Tampilkan postingan dengan label Ikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ikan. Tampilkan semua postingan
  • Selasa, November 01, 2011
  • Administrator
  • ,


Sup ikan Gurame saat ini cukup trend di kalangan pecinta wisata kuliner. Di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ada menu enak bernama sup ikan Gurame yang rasanya sedikit berbeda dengan sup ikan Gurame pada umumnya. Namanya sup ikan Gurame Cesplong. Setelah mencicipinya, di jamin pening dikepala Anda akan mendadak hilang alias Cesplong.

Sup ikan Gurame Cesplong ini, hanya bisa Anda dapatkan di rumah makan SPBU Imbanagara, yang terletak di jalan raya ciamis-banjar. Sepintas tidak ada yang spesial dari sup ikan Gurame Cesplong ini, bahkan proses pembuatannya pun serupa dengan sup ikan Gurame lainnya.

Cara memasaknya, ikan Gurame segar dibersihkan dulu, kemudian disiapkan air mendidih. Potongan Gurame kemudan dimasukan kedalam air mendidih tersebut. Nah! yang membuat berbeda pada sup ikan Gurame Cesplong ini, ada pada bumbunya, dimana salah satunya terdapat bumbu hasil olahan sendiri yang di warisi secara turun temurun sejak dulu.

Setelah Gurame mendidih, satu persatu bumbu dimasukan kemudian diaduk hingga rata dan di panaskan sampai kembali mendidih. Kurang dari 10 menit ikan Gurame Cesplong pun sudah siap dihidangkan. Dari aroma nya pun sudah sedikit berbeda karena terdapat bau menyengat yang khas sehingga pas disantap dengan rasa segar yang siap memanjakan lidah Anda.

Sup ikan Gurame Cesplong ini, di percaya bisa memulihkan kembali stamina Anda setelah lelah dalam perjalanan, bahkan tidak hanya itu pening di kepala pun dijamin akan hilang setelah menyantap hidangan suop ikan garame Cesplong ini.

Untuk satu porsi sup ikan garame Cesplong, Anda cukup merogoh kocek 60 Ribu Rupiah yang bisa disantap oleh lima orang.


Menu tongkol bakar jahe, mungkin masih asing ditelinga anda. Namun bagi masyarakat pesisir pantai Situbondo Jawa Timur, menu ini tidak asing dan cocok di nikmati dengan sajian khas orang desa.

Adalah Ninik, warga Desa Jangkar, Kecamatan Jangkar Situbondo, yang menjual menu tongkol bakar bumbu jahe di warungnya yang berjarak sekitar 15 kilometer kea rah timur kota situbondo. Menu yang satu ini memang khas. Sebab tongkol yang akan di bakar adalah tongkol segar yang langsung dari hasil tangkapan nelayan tanpa menunggu sehari atau dua hari untuk membakarnya.

Untuk membakarnya, Ninik sengaja menggunakan sabut kelapa dan dipanggang dengan alas kayu kelapa pula. Ini dilakukan Ninik selain bernuansa desa juga agar ikan panggangan, akan matang luar dalam. Bahkan/ rasa yang di timbulkan oleh proses pembakaran dengan sabut kelapa jauh lebih enak dari pada menggunakan media lainnya.

Sebelum di sajikan, terlebih dahulu ikan baker di beri kecap manis dan bubuk jahe, sehingga rasa gurih ikan akan bercampur dengan rasa pedas manis. Bahkan menu ini sekaligus mampu menambah vitalitas dan kehangatan tubuh karena paduan bumbu jahe.

Menurut Ninik, untuk membakar tongkol dengan baik butuh waktu setengah jam. Dan ikan pun harus di bolak balik beberapa kali agar rasa guruh ikan meresap hingga ke pori-pori ikan. “ memang butuh sabar dan telaten agar ikannya terasa lebih sedap”, ujar Ninik.

Menu ini akan terasa semakin nikmat jika di sanding dengan minuman es buah atau es campur. Pasti sangat cocok terutama karena hawa panas pantai.

Satu porsi menu tongkol bakar jahe dengan komposisi nasi, di jual dengan harga 7.500 Rupiah. Jika ditambah es buah atau es campur pembeli cukup menambah uang 2.500 Rupiah saja.




Di tengah mahalnya harga sembako, sebuah warung makan di Lamongan Jawa Timur, menawarkan makan nasi dengan harga super hemat. Hanya dengan Rp 4.000, para pelanggan bisa makan sepuasnya. Apalagi, ikan laut dan sayur buah kelor menambah nikmatnya makan di warung tersebut.



Warung nasi milik Ibu Suprah di kawasan Wisata Bahari Lamongan (WBL) Tanjung Kodok, Kecamatan Paciran Lamongan tampil seperti warung nasi pada umumnya. Namun, jangan salah, jika Anda selalu melihat warung tersebut, selalu penuh dengan pengunjung. PAsalnya, Warung yang buka sepanjang siangtersebut di kenal pelanggannya dengan nama, Warung Murah Meriah. Makan sepuasnya di warung tersebut, hanya di kenakan biaya 4.000 Rupiah untuk setiap orang.



Para pelanggan warung tidak hanya berasal dari Lamongan saja. Tetapi ada yang berasal dari Surabaya, Gresik, Tuban dan Bojonegoro yang kebetulan melintas di jalur pantura atau berkunjung ke WBL.



Menu makan di warung ini adalah nasi putih bercampur nasi jagung di tambah sayur kangkung dan sayur buah kelor. Ikannya, adalah ikan asin serta ikan laut goreng dengan jenis ikan keting, ilat, tetet dan pee kecil.



Menu makanan khas pantai utara lamongan ini, banyak di sukai pelanggan, karena rasanya yang khas dan gurih. Apalagi, ikan laut sajian warung Ibu Suprah ini, tergolong ikan laut segar, yang di pasok para nelayan setempat.



Di samping harganya yang murah, para pelanggan di perbolehkan menambah porsi makan sepuasnya termasuk menambah ikan sepuasnya pula. Semuanya dengan harga 3.500 rupiah di tambah minum teh Seribu Rupiah.



Ibu suprah mengaku jualannya tidak merugi. Bahkan, usahanya terus berkembang sejak di buka 6 tahun lalu, meski saat ini tengah berhadapan dengan melonjaknya harga sembako. “Meski labanya sedikit, yang penting lancar”, ungkap Ibu Suprah Penuh senyum



Setiap harinya, Ibu Suprah yang di bantu 4 orang karyawan ini, mampu menghabiskan 30 kilo gram beras dan 10 kilo gram jagung.





Jangan mengaku penggemar ikan pindang, jika belum merasakan nikmatnya ikan pindang gunung, yang menjadi salah satu ciri khas masakan obyek Wisata Pantai Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat.



Dengan rasa asem dan pedas, ikan laut jenis kakap yang diaduk dengan rempah-rempah tradisional ini, siap memanjakan lidah anda, selain itu anda juga bisa langsung melihat proses pembuatan pindang gunung. Cara membuatnya pun cukup sederhana.



Pertama tama ikan laut jenis seperti ikan kakap, mangmung, kakap merah, tongkol dan carwang yang masih segar dipotong menjadi dua bagian, kemudian baru disiapkan berbagai jenis bumbu nya, yaitu kemiri, cabe, kuning, jahe, terasi dan bawang, baru semua bumbu tersebut ditumbuk hingga halus kemudian baru dimasak, dan ditambahkan sedikit air. Aroma segar pun mulai terasa. Setelah bumbu mulai matang baru potongan ikan kakap dimasuKkan kedalam bumbu tersebut dan diaduk hingga merata.



Hanya dalam waktu kurang dari 10 menit, ikan pindang gunung pun siap disajikan. Jika biasanya pindang selalu disajikan kering, namun pindang gunung ini berbeda yaitu disajikan dengan direndam oleh kuah dengan bumbu ciri khas tersendiri mirip dengan sop. Rasanya pun tidak kalah enak, dengan rasa asem pedas sangat berbeda di banding jenis masakan pindang lainnya.



Jika penasaran, tak ada salahnya anda untuk mencoba sensasi baru menyantap hidangan pindang gunung ini, hanya dengan merogoh kocek 15 Ribu Rupiah, anda sudah bisa menikmati pindang gunung tersebut, yang dapat anda temui di hampir semua depot makan di sepanjang obyek wisata Pantai Pangandaran.



Ikan kakap ternyata tidak hanya bisa dinikmati dalam bentuk gorengan atau dibakar. Kepala ikan kakap juga bisa diolah menjadi makanan asam-asam kepala ikan kakap yang hangat.

Dipadu dengan bumbu rempah dan air asam, kepala ikan kakap, bahkan menjadi salah satu makanan alternatif penghangat tubuh, yang banyak digemari warga.

Selain rasanya yang nikmat, gurih dan asam, memu kepala ikan kakap juga dipercaya bisa meningkatkan gairah suami istri dan menyembuhkan gatal-gatal pada kulit.

Ditinjau dari cara memasaknya, asam-asam kepala ikan kakap cukup mudah dan hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit .

Untuk memasaknya, pertama kali dibutuhkan bumbu rempah, seperti jahe, bawang putih, bawang merah, kunir, seledri, dan lombok, yang semuanya diolah menjadi satu.

Setelah menjadi bumbu olahan, bumbu kemudian ditumis dan dicampur dengan kepala ikan kakap yang telah dibersihkan.

Untuk memberikan rasa asam dan manis, olahan masakan asam-asam kepala ikan kakap ini dicampur dengan air asam dan gula, yang kemudian direbus sekitar 15 s/d 20 menit. Asam-asam kepala kan kakap pun siap dihidangkan.


Jika berkunjung ke kota Semarang Jawa Tengah, jangan lupa mampir ke rumah makan kampung laut di kawasan Wisata Puri Maerokoco, sekitar limaratus meter sebelah utara Jalan Arteri Yos Sudarso Semarang. Salah satu menu yang khas di rumah makan tersebut adalah IKAN PATIN PEPES BUMBUNG. Nama bumbung adalah sebutan untuk bambu bagi orang Jawa. Artinya, ikan patin dimasak pepes dengan cara dibakar di dalam potongan bambu.

Ikan patin yang akan dipepes adalah ikan segar yang diambil langsung dari dalam kolam. Lalu ikan dibelah dan dibersihkan. Kemudian di siapkan bumbu rempah yang diramu secara khusus untuk menghilangkan aroma amis ikan sekaligus memberi citarasa gurih pada ikan patin. Nah, bumbu yang sudah jadi lalu dilumurkan pada ikan patin. Selembar daun pisang dipakai untuk membungkus ikan. Baru kemudian dimasukkan ke dalam potongan bambu.

Proses selanjutnya, bambu yang berisi ikan patin, dibakar dengan dibolak balik selama 30 menit, hingga seluruh permukaan bambu gosong.

Setelah di rasa masak, bambu dibelah. Setengah bambunya diluang, setengah bambu lainnya tetap menampung ikan hingga ke penyajian. Di atas meja, daun pisangnya dibuka dan dipindahkan ke dalam piring. Nah, ikan patin pepes bumbung kini siap disantap.

Perpaduan aroma daun pisang, bambu dan arang batok kelapa untuk membakarnya, membuat citarasa pepes ikan patin sangat beda dan lebih sedap.

Sepotong pepes bumbung ikan patin dijual seharga Rp 75.000 dan bisa dinikmati untuk empat hingga lima orang.


Nama ikan Lele sudah tidak asing lagi. Namun pernahkah anda menikmati Nuget Lele. Di Rumah Makan Punokawan Jalan Gatot Subroto Kota Binjai, Sumatera Utara, ikan Lele di olah menjadi nuget hingga menjadi menu andalan diantara masakan khas jawa lainnya yang ada di Sumatera.

Nugget merupakan salah satu bentuk breaded yaitu bentuk olahan ikan yang dicelupkan dalam better kemudian dilumuri dengan tepung roti dan digoreng cepat. Apalagi Ikan lele merupakan mempunyai citarasa yang khas dan merupakan salah satu sumber protein hewani yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia.

Proses pembuatan nuget Lele, terbilang sederhana, namun harus dengan satu syarat, yakni ikan Lele yang harus berukuran besar. Setelah di bersihkan, kulit ikan Lele kemudian di kupas dan diambil dagingnya.

Selanjutnya daging ikan Lele di campur dengan tepung, dan berbagai bumbu lainnya seperti bawang, merica, telur dan garam. Selanjutnya dagung di goreng hingga garing.

Ide pembuatan nuget Lele ini berawal ketika, Adi Maryadi pemilik rumah makan, melihat banyak ikan Lele yang berukuran besar tidak begitu diminati oleh masyarakat. Adi Maryadi mencoba menjadikan nuget Lele sebagai menu istimewa di rumah makan miliknya. Ternyata sambutan masyarakat sangat besar.

Menurut Adi Maryadi, karena rasanya yang gurih, masyarakat yang sebelumnya tidak suka makan ikan Lele, tidak akan mengetahui jika nuget Lele berasal dari ikan Lele.

Diluar dugaan, nuget Lele sangat dimintai masyarakat, bahkan sejumlah wisatawan asing yang datang mencoba menu ini.

Jika anda tengah berada di kota Binjai, tidak ada salahnya mencoba menu yang satu ini. Selain nikmat, harga satu porsi nuget Lele juga cukup terjangkau hanya 15.000 Ribu Rupiah.(86)


Pernahkah anda menikmati masakan kepiting yang lunak dengan rasa gurih dan nikmat sambil beristirahat menikmati indahnya panorama pantai yang indah? Di Brebes, tepatnya ditepi pantai Randusanga, ada sebuah warung makan yang menyajikan menu istimewa yaitu kepiting montok goreng mentega.

Kepiting montok goreng mentega ternyata menjadi menu favorit warung makan milik Pak Jarot, yang berada di randusanga. Meski terletak 10 KM dari pusat kota Brebes, namun tempat ini tak pernah sepi dari para pengunjung., pasalnya selain menawarkan berbagai menu makanan laut, tempatnya yang berada dibibir pantai ternyata juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelangganya.

Suasana asri dengan panorama pantai yang indah, di jamin mampu menambah selera makan Anda menjadi lebih nikmat dan menyenangkan. Apalagi menu favoritnya adalah kepiting montok goreng mentega. Woow!!

Kepiting olahan Pak Jarot, sebenarnya tak jauh beda dengan masakan kepiting pada umumnya. Namun kepiting montok goreng sungguh berbeda baik rasa maupun rupa. Pasalnya kepiting yang digunakan sebagai bahan bakunya adalah kepiting pilihan yang mempunyai ukuran besar dan harus yang sedang bertelor. Saat disajikan, telor kepiting yang melekat pada cangkangnya kan terlihat menggoda.

Proses pembuatanya pun sangat mudah. Pertama kepiting yang masih segar dipotong menjadi beberapa bagian kemudian dicuci bersih. Setelah itu direbus hingga warnanya berubah. Sambil menunggu mendidih, sejumlah bumbu telah disiapkan seperti irisan bawang bombai, cabe dan sejumlah bumbu dapur lainya. Setelah melunak kemudian kepiting ditiriskan sebelum akhirnya digoreng dengan mentega yang dicampur dengan berbagai macam bumbu dapur tersebut.

Jarot menuturkan, sebenarnya tidak ada resep khusus dalam proses pembuatanya. Yang membedakan hanya pada soal bahan bakunya saja yaitu kepiting harus dalam kondisi masih hidup dan bertelor yang sengaja didatangkan dari berbagai pengepul yang ada wilayah sekitar pantura. Karena hal itu sangat berpengaruh pada rasa dan aromanya.

Untuk satu porsi berisi dua ekor kepiting, nasi dan segelas minuman segar, hanya dipatok dengan harga Rp 70.000 saja.

Menurut para pelanggan, menu kepiting montok goreng sangat terasa dilidah, sehingga bisa bikin ketagihan dan tempatnya juga sangat cocok untuk berrekreasi bersama keluarga karena tepat berada dibibir pantai. Tak hanya itu, berbagai menu seafood lainya juga tersedia disini seperti ikan bakar, cumi-cumi, kerang dan lainya.(86)


Pantai wisata Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat. Selain dikenal dengan indah nya panorama pantai, ternyata dikenal juga dengan berbagai makanan seafood nya, bertempat di pasar ikan yang terletak sebelah barat pantai, kita bisa menikmati berbagai sajian makanan laut.

Selain itu para pengunjung juga bisa langsung melihat proses pembuatan berbagai menu makanan, mulai udang, ikan bawal, cumi hingga kepiting segar yang siap diolah untuk dijadikan makanan lezat. Salah satu nya seperti di rumah makan karya bahari ini, hampir 15 tahun berdiri restoran yang menyediakan berbagai masakan sea food ini, tidak pernah sepi dari pengunjung.

Pengolahan nya pun sangat lah singkat, seperti udang pertama tama dicuci terlebih dahulu, setelah itu baru dipotong pada bagian tengahnya, lalu udang tersebut siap untuk dimasak, hanya memerlukan waktu kurang dari 3 menit udang jenis lobster tersebut, sudah matang termasuk dengan bumbu saus tiramnya.

Setelah disajikan langsung aroma khas ikan laut pun begitu terasa, sehingga tak sabar untuk mencicipi nya. Kini saat nya untuk menyantap masakan tersebut, daging udang yang begitu empuk dan bumbu yang meresap, membuat selera makan kita semakin bertambah, selain udang berbagai masakan lainnya pun tak kalah enaknya.

Selain itu, anda pun tak perlu khawatir akan tarif makan disini, pasalnya untuk 1 kg udang yang bisa disajikan untuk 5 orang ini, hanya dijual dengan harga 55 Ribu Rupiah saja.

Jadi jika Anda salah seorang penggemar masakan sea food, tidak ada salahnya untuk mencoba eneka menu masakan yang berbahan dasar dari hewan laut di pasar ikan pantai wisata Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.


Biasanya ikan pari sering di jadikan sebagai lauk pauk atau menjadi bahan baku pembuat kerupuk saja. Padahal, dengan sedikit keterampilan, ikan pari ternayata bisa menjadi bahan baku utama kerajinan yang memiliki nilai ekonomis tinggi, karen kulitnya bisa di sulap sebagai dompet, tas, sabuk dan lain sebagainya.

Adalah Wawan Purnomo (35 tahun) warga Dukuh Sambon, Desa Sambo, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mampu melakukan pengolahan kulit ikan pari menjadi aneka kerajinan unik. Dari berbagai macam jenis ikan pari yang ada di laut, ada tiga jenis yang bisa olah menjadi kerajinan , yakni tutul atau duri, gitar dan bulat.

Dengan tangan Wawan yang terampil, ke tiga jenis kulit ikan pari di olah menjadi beberapa produk seperti dompet, tas, serta sabuk buku notes serta agenda serta dompet HP. Menurut Wawan, pemilihan kulit ikan pari ternyata menghasilkan motif alami, hal ini dikarenakan setiap kulit ikan pari ternyata memiliki mutiara halus yang nantinya akan lebih berkilau setelah di olah.

Cara membuatnya cukup mudah. Kulit ikan pari yang sudah dipilih baik dari jenis tutul atau duri, gitar dan bulat terlebih dahulu di rendam dengan garam selama satu minggu, usai direndam dengan garam.

Pria yang pernah mengenyam pendidikan Akademi Teknik Kulit (ATK) di sebuah Universitas di Jakarta menganjurkan kulit di cuci bersih, setelah lembaran bersih, kemudian di proses dalam sebuah tong untuk proses perwarnaan dan pengawetan dalam sebuah mesin putar yang biasa disebut molen selam satu minggu.

Setelah malalui proses pemolenan, lembaran kulit pari langsung di cuci bersih dan kemudian di jemur hingga kering.setelah bersih dan kering, proses selanjutnya adalah menghaluskan totolan atau tonjolan tajam dari kulit pari ini dengan pengamplasan.

Selanjutnya kulit ikan dilap secara bersih dan di lanjutkan dengan membuat pola, setelah pola jadi, kulit di potong, sesuai dengan pola, jika anda ingin membuat dompet, kulit terlebih dahulu di ukur serta di sesuaikan dengan pola dalaman dompet tersebut. Dan kulit yang telah di potong di jahit dan direkatkan. Agar selain lebih kuat, kulit pari yang menempel pada dalaman dompet bisa menjadi lebih menyatu dan kuat. Apalagi, tekstur kulit ikan pari memang terkenal kuat karena di gunakan sebagai alat perlindungan selama hidup di laut.

Walau mengaku mampu menghasilkan keuntungan sebesar 20 juta per bulan, hasil karya usaha rumahan Wawan ternyata tidak kalah dengan produk import dalam satu bulan sebanyak 400 jenis produk yang ia hasilkan sudah masuk ke berbagai pasar antara lain Bali, Surabaya, Jakarta dan Medan. Bahkan produknya sudah beredar di pasar internasional antara lain Singapura, Hongkong dan Jepang.

Untuk harga, jangan khawatir, bagi pembeli perseorangan harga yang ditawarkan cukup menjangkau dan bervariasi untuk dompet anda bisa mendapatkan mulai dari 150 Ribu Rupiah hingga 200 Ribu Rupiah, sedangkan untuk tas wanita, harga 500 Ribu Rupiah hingga 2 Juta Rupiah. Nah untuk sabuk pinggan wanita dan pria serta agenda harga yang ditawarkan pun masih sangat murah yakni berkisar 200 Ribu Rupiah hingga 400 Ribu Rupiah.(86)


Ikan mujair dengan beragam sajiannya, kini menjadi salah satu sajian yang banyak digemari masyarakat dari berbagai kalangan. Namun, berbeda dengan olahan pada umumnya, sajian warung mujair terasi khas Tebesaya, Ubud-Bali, benar-benar menggoda selera. Dengan memadukan bumbu terasi. Aroma panggang ikan mujair ini, menjadi magnet pelanggannya.

Meski terkesan sederhana, satu-satunya warung mujair di Jalan Raya Tebesaya Ubud, Gianyar, Bali, dikenal luas oleh masyarakat ubud dan sekitarnya. Menu andalannya adalah mujair terasi yang menawarkan kekenyalan ikan mujair dengan aroma panggang yang dipadukan dengan bumbu terasi.

Apalagi di musim dingin sekarang ini, mujair terasi yang disajikan hangat-hangat dengan rasa terasi pedasnya, sangat cocok sebagai penghangat tubuh. Untuk memastikan kepuasan pelanggannya, warung ini juga sangat disiplin mulai dari pemilihan ikan hingga proses pengolahan bumbunya.

Ikan mujair yang sudah dibersihkan, terlebih dahulu direndam dalam air kunir campur untuk menghilangkan bau amis. Lanjut itu dipanggang dengan api redup agar pematangannya merata. Saat setengah matang, dioleskan bumbu terasi halus.

Penyajiannya dipadukan melelui pelecing dan sajian bumbu lainnya. Proses terakhir, ikan dibubuhkan bumbu terasi padat. Untuk bumbu tambahannya, juga disediakan sambal mentah. “Kita selalu berinovatif untuk memuaskan pelanggan terutama juga dengan mencoba perpaduan bumbu”, ujar Komang Sutarsa, penggelola warung.

Nah, bagi anda para penggemar sajian ikan mujair, pasti penasaran dengan mujair terasi ini. Terlebih harga yang ditawarkan sangat murah. Cukup dengan Sepuluh Ribu Rupiah, takaran porsinya pun melebihi rata-rata porsi pada umumnya. Warung mujair ini siap melayani anda mulai pagi hingga malam hari.(86)


Ulu juku atau sop kepala ikan merupakan salah satu makanan tradisional tanah Daeng. Bagi warga setempat, ulu juku diyakini mampu meningkatkan stamina tubuh. Ulu juku adalah bahasa makassar untuk kepala ikan. Kuliner ini baru beberapa tahun muncul dan bersaing dengan kuliner lainnya. Mungkin sejak banyaknya ikan kakap yang diekspor keluar negeri dan kepala ikannya ditinggal di Makasar. Lalu orang dengan kreatifnya menciptakan kuliner ini.

Terbukti rumah makan milik ibu Nursidah yang terletak di Jalan Abdullah Daeng Sirua, Makassar Sulawesi Selatan, setiap hari dipenuhi pelanggan dari berbagai kalangan. APalagi, Harganya relatif murah, yakni hanya Dua Puluh Tiga Ribu Rupiah per porsinya.

Bahan utama ulu juku adalah beragam kepala ikan ekspor seperti kakap, baronang dan tongkol. Sebelum disantap, bahan baku tersebut terlebih dahulu dalam beberapa tahap.

Kepala ikan yang sudah dicuci bersih direbus dalam air mendidih beberapa menit untuk membuang lemak dan sisik yang masih menempel.

Sementara beragam bumbu seperti merica, daun bawang yang telah dipotong kecil, tomat, ketumbar, jahe, bawang merah, bawang putih, cabe dan bawang mandar ditumbuk hingga halus.

Kepala ikan yang sudah direbus kemudian dimasukkan ke dalam wajan bersama bumbu yang telah diracik. Dibutuhkan waktu sekitar 15 menit sop kepala ikan siap disajikan.

Masakan ulu juku bukan hanya digemari warga setempat. Tapi banyak wisatawan lokal sengaja datang ke Makassar hanya untuk mencicipi ulu juku atau sop kepala ikan milik Nursidah.

Ada berbagai macam jenis gule kepala ikan kakap dalam kuliner milik Nursidah. Yang paling enak Pallumara. Harga satu porsi dua puluh tiga ribu rupiah. Terdiri atas tiga kepala ikan. Kuahnya berwarna kuning muda encer. Rasanya gurih

Dalam sehari, Nursidah mampu mengantongi omset 2 juta hingga 3 Juta Rupiah. Tak heran jika Nursidah harus merekrut 50 orang karyawan untuk membantu mengelola usahanya.

Jadi, sebelum merasakan ulu juku, jangan mengaku pernah berkunjung ke Makasar.

BTemplates.com

Categories

Kamera CCTV Palembang

Popular Posts

Blog Archive