daun-daun yang jatuh ke tanah. Anda dapat menjelaskan bahwa membersihkan halaman rumah merupakan bentuk dari cinta pada lingkungan yang bersih. Untuk menambah keseruan, ajak dia untuk menghitung daun yang sudah dikumpulkan, lalu menimbun daun-daun tersebut agar bisa ‘berubah’ menjadi pupuk.

Memelihara Bintang Peliharaan
Anjing atau kelinci merupakan binatang peliharaan yang aman untuk anak-anak. Mereka juga bisa dilatih menjadi sahabat untuk anak. Layaknya sahabat, balita bisa diajarkan bagaimana memelihara, mencintai dan menyayangi binatang. Misalnya memberi makan dan minum, memandikan, bermain bersama, mengelus dan tidak memukul. Cara ini merupakan salah satu trik mengajarkan anak untuk mencintai makhluk hidup lain di luar manusia.

Ayo, Menanam Tanaman!
“Manfaatkan” balita yang haus pengalaman dan petualangan untuk menanam tanaman bersama. Ajarkan juga untuk merawat tanamannya. Bila tanaman kelak berkembang subur, dia boleh dapat hadiah. 


Ajarkan Hemat Air 
Dengan membiasakan mematikan keran saat sikat gigi, balita belajar menghemat air bersih, begitu juga ketika mandi. Tak apa untuk membawa bebek karetnya, atau mobilan amfibinya ke kamar mandi, namun cukup siapkan seember kecil air untuk bermain dan jangan berikan lagi bila airnya dibuang percuma. Katakan padanya, bebek tak dapat berenang lagi bila airnya habis terus menerus dibuang.

Membawa Makanan dan Minuman Sendiri
Membeli jajanan atau camilan di luar rumah pasti akan menggunakan plastik kemasan yang akan terbuang menjadi sampah. Biasakan balita membawa bekal makanan dan minuman dari rumah. Atau memb

Membuat Mainan dari Kardus Bekas
Ajak balita membuat mainan kereta-keretaan atau mobilan dari kardus bekas. Barang-barang bekas lainnya, seperti botol plastik, piring stirofoam dan lain-lainpun bisa menjadi barang baru. Balita pun belajar bahwa barang-barang yang dibilang sampah masih bisa berguna bila dimanfaatkan.  

Membawa Tas Saat Berbelanja
Menciptakan kebiasaan “anti kantong plastik” sebagai bentuk cinta pada lingkungan adalah kebiasaan yang diacungi jempol. Tularkan ini kepada anak Anda! Saat berbelanja ke pasar swalayan atau toko, minta juga dia untuk membawa tas belanja kesayangannya. Barang belanjaan yang ringan bisa Anda letakkan di dalam tasnya, katakan padanya “Kamu juga boleh membawa barang belanjaan kita. Kita tidak perlu pakai plastik ya, karena plastik di rumah sudah banyak sekali dan tidak terpakai.”

Mari Hemat Listrik
Ajak anak mencintai lingkungan dengan cara menghemat penggunaan listrik. Ajarkan hal-hal yang mudah dan sederhana, seperti mematikan lampu saat meninggalkan ruangan atau tidak menyalakan lampu pada siang hari karena ada sinar matahari yang menerangi. Atau mematikan televisi langsung ke sumbernya (power off) –bukan posisi standby– bila sudah selesai menonton televisi dan komputer bila ia sudah selesai menggunakannya. Ajaran yang sama perlu Anda terapkan pula untuk berhemat pada baterei di mainannya. Hemat konsumsi energy, awet pula mainannya. 

Jalan Kaki atau Naik Sepeda Saat Bepergian
Banyak manfaatnya bila Anda mengajak anak berjalan kaki atau naik sepeda. Anda mengajarkan padanya tentang mengurangi polusi udara yang keluar dari knalpot kendaraaan bermotor. Juga hemat bahan bakar dan sekaligus memberikan pengalaman menarik selama di perjalanan dengan mengamati pepohonan, jalanan dan aktivitas orang lain.
   
 
 GO


Beragam produk mainan anak-anak selama ini sudah banyak ditawarkan para produsen mainan dunia. Namun belum tentu jenis mainan tersebut dapat mendidik anak menjadi cerdas. Untuk meningkatkan perkembangan anak khususnya pendidikan anak usia dini, seorang pengrajin asal sukabumi membuat mainan anak serba kayu. Bahkan pasar mainan yang diproduksinya mampu menembus pasar dunia dan beromzet Milyaran Rupiah.

Di rumahnya di Kampung Paledang, Desa Cimahi, Kecamatan Cicantanyaan, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, Dindin Samsudin (37) mengawali kariernya sebagai pengusaha mainan anak berbahan serba kayu.

Bermula dari ide untuk memanfaatkan limbah kayu pada tahun 1993, ia bersama istrinya Elis Lisnawati bekerja keras menciptakan berbagai kreasi mainan dengan memanfaatkan sisa-sisa kayu yang dibuang dari pabrik pengolahan kayu yang tersebar di Sukabumi.

Untuk membuat puzzle dan mainan kayu misalnya, Didin biasanya dibantu 110 karyawannya untuk membuat design terlebih dahulu sebelum kayu sisa olahan tersebut dibentuk. Biasanya bentuk mainan dibuat sesuai hasil ciptaan atau sesuai pesanan konsumen.

Desain gambar yang telah dibuat, selanjutnya diserahkan ke bagian bengkel untuk memilih jenis kayu dan bentuk kayu yang akan dipotong. Lalu kayu yang sudah dipilih dipotong dengan mesin-mesin pemotongan sesuai dengan gambar maupun ukuran.

Untuk memperoleh hasil maksimal, banyak sekali jenis mesin potong. Selain mesin yang canggih dibutuhkan kejelian dan kecermatan dalam memotong ukuran mainan, terutama bahan-bahan yang bentuknya kecil.

Setelah hasilnya dirasa cukup, biasanya kayu yang sudah dipotong diserahkan kebagian lain untuk dilakukan proses perwajahan dengan menggunakan mesin bubut. Setelah bentuknya terlihat maka bahan mainan kayu itu dihaluskan dengan cara diampelas atau menggunakan mesin gerinda.

Setelah halus maka bahan-bahan tersebut, diserahkan kebagian pengecatan. Di bagian ini biasanya harus dilaukan secara hati-hati, apalagi bahan cat yang digunakan bukanlah cat biasa, tetapi jenis cat non toksit. Jenis cat tersebut digunakan sesuai dengan standar international agar anak-anak tidak mengalami keracunan yang disebabkan warna mainan.

Setelah cat kering, maka mainan atau puzzle diserahkan untuk dilakukan pengkemasan atau fucking. Untuk memanfaatkan limbah kayu biasanya mainan yang sudah dikemas dalam plastik di rebus kedalam panci atau dihangatkan dalam tungku. Fungsinya agar plastik menjadi merekat dan utuh, untuk dipasarkan kepada konsumen.

Biasanya, produksi mainan kayu buatan dindin ini dipasarkan ke berbagai negara didunia. Bahkan produksi puzzle dan jenis mainan lainnya yang diproduksi setelah memperoleh linsensi dari organisasi dunia bidang advokasi untuk anak-anak, Unicef (United Nations Children's Fund). Sedangkan untuk pasar lokal produksinya digunakan oleh Departemen Pendidikan Republik Indonesia khususnya bidang pendidikan usia dini.

Menurut Didin, omzet buah tangannya saat ini sudah beromzet Milayaran Rupiah. Bahan selain mampu menghidupi keluarga dan karyawannya, produsi mampu menyerap tenaga kerja berupa sentra-sentra kerajinan untuk 40 kepala keluarga yang ada di sekitar rumah produksinya.

Ia mengaku cukup kewalahan dengan pesanan dan permintaan pasar khususnya lokal, sementara jumlah produksi masih terbatas untuk ekport. Kendala permodalan dan kurangnya mesin masih disebut-sebut Didin menjadi kendala utama untuk memenuhi permintaan pasar tersebut.(86)

BTemplates.com

Categories

Kamera CCTV Palembang

Popular Posts

Blog Archive